Pertandingan

Semua kompetisi

Arne Slot kembali membuat kesalahan besar saat Liverpool kalah dari PSG

  1. Kehebatan Yamal tak berarti apa-apa karena upaya comeback Barcelona gagal

    Barcelona kehabisan tenaga di saat-saat krusial dan gagal dalam upaya comeback yang menegangkan pada leg kedua perempat final Liga Champions melawan Atlético Madrid. Tertinggal 2-0 secara agregat setelah leg pertama, Barcelona yang dipimpin oleh Lamine Yamal dan Ferran Torres tak mampu mengalahkan rival sekota mereka meski berhasil menyamakan kedudukan pada babak pertama yang memukau di Stadion Metropolitano.

  2. Kompany mengkritik kesombongan Madrid dan membantah mitos kebangkitan di Liga Champions

    Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, secara mengejutkan membalas tuduhan arogan yang ditujukan kepada Real Madrid, sambil mempertanyakan aura mistis yang menyelimuti sejarah kebangkitan mereka di Liga Champions. Pelatih asal Belgia itu menegaskan bahwa narasi yang menyebut Madrid sebagai satu-satunya ahli dalam membalikkan keadaan di kompetisi Eropa hanyalah rekayasa yang mengabaikan prestasi klub-klub elit lainnya.

  3. Real Madrid berisiko terjebak dalam performa biasa-biasa saja dengan pendekatan yang berpusat pada Mbappé

    Dari sudut pandang individu, kepindahan Kylian Mbappé ke Real Madrid secara gratis pada tahun 2024 telah menjadi kesuksesan besar. Penyerang Prancis yang tak kenal puas ini telah mencetak 83 gol yang mengesankan dalam 97 penampilannya bersama Los Blancos, termasuk 39 gol di semua kompetisi pada musim ini — sebuah catatan yang hanya dikalahkan oleh Harry Kane dari Bayern Munich di antara semua pemain di lima liga top Eropa.

  4. Kejatuhan dan kebangkitan sepak bola Spanyol

    Ini adalah Legacy, podcast GOAL yang menemani hitung mundur menuju Piala Dunia 2026. Setiap minggu, kami mengupas kisah-kisah dan semangat di balik negara-negara yang menjadi ikon sepak bola dunia. Dalam episode minggu ini, kami menelusuri bagaimana Spanyol berubah dari tim yang mendefinisikan sebuah era menjadi tim yang mempertanyakan posisinya di kancah sepak bola global. Kami meninjau kembali kejayaan generasi emas, keruntuhan mendadak setelah Brasil 2014, dan perjuangan tim-tim yang menggantikannya. Dan kami beralih ke masa kini: pelatih baru, pola pikir baru, dan gelombang talenta muda yang dipimpin oleh Lamine Yamal, sang jenius yang diyakini banyak orang dapat membawa Spanyol menuju penebusan pada 2026. Inilah perjalanan sebuah tim yang berusaha menemukan jati dirinya kembali — serta ketidakpastian, janji, dan tekanan yang menyertai upaya mengejar bintang kedua.

  5. Marquinhos menyebut bloknya saat melawan Liverpool sebagai 'lebih berharga daripada gol'

    Kapten Paris Saint-Germain, Marquinhos, menggambarkan aksi penyelamatannya yang heroik saat menggagalkan gol Liverpool sebagai sesuatu yang terasa "lebih baik daripada mencetak gol" setelah membawa juara bertahan Liga Champions itu meraih kemenangan meyakinkan 2-0 di Anfield pada Selasa. Intervensi pertahanan yang spektakuler itu memastikan klub raksasa Prancis itu mengunci kemenangan agregat 4-0 yang dominan dalam laga Liga Champions tersebut, sekaligus kembali menyingkirkan The Reds.

  6. Jude Bellingham

    Bellingham: Real Madrid 'takkan menghindar' saat menghadapi Bayern

    Pemain timnas Inggris, Jude Bellingham, mendesak rekan-rekan setimnya di Real Madrid untuk meningkatkan performa menjelang leg kedua babak perempat final Liga Champions yang krusial melawan Bayern Munich. Setelah menelan kekalahan 1-2 di kandang sendiri di Bernabeu pada 7 April, klub ini kini berada di titik krusial. Gelandang tersebut menegaskan bahwa skuad harus menunjukkan keberanian untuk membalikkan defisit dan menyelamatkan musim mereka.

  7. Tanpa kartu & pertandingan berdurasi 50 menit: Presiden Napoli mengusulkan perubahan radikal dalam sepak bola

    Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, telah memaparkan serangkaian usulan radikal yang bertujuan untuk merevolusi sepak bola agar olahraga ini tetap menarik bagi kalangan muda. Pria berusia 76 tahun itu berpendapat bahwa format pertandingan 90 menit saat ini terlalu lambat bagi generasi yang tumbuh besar dengan video game, dan ia mengusulkan agar durasi babak diperpendek serta kartu kuning dan merah dihapuskan sepenuhnya.

  8. Allardyce mengkritik Arteta karena membocorkan metode 'aneh' Arsenal kepada publik

    Sam Allardyce mengkritik Mikel Arteta karena secara terbuka membagikan metode latihan Arsenal yang "aneh". Mantan manajer timnas Inggris itu mempertanyakan kebijaksanaan membagikan latihan-latihan yang tidak biasa, termasuk para pemain yang berlatih menyeimbangkan pulpen dan berlatih dengan iringan musik yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), serta menyarankan bahwa keterbukaan semacam itu bisa berbalik merugikan sang manajer The Gunners di tengah tekanan sengit dalam perebutan gelar juara.

Iklan

Video

  1. Cunha membahas pengalaman 'sangat menyakitkan' bersama Brasil

    Penyerang Manchester United Matheus Cunha telah membahas bagaimana dia tumbuh sebagai pemain dan pribadi sejak diabaikan dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2022. Pemain seperti Antony, Gabriel Jesus, dan Pedro dipilih lebih dulu oleh manajer Selecao saat itu, Tite. Namun, Cunha kembali disukai di bawah Carlo Ancelotti dan memiliki peluang kuat untuk terpilih kali ini. Dengarkan apa yang dikatakan mantan penyerang Wolves tersebut tentang menghadapi pengalaman "sangat menyakitkan" saat tidak terpilih tiga tahun lalu. ⬆️

  2. Transformasi Besar Persib: Dari Produk Lifestyle Hingga Rencana Museum di GBLA

    Persib Bandung benar-benar jor-joran dalam beberapa tahun terakhir, tak hanya di dalam lapangan tapi juga di luar lapangan. Mereka ingin menghadirkan pengalaman baru bagi Bobotoh melalui peluncuran jersey modern, ekspansi produk lifestyle, kolaborasi dengan brand ternama, hingga renovasi ruang ganti berstandar tinggi di GBLA yang disiapkan menuju museum dan tour stadion pertama dalam sejarah klub.

Spesial hanya untukmu 😍

  1. Timnas Wanita Inggris meraih kemenangan penting lainnya atas Spanyol berkat penampilan gemilang Hemp

    Gol cepat Lauren Hemp membawa Inggris meraih kemenangan lagi atas Spanyol pada Selasa malam; The Lionesses menang 1-0 dalam pertemuan pertama mereka dengan La Roja sejak final Kejuaraan Eropa musim panas lalu. Inggris saat itu menang lewat adu penalti, dan mereka kembali unggul kali ini; kemenangan ketiga mereka dalam empat pertemuan terakhir melawan juara dunia tersebut memberi mereka keunggulan yang signifikan di grup kualifikasi Piala Dunia yang sangat ketat.

  2. Saatnya Slot menunjukkan keberaniannya! Liverpool harus menurunkan Ngumoha melawan PSG

    Liverpool masih bertahan di Liga Champions musim ini. Tentu saja, tak ada yang benar-benar tahu bagaimana hal itu bisa terjadi. Tim asuhan Arne Slot dihancurkan oleh Paris Saint-Germain pekan lalu, namun berhasil pulang dari Parc des Princes dengan kekalahan 2-0 yang diakui Jamie Carragher sebagai "hasil yang luar biasa" bagi tim tamu, mengingat perbedaan yang sangat mencolok dalam hal kekompakan dan kepercayaan diri antara kedua tim.

  3. Pelajaran bagi Bayern dan Kompany: "Monster Eropa" terancam mengalami kegagalan bersejarah

    Selama berbulan-bulan, FC Arsenal dianggap sebagai tim yang harus dikalahkan untuk meraih gelar-gelar besar musim ini. Hal itu pun harus dirasakan secara pahit oleh Bayern dan Vincent Kompany. Bahkan, meraih quadruple pun tampak mungkin bagi Mikel Arteta dan rekan-rekannya. Namun kini keadaan telah berbalik, dan kini muncul kekhawatiran akan kegagalan bersejarah yang berdampak besar.

  4. Kejutan bagi Yoro & Martinez saat Man Utd dikalahkan Leeds

    Manchester United menelan kekalahan kandang pertamanya di bawah asuhan Michael Carrick setelah Setan Merah dikalahkan 2-1 di kandang sendiri oleh rival sekota mereka, Leeds United, dalam laga yang dramatis dan penuh ketegangan di Old Trafford. Noah Okafor mencetak dua gol di babak pertama setelah kesalahan pertahanan yang dilakukan Leny Yoro dan Lisandro Martinez, yang kemudian diusir wasit pada awal babak kedua.

Bursa Transfer - Siapa Datang? Siapa Pergi?

  1. “Bukan Messi!” - Greenwood dianggap hanya cukup bagus untuk Villa

    Mason Greenwood terus menjadi bahan pembicaraan seputar transfer, namun legenda Marseille Marcel Desailly menjelaskan kepada GOAL mengapa penyerang asal Inggris itu hanya akan cukup bagus untuk Aston Villa — bukan Arsenal atau Manchester City — jika ia kembali ke Liga Premier. Klub-klub papan atas di seluruh Eropa dikaitkan dengan pemain sayap yang produktif ini, dengan kemungkinan kepindahannya dari Prancis pada tahun 2026 yang mulai dibicarakan.

