PREVIEW Grup A: Rusia - Arab Saudi
Terakhir diperbarui
Gettyimages
Bukan laga pembuka Piala Dunia yang megah, namun duel negara kaya minyak bumi ini dijamin tidak membosankan.

Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, agak disayangkan Rusia tidak memiliki timnas mumpuni yang layak bersanding dengan negara-negara terbaik di dunia. Bukan hanya memiliki ranking FIFA terendah di antara kontestan lain, Rusia juga menjalani persiapan yang sama sekali tidak meyakinkan.

Sebelum kick-off laga pembuka kontra Arab Saudi di Stadion Luzhniki, Moskwa, Kamis (14/6) malam WIB, Rusia memang tidak pernah menang dalam tujuh pertandingan uji coba terakhir dengan tiga kali imbang dan empat kali kalah.

Masyarakat Rusia pun sejak awal sudah membuang jauh-jauh mimpi timnas kebanggaannya ini bisa seperti Prancis 1998 yang berjaya di rumah sendiri. Tak heran, nuansa pesimistis, kepanikan, dan bahkan kemarahan melanda Negeri Beruang Merah.

Dalam jumpa pers dua hari jelang laga, penyerang senior Artem Dzyuba sampai harus memohon dukungan dari publik Rusia. Dzyuba merasa heran dengan banyaknya kritik, terutama dari dalam negeri, terkait performa buruk pasukan Stanislav Cherchesov di saat Piala Dunia belum mulai.

“Saya meminta seluruh negeri untuk bersatu. Ini adalah turnamen terpenting dalam hidup kami. Kami butuh dukungan penuh Anda. Kami akan berjuang, menderita, dan setelah Piala Dunia selesai Anda boleh mengkritik kami,” kata Dzyuba, yang kemungkinan harus menyerahkan pos striker kepada Fyodor Smolov di partai pembuka ini.

ONLY GERMANY Fedor Smolov Russia 05062018Fyodor Smolov dkk. diliputi keraguan dari publik sendiri.

Di tengah keraguan ini, pelatih Cherchesov masih harus dipusingkan dengan strategi tim. Pensiunnya duo bek kembar, Vasili dan Aleksei Berezutski, hingga cedera parah yang diderita center-back andalan, Giorgi Dzhikiya dan Viktor Vasin, membuat Cherchesov kesulitan memakai sistem tiga bek yang selama ini menjadi andalannya.

Beruntung, Sbornaya boleh berharap bisa memetik poin di partai pembuka ini lantaran lawan mereka adalah Arab Saudi, yang kurang lebih memiliki kualitas setara. (peringkat 67 pada ranking FIFA). Osama Hawsawi dkk. juga tidak dalam tren bagus, selalu kalah dalam tiga laga uji coba terakhir melawan Italia, Peru, dan Jerman.

Biar begitu, The Green Falcons yang dilatih eks pelatih Cile Juan Antonio Pizzi ini tentu punya ambisi untuk tidak sekadar menjadi tim penggembira. Mereka bakal tak gentar melawan tekanan 80 ribu publik di Stadion Luzhniki guna menggapai angka perdana di Grup A.

 

PRAKIRAAN SUSUNAN PEMAIN:

Rusia (3-4-2-1): Akinfeev; Smolnikov, Kutepov, Ignashevich; Mario Fernandes, Samedov, Zobnin, Zhirkov; Dzagoev, Golovin; Smolov.

Arab Saudi (4-2-3-1): Al-Mayoof; Al Burayk, Osama Hawsawi, Omar Hawsawi, Al-Shahrani; Al-Faraj, Al-Khaibari; Al-Shehri, Al-Jassim, Al-Sahlawi; Al-Muwallad.

 

TAHUKAH ANDA?

  • Satu-satunya pertemuan Rusia dan Arab Saudi terjadi pada Oktober 1993. Arab Saudi menang 4-2 dalam laga uji coba itu.
  • Sejak Uni Soviet bubar, Rusia tak pernah mencapai babak gugur Piala Dunia. Dalam tiga edisi Piala Dunia yang mereka ikuti (1994, 2002, 2014), mereka selalu finis ketiga di babak grup.
  • Afrika Selatan menjadi satu-satunya negara tuan rumah yang gagal lolos dari fase grup di Piala Dunia 2018. Ada potensi Rusia mengikuti jejak Afsel mengingat mereka adalah kontestan Piala Dunia 2018 dengan peringkat FIFA terendah (70).
  • Rusia tak pernah menang dalam lima partai terakhir di Piala Dunia (S2 K3). Sejak Uni Soviet pecah, Rusia juga cuma pernah dua kali menang di Piala Dunia, melawan Kamerun 6-1 (1994) dan Tunisia 2-0 (2002).
  • Ini adalah penampilan kelima Arab Saudi di Piala Dunia. Namun mereka tak pernah menang dalam sepuluh laga terakhir di Piala Dunia dan selalu finis terbawah di tiga edisi terakhir. Pencapaian terbaik mereka terjadi pada 1994, dengan lolos ke babak 16 besar namun terhenti oleh Swedia.
  • Pelatih kedua tim, Stanislav Cherchesov dan Juan Antonio Pizzi, sama-sama hanya mencatatkan satu kali penampilan Piala Dunia sebagai pemain. Cherchesov melakukannya bersama Rusia di 1994 (vs Kamerun), sedangkan Pizzi bersama Spanyol di 1998 (Paraguay).

 

PREDIKSI GOAL INDONESIA: Rusia 2-1 Arab Saudi

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Jadwal Timnas Indonesia Di Piala AFF U-19 2018
2. AFC Sanksi Berat Kiper Persija
3. RESMI: Julen Lopetegui Pelatih Baru Real Madrid
4. PSMS Gerilya Lobi Pemain Persija & Persib
5. Sepuluh Pemain Terbaik Dari 32 Kontestan Piala Dunia Versi FIFA 18

 

performa

Rusia
Arab Saudi Arab Saudi
Komentar ()