thumbnail Halo,

Gawang Edkur tak pernah luput dari kebobolan.

Laga terakhir PSMS ISL musim ini melawan Persisam Samarinda, Rabu (11/7), dimaknai betul oleh Eddy Kurnia, sang kiper utama. Sejak berstatus sebagai kiper utama, setelah didepaknya Markus Haris Maulana, Eddy selalu diplot menjadi aljogo di bawah mistar gawang PSMS.

Hengkangnya Markus ke PSMS IPL, membawa berkah tersendiri bagi kiper kelahiran Bogor 2 Oktober 1983 ini. Pasalnya, kiper berusia 28 tahun ini pun selalu tampil penuh 90 menit sejak putaran kedua dan tidak pernah absen. Termasuk, menjadi kiper utama lawan Persisam besok.

Namun sayang, di bawah tanggung jawab Edkur, sapaan akrabnya, gawang PSMS tak pernah luput dari kebobolan, baik itu dalam kondisi menang, seri dan tentu saja kalah. Semua tim lawan selalu berhasil menceploskan si kulit bundar ke gawang Edkur. Selama putaran kedua, tercatat sudah 32 gol masuk ke gawang PSMS (termasuk kalah WO 3-0) dari 14 laga.  Edkur juga pernah tampil di putaran pertama, kala Markus akumulasi kartu, saat PSMS kalah 4-1 di kandang Persidafon.

"Saya tahu menampilan saya belum memuaskan, dan masih banyak kekurangan. Itu juga kenapa selalu kebobolan. Tapi saya dan teman-teman selalu berusaha memberikan yang terbaik. Dan, di laga yang terakhir lawan Persisam nanti,  kami hanya inginkan PSMS tidak degradasi. Dengan segala kuasa dan rencana Tuhan, kami semua ingin PSMS selamat dari zona degradasi," ungkapnya kepada GOAL.com Indonesia.

Edkur mengaku sempat kesulitan harus menggantikan sosok Markus. Markus yang sudah mengantongi label kiper kawakan, membuat Edkur sempat pesimis bisa mengemban tugas. Tapi pilihan tidak banyak di tim, Edkur melesat jadi pilihan pertama, mengingat kiper lainnya Alrian Suhabi masih terlalu muda.

"Bang Markus cukup berpengalaman. Saya akuinya kewalahan.  Belakangan mulai terbiasa. Ya walaupun catatan saya tidak bagus, saya senang di PSMS," ungkap mantan penjaga gawang Persib Bandung ini.

Dari semua laga yang dilaluinya, Edkur mengaku semua adalah berat. Namun, dia mengatakan, partai lawan Persija, 14 April lalu yang berkesudahan 1-0 untuk Persija, sangat berat. Edkur sendiri sempat pingsan dan dilarikan ke rumah sakit setempat, setelah berusaha menyelamatkan gawangnya dari serangan pemain Persija asal Korea Selatan, Jeong Kwang Sik, yakni pada menit ke-90. Di pertandingan ini, Edkur dipuji mampu menunjukkan permainan terbaiknya dan menghalau banyak serangan tim Macan Kemayoran.

"Semua partai berat, tapi memang lawan Persija itu menguras tenaga. saya juga pingsan," tutur kiper yang pernah berseragam Persikad Depok ini.

Edkur yang pernah berposisi sebagai penyerang ini, ingin meninggalkan kesan yang baik untuk publik Medan.

"Kami ingin menyudahi musim ini dengan baik. Harus menang, dan saya harus bisa menjaga gawang dengan baik. Mudah-mudahan bisa tidak kebobolan. Tapi, yang penting PSMS lolos degradasi," tegasnya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait