Gabriel berubah dari pahlawan menjadi pecundang dalam kekecewaan Arsenal di final Liga Champions
Arsenal harus menelan kekecewaan dalam adu penalti melawan Paris Saint-Germain di final Liga Champions, setelah tendangan penalti krusial Gabriel melambung tinggi, sehingga memungkinkan sang juara bertahan meraih gelar Eropa kedua berturut-turut di Budapest. Kai Havertz sempat membawa The Gunners unggul lebih dulu, namun gol penyama kedudukan Ousmane Dembele di babak kedua dan pertahanan kokoh Arsenal membuat pertandingan ini berlanjut ke babak perpanjangan waktu.