thumbnail Halo,

Umuh Muchtar menjelaskan, pihaknya kecewa karena penanganan terhadap luka Jendry sangat lama.

Cedera yang dialami kiper utama Persib Bandung Jendry Pitoy cukup parah. Ia terpaksa dilarikan ke rumah sakit di Medan, RS Permata Bunda, usai pertandingan.

Kurang lebih setengah jam usai pertandingan, Jendry yang dilengkapi alat bantu napas dibawa ke rumah sakit.

Insiden terlukanya Jendry terjadi pada menit ke-77. Ia tiba-tiba terjatuh di kotak penalti. Abanda Herman sempat menunjukkan pecahan batu yang diduga menjadi pemicu jatuhnya Jendry. Pertandingan sempat terhenti, selama tujuh menit dan Jendry digantikan oleh Cecep Supriatna pada menit ke-82. Pada menit ke-84, pertandingan dimulai kembali.

Usai pertandingan, manajer Persib Umuh Muchtar di ruang ganti tim menjelaskan, pihaknya kecewa karena penanganan terhadap luka Jendry sangat lama.

"Panitia pelaksana tidak siap. Kami meminta ambulan sampai sekarang tidak ada (30 menit usai pertandingan). Jendry mengalami luka di belakang kepala, dia sempat enggak sadar. Mengingau dan pingsan. Iya dilempar, itu batu yang kena adalah yang ditunjukkan Abanda Herman," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia.

"Panitia benar-benar tidak siap. Ini menyangkut nyawa soal. Kalau terjadi apa-apa bagaimana," timpalnya kepada CE0 PSMS Idris berada di depan pintu ruang ganti Persib.

Bek Persib Zulkifli Syukur menambahkan, menyesal menggunakan kaos solidaritas "Deritamu Deritaku Juga" sebelum kick-off. Karena, sejatinya, kaos ini bentuk solidaritas untuk pemain PSMS yang belum gajian hampir lima bulan. "Pertandingan berjalan lebih dari tarkam. Saya menyesal menggunakan kaos ini. Karena kata solidaritas sepertinya perlu dikaji," ujarnya.

Selepas berangkatnya Jendri, rombongan Persib sekira pukul 22.10 WIB dibawa keluar dari ruang ganti menuju keluar lapangan. Skuad Maung Bandung, julukan Persib, dievakuasi dari pintu tribun timur. Skuad Persib dibawa ke Hotel Danau Toba tempat tim menginap dengan menggunakan dua mobil polisi.

Manajer PSMS Benny Tomasoa tak mau komentar banyak soal pelemparan tersebut. "Saya tidak tahu pasti. Sebetulnya, tidak mungkin ada batu sampai situ. Tapi, kalaupun memang terjadi  pelemparan tidak akan terjadi kalau tidak diprovokasi," ungkapnya.

Maksud Benny adalah sikap Marcio Souza. "Kami puas soal hasil hari ini. Tapi insiden Marcio Souza, sungguh tidak baik. Harusnya dia tidak ada di Indonesia dan PT Liga harus menghukum dia. Saya saja dimakinya. Pak Umuh saja sampai datang ke ruang ganti kami. Tapi, kami bersyukur dia (Marcio) tidak mati hari ini," bebernya. (gk-38)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait