thumbnail Halo,

Sriwijaya FC bersama PSSI pimpinan La Nyala Mataliti akan terus memperjuangkan hak tampil di LCA.

Meski pihak PSSI pimpinan Djohar Arifin Husein berulangkali menyebutkan kalau Semen Padang sebagai juara kompetisi Indonesia Premier League (IPL) yang akan mewakili Indonesia berlaga di Liga Champions Asia (LCA) musim depan, namun Sriwijaya FC tidak akan tinggal diam. Tim asal Sumatera Selatan yang berhasil meraih juara Indonesia Super League (ISL) ini akan terus  memperjuangkan hak untuk tampil di LCA.

Walaupun ketua komite bersama Tudung Mulya Lubis mengatakan, komite bersama tidak berhak menentukan tim yang akan mewakili Indonesia ke LCA, namun manajemen Sriwjaya FC tetap optimis. Komite bersama yang beranggotakan tim dari PSSI Djohar Arifin dan PSSI La Nyala Mataliti itu akan memberikan hak berlaga di LCA kepada Sriwijaya FC, karena apa yang diungkapkan Tudung Mulya Lubis hanya pernyataan pribadi sebagai wakil PSSI Djohar Arifin dan bukan merupakan keputusan dari komite bersama.

Direktur teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin, Jumat (27/7), kepada GOAL.com Indonesia menegaskan, pihaknya bersama PSSI pimpinan La Nyala Mataliti akan terus memperjuangkan hak Sriwijaya FC tampil di LCA, bahkan pihaknya bisa memperkarakan masalah ini ke CAS seperti yang dilakukan Persipura musim lalu,  jika PSSI pimpinan Djohar tetap bersikeras mengirim Semen Padang ke LCA.

“Secara kasat mata sudah terlihat mana kompetisi yang lebih berkualitas. ISL diikuti 18 tim terbaik tanah air sementara IPL diikuti sebagian besar tim yang dibentuk secara dadakan dan langsung tampil di kompetisi tertinggi,” ujarnya.

Selain itu, Hendri mengatakan, Sriwijaya FC berhasil meraih juara setelah melwati 34 pertandingan, sementara IPL hanya menjalani 22 laga sehingga kualitas timnya  dalam meraih juara patut dipertanyakan.
 “Apalagi  sesuai Kongres Bali, diputuskan kalau ISL lah liga yang sah, karena itu sebagai juara ISL hanya Sriwijaya FC lah yang berhak ke LCA,” katanya.

Sementara itu, hingga saat ini manajemen Sriwijaya FC sudah deal dengan 80 persen pemain yang memperkuat Sriwijaya FC musim lalu, sementara sisanya lima sampai sepuluh persen lagi sedang tahap negosiasi dan sisanya akan dilepas oleh manajemen.

Hendri Zainuddin mengatakan akan mempertahankan kerangka tim musim lalu karena para pemain yang ada sudah berhasil memberikan gelar juara untuk tim asal Palembang ini. Sampai saat ini sudah 80 persen pemain yang deal, sementara lima sampai sepuluh persen lagi masih dalam tahap negosiasi dan sisanya akan dilepas Sriwijaya FC.

Namun meski sudah memastikan deal dengan 80 persen pemain, Hendri belum bisa menyebutkan nama-nama pemain yang sudah deal sebelum dilakukan rapat manajemen bersama presiden klub.

“Sebanyak 80 persen pemain sudah sepakat kembali memperkuat Sriwijaya FC musim depan. Para pemain sudah memberikan gelar juara ISL dan perang bintang, jadi perlu mendapat prioritas untuk dipertahankan, sementara sisanya akan kita cari untuk melengkapi pemain yang telah ada. Usai rapat evaluasi nanti, nama-nama pemain musim depan akan kita umumkan ” kata Hendri Zainuddin, Kamis (26/7) malam.

Menurutnya, setelah deal dengan para pemain, selanjutnya manajemen akan memberikan tanda jadi kepada para pemain sebagai ikatan untuk tetap membela Sriwijaya FC musim depan. Namun, Hendri tidak bisa memaksa jika sebelum diberikan tanda jadi, ada pemain yang berniat hengkang dari Sriwijaya FC.

Sedangkan untuk Sriwijaya FC U-21, manajemen sudah memutuskan untuk merombak tim mulai dari level manajemen tim, pelatih, sampai pemain. Dikatakan Hendri, jika tidak ada halangan, usai lebaran haji, manajemen akan melakukan seleksi pemain untuk memperkuat tim Sriwijaya FC U-21 yang ditargetkan meraih juara kompetisi U-21 pada 2013 nanti.
 
“Tahun ini kita benar-benar mencari pemain terbaik demi untuk meraih juara kompetisi U-21 musim depan. Semua trofi di Liga Indonesia sudah kami raih, sekarang saatnya kita membidik trofi ISL U-21. Karena itulah tim terbaik akan kita siapkan, demi target meraih juara ISL U-21,” kata Hendri.
 
Guna memuluskan target meraih trofi U-21, manajemen Sriwijaya FC akan mencari pelatih serta pemain terbaik dengan komposisi 70 persen pemain lokal Sumsel, sementara 30 persen lainnya adalah pemain-pemain terbaik dari seluruh Indonesia.
 
“Untuk 70 persen pemain lokal Sumsel akan kita saring melalui seleksi yang ketat usai Lebaran Haji  Kita tidak bisa asal-asalan mencari pemain, namun yang benar-benar teruji kemampuannya melalui proses seleksi. Sementara 30 persen pemain luar kita cari berdasarkan kualitas pemain yang bersangkutan dan sudah teruji mengikuti kompetisi U-21,” kata Hendri.
 
Hendri yakin Sriwijaya FC U-21 musim depan lebih diperhitungkan di kompetisi, karena punya waktu cukup lama untuk mempersiapkan diri. Berbeda dengan musim-musim sebelumnya yang hanya memiliki waktu tidak sampai satu bulan dalam mempersiapkan tim.

"Jika tim Sriwijaya FC U-21 benar-benar dipersiapkan secara matang, saya pikir tidak terlalu sulit meraih gelar juara,” ujarnya. (gk-42)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait