Hasil Pertandingan: Perseru Serui 2–0 Persela Lamongan
Raihan tiga poin dari Persela membuat Perseru memutus catatan tidak pernah menang di enam laga terakhir.

Perseru Serui berhasil menghentikan packelik kemenangan setelah menundukkan Persela Lamongan 2-0 di Stadion Marora, Sabtu (13/10) sore WIB, pada pertandingan pekan ke-25 Liga 1 2018.

Walau memetik kemenangan, Perseru belum beranjak dari zona degradasi, dan kini menempati peringkat ke-17 dengan koleksi nilai 27. Sedangkan Persela tetap berada di posisi kesepuluh dengan poin 32.

Babak pertama

Perseru, yang berusaha menghentikan paceklik kemenangan di enam laga terakhir, memperlihatkan permainan agresif sejak peluit kick-off ditiupkan wasit. Sedangkan Persela terkesan menunggu untuk mencari celah menekan pertahanan lawan.

Perseru mendapatkan peluang melalui set-pieces Omar 'Mazinho' Dos Santos Filho, namun belum menghadirkan ancaman serius. Di lain sisi, Persela mulai mengimbangi permainan Perseru selepas laga berjalan sepuluh menit.

Kubu tuan rumah berhasil membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-20 melalui eksekusi penalti Mazinho. Hadiah penalti diberikan wasit menyusul pelanggaran Gian Zola kepada Yohanis Nabar di kotak terlarang.

Tertinggal satu gol, Persela menaikkan irama permainan untuk menyamakan kedudukan. Peluang didapat tim tamu melalui tendangan bebas Ahmet Atayew selang dua menit kemudian, tapi hanya menghasilkan sepak pojok.

Perseru sukses menggandakan keunggulan melalui aksi solo run Silvio Escobar yang diakhiri dengan menaklukkan Dwi Kuswanto pada menit ke-37. Skor 2-0 ini bertahan hingga babak pertama usai.

Babak kedua

Pertarungan antara Perseru dan Persela tetap berjalan ketat, karena kedua tim memeragakan skema permainan agresif. Persela yang mengalami defisit dua gol berusaha untuk mengejar ketertinggalan.

Peluang diperoleh Perseru pada menit ke-51, tapi tendangan bebas Mazinho masih belum membuahkan hasil. Duel pun makin sengit, karena kedua tim menerapkan permainan agresif.

Namun selepas laga berjalan satu jam, Persela mulai menguasai permainan, dan mendapatkan peluang melalui tendangan bebas Ahmad Basith pada menit ke-71. Sayangnya, eksekusi Basith tidak menemui sasaran.

Perseru yang sempat kewalahan menghadapi agresivitas Persela, meningkatkan irama permainan mereka agar lawan tidak terlalu leluasa. Jual beli serangan pun mewarnai pertandingan di sepuluh menit tersisa.

Kedua tim juga berusaha memaksimalkan set-pieces, baik melalui tendangan bebas maupun sepak pojok. Kendati demikian, usaha Perseru dan Persela, termasuk tendangan bebas penggawa Laskar Joko Tingkir Guntur Triaji di injury time, tidak mengubah papan skor yang tetap menunjukkan kedudukan 2-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Berikut susunan pemain kedua tim:

Perseru: Samuel Reimas; Boas Isir, Tony Rooy Ayomi, Kunihoro Yamashita, Kelvin Wopi, Arthur Bonai, I Gusti Rustiawan, Omar 'Mazinho' Dos Santos Filho, Ronaldo Mesido, Silvio Escobar, Yohanis Nabar.
Cadangan: Hendra Mole; Indra Permana, Josua Merauje, Zico Sukmana, Anton Sandi Pairie, Sidik Saimima, Delvin Rumbino.

Pelatih: Wanderley Junior

Persela: Dwi Kuswanto; Arif Satria, Eky Taufik, Wallace Costa Alves, Ahmad Basith, Birrul Walidain, Ahmet Atayew, Gian Zola, Fahmi Al Ayyubi, Dendy Sulistyawan, Loris Arnaud.
Cadangan: M Ridwan; Abd Tri Oka, Moch Zaenuri, M Agung Pribadi, Dio Permana, Guntur Triaji, Sugeng Efendi.

Pelatih: Aji Santoso

 

View this post on Instagram

PSSI: Pemanggilan Pemain Berdasarkan Regulasi FIFA Bukan Ancaman . PSSI menegaskan tidak ada ancaman dalam pemanggilan pemain ke timnas Indonesia. Ini untuk menyanggah komentar manajer Sriwijaya FC Ucok Hidayat yang menyatakan hal tersebut. . Sebelumnya, Ucok menyampaikan ada pemain Sriwijaya FC yang takut bila tak memenuhi panggilan timnas Indonesia. Adanya ancaman dari federasi sepakbola nasional tersebut yang jadi penyebabnya. . Namun, kepala hubungan media dan promosi digital PSSI, Gatot Widakdo, menjelaskan tata cara pemanggilan pemain sudah sesuai dengan ketentuan. Maka dari itu, ia merasa bingung dengan klaim Ucok tersebut. . "Soal pemanggilan pemain timnas. sesuai regulasi FIFA. Setiap klub punya kewajiban melepas pemain pada setiap laga FIFA match day, jadi inilah dasar pemanggilan pemain bukan ancaman," kata Gatot kepada Goal Indonesia. . "Kedua soal jadwal kompetisi Liga. Ini semua yang membuat operator liga bukan PSSI. Jadi, merekalah yang mestinya menyesuaikan jadwal laga liga dengan FIFA match day," imbuhnya. . Berdasarkan Pasal 36 ayat 2 Statuta FIFA soal regulasi transfer dan status pemain, memang disebutkan klub dan pemain harus menghormati panggilan dari federasi. Asalkan, agenda tersebut masuk dalam kalender resmi FIFA. . Merujuk dengan statuta yang sudah disebutkan, PSSI punya landasan yang kuat memanggil pemain Sriwijaya FC. Mengingat, uji coba timnas Indonesia di bulan Oktober ini semuanya masuk dalam kalender FIFA. . Tercatat ada tiga pemain Laskar Wong Kito yang diajak saat timnas Indonesia mengalahkan Myanmar tiga gol tanpa balas, beberapa hari lalu. Mereka adalah Zulfiandi, Alberto 'Beto' Goncalves, dan Esteban Vizcarra. . Akan tetapi, pada laga uji coba melawan Hong Kong, 16 Oktober nanti, tenaga Vizcarra tak lagi digunakan. Tapi ada pemain Sriwijaya FC lainnya yang dipanggil ke timnas, yakni Marckho Sandy Merauje. Tampaknya ini lantaran tim pelatih skuat Garuda masih butuh untuk melihat lebih jauh pemain yang bisa bermain di posisi bek sayap.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Satu Syarat Messi Bisa Juara Piala Dunia 2022
2. Pesan Tegas Bos Persib Bandung
3. Bonucci: Pindah Ke Milan Keputusan Buruk
4. Akhiri Konflik Dengan Mourinho, Pogba Harus Hengkang
5. Jorginho, Higuain & Rekrutan Anyar Terbaik Sejauh Ini
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer - Liga 1

Komentar ()