GARUDA DI DADAKU!

NXGN

  1. Lamine Yamal & Lionel Messi: Dari bak mandi bayi hingga pertarungan untuk gelar GOAT?

    Dia benar-benar melakukannya lagi! Setahun setelah menjadi pemain pertama yang memenangkan NXGN dua kali, Lamine Yamal kembali menduduki peringkat teratas dalam daftar tahunan GOAL untuk pemain remaja terbaik di dunia sepak bola, untuk ketiga kalinya berturut-turut. Hasil pemungutan suara tahun 2026 ini pun memang sudah tak diragukan lagi. Yamal bukan lagi sekadar pemain muda paling berbakat di dunia sepak bola saat ini. Dia juga pemain paling berbakat di dunia sepak bola, titik.

Yang Biasanya Kamu Cari 🧐

Sepakbola Wanita

  1. James memiliki faktor X; Lionesses harus mengalahkan Spanyol

    Sejak pertemuan mereka di perempat final Kejuaraan Eropa 2022, Inggris belum pernah menghadapi lawan lain sebanyak Spanyol — namun, Lauren James baru sekali tampil sebagai starter dalam kondisi prima di salah satu pertandingan tersebut. Sesuai dengan performa bintang Chelsea itu saat ini dan peran penting yang kemungkinan besar akan ia mainkan saat kedua tim kembali bertemu pada Selasa nanti, pertandingan tersebut berlangsung tahun lalu di Wembley, yang kini kembali menjadi tuan rumah babak terbaru dari persaingan yang semakin memanas ini.

  2. Bagaimana Spanyol bangkit kembali setelah Euro 2025 dan menjadi favorit di Piala Dunia

    Kekecewaan Spanyol setelah kekalahan di final Kejuaraan Eropa musim panas lalu terasa begitu mendalam. Mungkin tidak ada cara yang lebih kejam untuk kalah selain melalui adu penalti, dan teori itu diperkuat oleh kesedihan yang ditunjukkan para pemain dan staf La Roja setelah Inggris bangkit dan membawa pertandingan di Basel ke babak perpanjangan waktu, lalu mengalahkan juara dunia itu 3-1 melalui adu penalti. "Sangat kejam," kata Aitana Bonmati, pemenang Ballon d'Or tiga kali. "Ini akan terasa sakit untuk beberapa waktu."

REBEL UNITED (Jangan macam-macam dengan mereka!)

  1. George Best

    Rebel United: Sosok Jenius Yang Alkoholik

    George Best (1946-2005) memenangkan Ballon d'Or 1968 bersama Manchester United pada usia 22 tahun setelah mengangkat Piala Eropa. Dijuluki "The Fifth Beatle", sosok jenius Irlandia Utara ini hancur karena kecanduan alkohol. Ditangguhkan pada tahun 1972, ia meninggalkan United pada usia 27 tahun pada tahun 1974. Setelah menjalani transplantasi hati pada tahun 2002, ia meninggal dunia pada usia 57 tahun pada tahun 2005. 100 ribu orang menghadiri pemakamannya.

HIDDEN GEMS (Talenta BESAR yang sempat terpendam)

  1. Hidden Gems FC: Bagaimana N'Golo Kante Hampir Tidak Menjadi Apa-Apa

    Pada 15 September 2018, N’Golo Kante meninggalkan lapangan Stamford Bridge dengan perasaan puas. Seperti yang sudah-sudah, gelandang asal Prancis itu kembali menyapu setiap jengkal rumput selama 90 menit penuh. Dan, seperti yang juga kerap terjadi, namanya tidak menjadi topik utama ketika peluit panjang dibunyikan—tidak langsung, lebih tepatnya.

HALL OF FAME (Mereka Yang Lebih Dari Bintang)

  1. Shevchenko social

    Hall of Fame: Bagaimana Shevchenko Menjadi Legenda Milan

    Bagi generasi tertentu penggemar AC Milan, terutama mereka yang tumbuh besar pada awal tahun 2000-an, satu nama menonjol di atas yang lain. Andriy Shevchenko menggabungkan keahlian teknis dengan ketajaman di depan gawang yang membuatnya menjadi salah satu penyerang terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepak bola, pemenang Ballon d'Or, dan layak masuk ke dalam Hall of Fame GOAL...

  2. Hall of Fame: Bagaimana Platini menjadi 'Sang Raja'?

    Michel Platini tak diragukan lagi adalah salah satu pesepakbola terhebat sepanjang masa. Pengatur serangan, pemberi assist, pencetak gol: Platini adalah pemain komplet, mampu meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di dunia sepakbola antara akhir tahun 1970-an dan pertengahan 1980-an. Ia adalah pemain nomor 10 yang sempurna, mewujudkan esensi sejati dari nomor punggung tersebut baik dulu maupun sekarang.

Tahukah Anda