thumbnail Halo,

Menurut Janu, Persidafon bermain defensif.

Pelatih Persela Lamongan Miroslav Janu sempat terlihat tidak tenang saat pertandingan Persela kontra Persidafon Dafonsoro di Stadion Surajaya, Jumat (8/6). Pasalnya, sampai dengan injury time babak kedua, skor 1-1 masih belum berubah.

Dan, sesaat kemudian kegembiraan menghiasi bangku pemain cadangan Persela Lamongan, saat Aris Alfiansyah membobol gawang Persidafon yang dikawal Jean Along, memanfaatkan umpan matang Mario Costas. Padahal, Aris sendiri baru masuk pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-74, menggantikan peran Gustavo Lopez yang menderita cedera.

“Mereka [Persidafon] main defensif, meski kami mampu mendominasi pada laga ini. Kami pun harus menunggu sampai dengan akhir pertandingan,” ungkap Miroslav Janu dalam sesi konferensi pers.

Tak pelak, keputusan wasit Yandri dalam mensahkan gol Aris yang dinilai oleh kubu Persidafon melewati waktu tersebut, membuat ofisial dan para pemain Persidafon naik pitam. Mereka pun sempat memprotes keputusan wasit dan pelatih Persidafon, Erent Pahelereng, tak berkenan hadir dalam ruangan konferensi pers.

"Gol [yang dicetak oleh Aris] itu sah. Saya pegang stopwatch dan menitnya masih menunjukkan angka 93. Kami pantas menang, karena kami kerja keras sampai akhir. Mereka mainnya sama seperti Deltras kemarin, defensif," jelasnya.

Sebelum gol ini tercipta, Persela berhasil unggul lebih dulu melalui Gustavo Lopez pada menit ke-44. Persidafon berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-61 melalui eksekusi penalti Juan Marcelo Cirelli. Penalti diberikan oleh wasit Yandri, setelah mensinyalir Suroso menyentuh bola dengan tangan di kotak terlarang.

“Kami sebenarnya sih terima aja, mau seri atau kalah. Asalkan kalahnya dalam konteks yang wajar. Tapi ini kan..., ya silahkan dinilai sendiri lah,” terang asisten pelatih [kiper] Persidafon, Edi Sukamto saat ditemui GOAL.com Indonesia selepas pertandingan.

Itu pula yang membuat kubu Persidafon uring-uringan selepas laga. Mereka menilai, seharusnya wasit Yandri sudah menghentikan pertandingan, sebelum gol kedua bagi Persela Lamongan tercipta melalui kaki Aris.

Kubu Persidafon juga menyayangkan cedera yang membekap Izaac Wanggai pada laga kali ini. Ketika dikonfirmasi tentang parah tidaknya kondisi sang pemain, Edi menjawab sudah pasti parah.

“Parah sih jelas, sebab bagian hidungnya terus mengucurkan darah segar. Kalau dari perkiraan saya sih, setidaknya butuh dua jahitan lebih. Ia sudah dilarikan tim medis ke rumah sakit terdekat,” terang Edi.

Akibat insiden tersebut, Izaac pun tak bisa melanjutkan pertandingan. Ia lantas digantikan oleh Samuel Francisco Rumkabu pada menit ke-77. Dan langsung dilarikan oleh tim medis menuju rumah sakit, yang ada di dekat Stadion Surajaya Lamongan. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait