thumbnail Halo,

Sasa menyatakan dirinya belum memutuskan masa depannya di PSMS.

Kapten PSMS ISL Sasa Zecevic masih menanti kabar kepastian pelunasan haknya (enam bulan gaji plus sepuluh persen sisa uang muka kontrak) dari Medan. Bek asal Serbia tersebut sedang berada di Serbia usai timnya menjalani partai terakhir ISL lawan Persisam Samarinda pada 11 Juli lalu.

“Saya belum dapat info apa-apa. Saya serahkan ke agen soal ini. Saya masih di Serbia dan tetap mengisi waktu saya untuk menjaga stamina dengan main futsal,” ujar Sasa via email kepada GOAL.com Indonesia.

Bek berusia 29 tahun ini mengatakan dirinya belum memutuskan masa depannya di PSMS. Sasa hanya memastikan, jika kondisi Ayam Kinantan, julukan PSMS, masih sama dengan musim 2011/12, maka dia tidak mungkin bertahan.

“Jadi, jika kondisi tim sama [kesulitan membayar hak pemain] dengan musim depan. Saya, tidak akan bertahan, itu pasti,” ungkap mantan pemain Persiwa ini.

Ketegasan Sasa ini bukan lantaran tidak menyukasi suasana tim dan daerah Medan.

“Saya menyukai Medan, Indonesia dan saya sayang dengan PSMS. Saya menghabiskan satu musim sepakbola yang indah bersama satu tim yang besar di Indonesia. Dan menjadi kapten di klub besar seperti PSMS sangat membanggakan bagi setiap pemain,” beber pemain yang sudah mencetak dua gol musim ini ke gawang Persiwa dan Persela ini.

Dalam masa penantian ini, Sasa mengakui sudah mendapatkan tawaran dari beberapa klub. Namun, dia ingi meletakkan prioritas pada PSMS Medan.

“Ya saya ada tawaran dari tim Papua dan dua dari Jawa. Saya dengar dari agen saya. Tapi saya sudah katakana kepada dia (agen) untuk menunggu. Menunggu apa yang akan dikatakan pihak PSMS,  karena  saya belum mendapatkan kepastian dari PSMS. Karena, PSMS akan menjadi prioritas dan peringkaat pertama dalam pilihan saya. Jika, PSMS tidak menginginkan saya, atau masih berada dalam kondisi yang sulit, saya akan menerima tawaran lain. Saya harus memikirkan keluarga saya dalam menentukan pilihan,” tukasnya.

Di sisi lain, Sasa harus berpikir realistis. “Tapi saya juga harus memikirkan tentang keluarga saya. Saya pesepakbola yang hanya hidup dari olahraga ini. Jadi, jika kondisinya masih sama musim depan, saya tidak ingin menempatkan keluarga saya dalam keadaan sulit,” jelas pemain dengan catatan tujuh kartu kuning tersebut di PSMS.

Pesepakbola kelahiran 20 November 1983 ini menambahkan, dirinya masih menanti hasil kongres PSSI yang menentukan masa depan sepakbola Indonesia.

“Ya, saya menunggu kongres dan ingin tahu hasilnya seperti apa. Bukan hanya saja, pesepakbola lain juga akan melakukan hal yang sama. Karena ini akan menentukan bagaimana format liga musim depan dan kapan akan liga dimulai, serta bagaimana nasib dua kompetisi di Indonesia saat ini,” ungkapnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait