thumbnail Halo,

Menurut Suhatman, faktor di lapangan yang lebih menentukan juara sebuah tim.

Dalam sepakbola, siklus prestasi kerap terjadi pada sebuah tim. Memang hal itu lebih berbau mitos, tapi tak jarang pengulangan prestasi sebuah tim dalam kurun waktu tertentu selalu terjadi.

Semen Padang mungkin termasuk salah satu tim yang dihinggapi hal itu. Ada kecendrungan, tim yang sudah berusia 32 tahun ini selalu berprestasi bagus di tahun yang angka terakhirnya dua. Artinya siklus prestasi sepuluh tahunan hampir selalu terjadi pada tim ini.   

Data menunjukan, tahun 1982 Semen Padang juara Divisi I Galatama dan promosi ke Divisi Utama Galatama. Sepuluh tahun berikutnya, Semen Padang menjuarai Piala Liga 1992.

Saat itu, Semen Padang mengalahkan Arema Malang 1-0 pada final yang digelar di Stadion 10 November Surabaya. Gol tunggal SP dicetak Delfi Adri, yang sekarang menjadi asisten pelatih tim asal Sumbar itu. Dalam tim ini juga ada Nil Maizar yang kini menjadi pelatih timnas, dan saat itu bertindak sebagai kapten tim.

Ini merupakan gelar nasional satu-satunya yang ada di lemari trophy Semen Padang sejauh ini. Gelar ini juga yang membawa SP berlaga di ajang Piala Winners Asia 1992/93, dan melaju hingga perempat-final sebelum dihentikan Yokohama Marinos dari Jepang.

Setelah nyaris hampa prestasi, SP kembali mencuat di kompetisi semi profesional Liga Indonesia 2002. Semen Padang berhasil maju ke semifinal, sebelum kalah melalui adu penalti melawan Petrokimia Putra 2-4 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Tim 2002 ini juga disebut-sebut sebagai tim terbaik SP sepanjang sejarah, karena disitu terdapat pemain-pemain top, seperti Ellie Aiboy, Erol Iba,Carlos Renato Elias, Jung Sunday, Effendi Ibrahim, Zulkarnaen Zakaria, ataupun Puwanto.

Pada 2012, Semen Padang sepertinya berpeluang mengulang sukses mereka di tahun hoki itu. Memimpin klasemen sementara Liga Primer Indonesia, dengan statistik terbaik sejauh ini, membuat SP berpeluang juara. Bahkan, tim ini sudah memasang target meraih gelar ganda musim ini, dengan menjuarai LPI dan Piala Indonesia.

Uniknya, sukses Semen Padang berprestasi pada 1992 dan 2002, mereka dilatih oleh orang yang sama, Suhatman Imam. Sekarang legenda hidup sepakbola Sumbar itu kembali menjadi pelatih SP, menggantikan Nil Maizar ditunjuk PSSI melatih timnas senior Indonesia.

Menarik ditunggu, apakah ini sebuah sinyal, tangan dingin mantan pelatih PSSI Primavera dan Persebaya Surabaya itu kembali akan menghasilkan gelar juara bagi Semen Padang di tahun 2012?

Namun, Suhatman enggan berkomentar soal suksesnya di tahun yang angka terakhirnya angka dua. Dia menyebut itu hanya faktor kebetulan semata, karena di tahun itu dia mendapat pemain bagus dan bisa membentuk tim yang baik.

"Itu kan bisa-bisa kalian saja para wartawan yang gemar mengutak-atik data. Padahal sepakbola itu bukan hanya data di atas kertas, tapi faktor di lapangan yang lebih menentukan," ucapnya setengah bercanda, ketika berkesempatan berbicang dengan GOAL.com Indonesia baru-baru ini. (gk-33) 

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait