Hasil Pertandingan: PSIS Semarang 1–0 Barito Putera
Gol tunggal Bruno Silva membuat PSIS untuk sementara terbebas dari zona degradasi.

PSIS Semarang sukses keluar dari zona merah klasemen sementara Liga 1 2018 setelah memetik kemenangan tipis 1-0 atas Barito Putera di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (13/10) sore WIB.

Tambahan tiga angka mengangkat posisi PSIS ke peringkat 13 klasemen sementara setelah mengumpulkan nilai 30. Sedangkan ambisi Barito Putera menyodok ke posisi lebih baik menjadi tersendat, dan tetap berada di peringkat ke tujuh dengan 36 poin.

Babak pertama

Pertandingan antara PSIS dan Barito Putera berlangsung menarik, karena kedua tim memperlihatkan permainan terbuka. PSIS, yang tampil di kandang, mengambil inisiatif menyerang lebih dulu.

Skema agresif PSIS ini membuahkan hasil ketika laga memasuki menit keenam. Umpan silang Bruno Silva dari sisi kanan serangan disambut tandukan Hari Nur Yulianto untuk menjebol gawang Dian Agus Prasetyo.

Barito Putera berusaha bangkit untuk menyamakan kedudukan. Peluang didapat tim tamu pada menit ke-18. Tendangan bebas Matias Cordoba disundul Aaron Evans, tapi dapat diamankan kiper Jandia Eka Putra.

PSIS yang mencoba menggandakan keunggulan memberikan ancaman pada menit ke-37. Berawal dari sepak pojok, Hari Nur menyambut bola dengan sundulan, namun kali ini Dian Agus dapat mengantisipasinya dengan baik.

Di lain sisi, usaha Barito Putera menyamakan kedudukan kerap menemui jalan buntu di barisan belakang PSIS, sehingga skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah bertahan hingga babak pertama usai.

Babak kedua

Pertarungan antara PSIS dan Barito Putera tetap menarik di babak kedua. PSIS langsung menggebrak pertahanan tim tamu, karena menganggap keunggulan satu gol belum aman, tapi dapat dipatahkan barisan belakang Laskar Antasari.

Di lain sisi, Barito Putera yang ingin mengejar ketertinggalan mendapatkan peluang untuk menyamakan kedudukan di menit ke-59. Samsul Arif menerobos pertahanan PSIS, dan melepaskan tendangan, namun dapat diblok Jandia.

Duel PSIS dan Barito Putera makin sengit, sehingga perebutan bola lebih sering terjadi di lini tengah. Tidak ada ancaman serius yang diberikan PSIS dan Barito Putera ke pertahanan lawan masing-masing.

Di sepuluh menit tersisa, Barito Putera mulai menguasai permainan setelah PSIS cenderung memperkuat pertahanan untuk mempertahankan keunggulan. Akibatnya, Barito Putera menemui jalan buntu.

Sementara PSIS sempat menghadirkan ancaman melalui serangan balik cepat. Umpan silang Hari Nur dari sisi kanan pertahanan Barito Putera disambut tandukan Silva, namun dapat diblok kiper. Skor 1-0 ini akhirnya bertahan hingga peluit panjang ditiupkan wasit.

Berikut susunan pemain kedua tim:

PSIS: Jandia Eka Putra; Gilang Ginarsa, Safrudin Tahar, Fauzan Fajri Nasrullah, Petar Planic, Ibrahim Conteh, Nerius Alom, Muhamad Yunus, Hari Nur Yulianto, Komarudin, Bruno Silva.
Cadangan: Joko Ribowo; Frendy Saputra, Rio Saputro, Hafit Ibrahim, Bayu Nugroho, Melcior Majefat, Gustur Cahyo Putro.

Pelatih: Jafri Sastra

Barito Putera: Dian Agus Prasetyo; Jajang Sukmara, Dandi Maulana Abdulhak, Muhammad Rifqi, Aaron Evans, Paulo Sitanggang, Gavin Kwan Adsit, Fajar Handika, Matias Cordoba, Douglas Packer, Samsul Arif.
Cadangan: Adhitya Harlan; Rony Beroperay, Ady Setiawan, Dona Saputra, Sandy Ferizal, Nico Fadilah, TA Mushafry.

Pelatih: Jacksen F Tiago

 

View this post on Instagram

PSSI: Pemanggilan Pemain Berdasarkan Regulasi FIFA Bukan Ancaman . PSSI menegaskan tidak ada ancaman dalam pemanggilan pemain ke timnas Indonesia. Ini untuk menyanggah komentar manajer Sriwijaya FC Ucok Hidayat yang menyatakan hal tersebut. . Sebelumnya, Ucok menyampaikan ada pemain Sriwijaya FC yang takut bila tak memenuhi panggilan timnas Indonesia. Adanya ancaman dari federasi sepakbola nasional tersebut yang jadi penyebabnya. . Namun, kepala hubungan media dan promosi digital PSSI, Gatot Widakdo, menjelaskan tata cara pemanggilan pemain sudah sesuai dengan ketentuan. Maka dari itu, ia merasa bingung dengan klaim Ucok tersebut. . "Soal pemanggilan pemain timnas. sesuai regulasi FIFA. Setiap klub punya kewajiban melepas pemain pada setiap laga FIFA match day, jadi inilah dasar pemanggilan pemain bukan ancaman," kata Gatot kepada Goal Indonesia. . "Kedua soal jadwal kompetisi Liga. Ini semua yang membuat operator liga bukan PSSI. Jadi, merekalah yang mestinya menyesuaikan jadwal laga liga dengan FIFA match day," imbuhnya. . Berdasarkan Pasal 36 ayat 2 Statuta FIFA soal regulasi transfer dan status pemain, memang disebutkan klub dan pemain harus menghormati panggilan dari federasi. Asalkan, agenda tersebut masuk dalam kalender resmi FIFA. . Merujuk dengan statuta yang sudah disebutkan, PSSI punya landasan yang kuat memanggil pemain Sriwijaya FC. Mengingat, uji coba timnas Indonesia di bulan Oktober ini semuanya masuk dalam kalender FIFA. . Tercatat ada tiga pemain Laskar Wong Kito yang diajak saat timnas Indonesia mengalahkan Myanmar tiga gol tanpa balas, beberapa hari lalu. Mereka adalah Zulfiandi, Alberto 'Beto' Goncalves, dan Esteban Vizcarra. . Akan tetapi, pada laga uji coba melawan Hong Kong, 16 Oktober nanti, tenaga Vizcarra tak lagi digunakan. Tapi ada pemain Sriwijaya FC lainnya yang dipanggil ke timnas, yakni Marckho Sandy Merauje. Tampaknya ini lantaran tim pelatih skuat Garuda masih butuh untuk melihat lebih jauh pemain yang bisa bermain di posisi bek sayap.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Satu Syarat Messi Bisa Juara Piala Dunia 2022
2. Pesan Tegas Bos Persib Bandung
3. Bonucci: Pindah Ke Milan Keputusan Buruk
4. Akhiri Konflik Dengan Mourinho, Pogba Harus Hengkang
5. Jorginho, Higuain & Rekrutan Anyar Terbaik Sejauh Ini
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer - Liga 1

Komentar ()