thumbnail Halo,

Inkyun Oh memilih melanjutkan aspirasinya ke APPI.

Kejelasan pembayaran gaji skuat PSMS ISL kian kabur. Tepat 27 Juli mendatang, manajemen PSMS sudah menunggak enam bulan gaji dan sisa uang muka kontrak sepuluh persen kepada pemain. Tanggal 16 Juli 2012 yang disebut sebagai momen pencairan untuk gaji tidak memberikan solusi apapun.

Ini membuat pemain resah. Bayang-bayang bakal menjalankan Ramadhan dan lebaran tanpa keuangan terus menyeruak. Beberapa pemain mengaku sedang berusaha bertahan di tengah goncangan emosi melihat ketidakjelasan janji manajemen. Sedangkan, sebagian lagi memilih menuntaskan persoalan ini ke jalur hukum dan melaporkan persoalan ini ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI).

Kiper PSMS Eddy Kurnia mengatakan dirinya berharap mendapatkan haknya segera.

 “Harapan saya, hak-hak kami dilunasi. Kami bingung dengan kondisi bulan puasa ini sementara kondisi keuangan kosong," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia, Jumat (20/7) via BBM.

Senada, Zainal Anwar juga sedang kebingungan memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena  tidak mengantongi gaji berbulan-bulan.

"Kalau seperti ini tidak juga dilunasi. Bisa-bisa saya jual mobil. Kalau tidak bagaimana lagi. Sementara kami butuh uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi ini bulan puasa," ungkap gelandang PSMS ini.

Pemain lainnya mengambil langkah berani dengan memuluskan kasus ini ke jalur hukum. Pemain yang juga tidak digunakan sejak tiga partai putaran kedua, Arie Supriatna, mengaku sudah memiliki pengacara tersendiri untuk mengurus kasusnya.  

“Saya pakai pengacara, karena tidak ada iktikad baik manajemen untuk memberikan penjelasan kapan dan kenapa seperti ini kepada pemain,” ungkap pemain bernomorpunggung 21 ini.

Sedangkan Inkyun Oh, eks pemain PSMS yang di putaran kedua membela Persela, memilih melanjutkan aspirasinya ke APPI. Inkyun masih punya hak atas dua bulan gaji plus satu bulan kompensasi dibuang pada putaran pertama dan uang kontrak sisa sepuluh persen yang urung dilunasi. Inkyun menjelaskan kontraknya di PSMS saat tanda tangan kontrak adalah 27 November 2011 hingga 27  November 2012.

“Saya ingin hak saya dipenuhi, kewajiban saya di PSMS sudah saya lakukan sampai akhirnya mereka mencoret saya,” ungkapnya.

CEO APPI Valentino Simanjuntak mengakuinya soal Inkyun. “Iya Inkyun datang ke kami (APPI) Kamis (19/7) dengan membawa salinan kontraknya di PSMS. Dia cerita soal kronologis tentang kontraknya di PSMS,” timpalnya.

Sementara itu, jika semua pemain serentak menandatangi kontrak sampai 27 Agustus, terancam tidak akan dibayar penuh. Berkaca dari musim sebelumnya, manajemen PSMS berkilah tidak mau mengeluarkan uang sesuai kontrak pemain karena musim sudah berakhir. Lalu apa kata manajemen PSMS? CEO PSMS Idris, beberapa hari ini tampaknya enggan menjawab pertanyaan soal pelunasan gaji. Idris yang biasanya siap 24 jam jika ditelepon, memilih tidak mengangkat telepon apalagi membalas SMS. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait