thumbnail Halo,

Jelang lawan Persib Bandung, Suharto mengakui tim tamu bukan lawan yang mudah dikalahkan.

Manajemen PSMS ISL menambahkan dua mantan pemain era 1960 dan 1970-an, Wibisono dan Tumsila, sebagai penasehat teknik. Kedua mantan pemain yang ikut andil membawa PSMS juara perserikatan 1967-1971 ini diberikan tugas untuk memotivasi skuad PSMS hingga akhir musim atau lima partai terakhir.

Caretaker pelatih Kepala PSMS, Suharto AD mengaku senang dengan kehadiran keduanya di tubuh PSMS. "Ya harus disambut positif, karena tidak dipungkiri, mereka senior-senior PSMS yang bisa memberikan masukan yang baik untuk tim ini," ujarnya kepada GOAL.com Indonesia, Jumat (15/6).

Wibisiono sendiri sudah melihat langsung latihan skuad Ayam Kinantan, julukan PSMS di Stadion Teladan, Jumat. Suharto menambahkan, kehadiran keduanya yang juga pernah memperkuat timnas tersebut tidak harus hadir dalam setiap latihan tim.

"Enggak setiap latihan hadir, sifatnya beliau-beliau memberikan masukan. Mereka punya banyak pengalaman yang bisa dishare kepada anak-anak," timpalnya.

Hingga saat ini, Suharto menyebutkan dari sisi non teknik, semangat skuadnya sudah mulai bagus. Fakta belum gajian hampir lima bulan, acap kali mengganggu konsentrasi PSMS.

"Semangat anak-anak sudah mulai bagus. Latihan tadi, mereka sudah mampu menyerap metode dengan baik. Semua pemain sudah hadir, hanya minus Ledi Utomo yang baru menikah. Besok, dia sudah akan bergabung dengan tim," jelasnya.

Jelang lawan Persib Bandung di Stadion Teladan, Minggu (17/6), Suharto mengakui tim tamu bukan lawan yang mudah dikalahkan. Terlebih, Maung Bandung, julukan Persib, di putaran kedua lebih baik.

"Persib tim yang bagus. Mereka tidak punya masalah finansial saat ini. Kekuatan mereka semakin baik di putaran kedua dan mereka konsisten di papan tengah. Tapi, setiap tim punya kelemahan, begitu juga Persib. Inilah yang akan kami memanfaatkan," tukasnya.

Persib, lanjutnya, juga punya pemain yang cukup baik di lini depan dengan hadirnya Marcio Souza. Menyingung Souza dan Haryono yang terkait insiden  dengan pemain PSMS di putaran pertama, Suharto tak ingin pemainnya dimakan emosi.

"Kami menyikapinya biasa saja dan menunjukkan permain ciri khas Medan. Tapi, tetap menjunjung sportivitas," timpalnya.

Suharto mengingatkan agar memori di putaran pertama tidak menjadi batu sandungan dan membuat permainan jadi serba tidak terkendali. "Lingkungan bola itu kecil, suatu saat mereka (pemain yang berseteru) bisa menjadi teman dalam satu tim," tegasnya.

Di tempat terpisah, CEO PSMS, Idris, yang dihubungi Jumat sore, menjelaskan, kehadiran dua mantan pemain PSMS, Wibisono dan Tumsila diharapkan mampu memotivasi skuad PSMS. Dia menyebutkan, kehadiran kedua pemain andalan PSMS era 60-an dan 70-an adalah merupakan ide dari para mantan pemain PSMS sendiri.

"Banyak juga mantan-mantan pemain PSMS yang mendukung PSMS ISL, seperti Pak Wibisono dan Pak Tumsila dan lainnya. Kami harapkan kehadiran mereka bisa memotivasi anak-anak. Kenapa baru sekarang, itu karena datangnya dari beliau-beliau ini dan kami menempatkan beliau-beliau ini sebagai penasehat teknik. Kami sangat berterima kasih, beliau-beliau mau mensuport PSMS ISL," ujarnya.

Sementara itu, Idris juga menyampaikan belum bisa memenuhi hak berupa gaji dan sisa sepuluh persen kontrak ke seluruh pemainnya saat ini. Dia menjanjikan akan melunasinya pada Juli 2012.

"Semua pemain klub ISL akan dibereskan pada Juli 2012. Ini dijamin oleh BLI (Badan Liga Indonesia). Ini merupakan hasil pertemuan di Jakarta beberapa hari lalu. Hingga saat ini, belum ada turun dari Badan Liga, dan jikapun beberapa klub (ISL) yang sudah gajian itu bukan dari BLI, bisa jadi dari pihak ketiga," ungkapnya.

Idris mengungkapkan, lambatnya pembayaran gaji tidak akan terjadi memunculkan 'kesepakatan' layaknya  musim lalu, di mana bulan pembayaran gaji pemain dikurangi.

"Musim lalu, itu bentuknya kan kesepakatan, karena kontrak berakhir Agustus, sementara Liga sudah berakhir sebelum kontrak usai. Kalau harus dibayar penuh, maka pemain kan harus tetap latihan sampai Agustus. Jadi pemain sepakat untuk gajinya dikurang bulannya, (yang belum dibayar tiga bulan menjadi dibayar dua bulan dan seterusnya)," jelasnya.

Mantan manajer PSMS musim lalu ini, menegaskan, untuk melawan Persib Bandung, Minggu (17/6), manajemen akan menyiapkan bonus jika berhasil menang.

"Akan ada beberapa teman-teman saya akan memberikan bonus. Saya juga sedang meminta tolong kemana-mana ini, agar mau memberikan bonus untuk anak-anak. Saya harapkan kesabaran pemain dengan kondisi klub saat ini. Ya sebenarnya tidak akan begitu sulit keuangan musim ini, kalau PSMS tidak dualisme. Semua gara-gara Djohar Arifin itu yang membentuk PSMS satu lagi. Sulit sponsor masuk," tuturnya.

Sedangkan, Kapten Tim Sasa Zecevic menambahkan, sebenarnya seluruh pemain sudah sangat stres dengan kondisi ini. PSMS akan tanpa gaji selama lima bulan per 27 Juni 2012 nanti.

"Pemain capek dengan janji, capek bicara mogok, capek dengan semua ini. Semua sudah berpikir agar musim ini cepat selesai," ungkapnya.

Namun, hingga Jum'at (15/6) kemarin, skuad PSMS, lanjutnya, masih berpikir untuk bermain dengan Persib.

"Sampai saat ini kami masih memikirkan tetap bertanding melawan Persib Bandung. Kami akan memberikan yang maksimal. Kami tidak akan mau kalah dari Persib. Sama seperti klub-klub di Indonesia, kami juga akan melakukan seremoni untuk solidaritas APPI, agar klub-klub segera membayar hak pemain," pungkasnya. (gk-38)


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait