PREVIEW Liga 1: Persela Lamongan - PSIS Semarang
Persela tak khawal khusus penyerang PSIS, sementara Jafri ingin patahkan rekor Laskar Joko Tingkir.


LIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   LAMONGAN   

Persela Lamongan optimistis mendulang poin penuh saat menjamu PSIS Semarang di Stadion Surajaya, Jumat (5/10) malam WIB, setelah mempelajari permainan Mahesa Jenar di bawah asuhan Jafri Sastra.

Pelatih Aji Santoso mengatakan, permainan PSIS mengalami peningkatan sejak ditangani Jafri. Namun mereka sudah mengantisipasi permainan lawan, dan tidak akan menerapkan man-to-man marking, terutama kepada striker PSIS Bruno Silva.

“Sekarang ada peningkatan di tim PSIS, setelah ditangani coach Jafri Sastra. Saya sudah tonton permainan mereka di tiga laga terakhir, saat lawan [PSMS] Medan, Persija [Jakarta], dan [Perseru] Serui,” ungkap Aji.

“Dalam filosofi saya tidak pernah lakukan man-to-man marking. Saya tahu striker PSIS bagus, tapi saya akan lakukan dengan cara saya. Kami akan tampil sportif, menyerang. Perlu perjuangan keras untuk mempertahankan belum terkalahkan di kandang.”

Aji menambahkan, ia belum bisa memastikan Diego Assis tampil di laga malam ini setelah kembali berlatih bersama tim. Assis sempat absen latihan akibat mendapat cedera, dan harus menjalani operasi.

“Diego Assis juga sudah mulai latihan, tapi perkembangannya saya lihat hingga siang, apakah bisa dimainkan atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Jafri mengutarakan, tim asuhannya bakal melakukan upaya maksimal untuk mematahkan rekor Persela di kandang. Apalagi tiga poin sangat dibutuhkan demi mengeluarkan PSIS dari ancaman degradasi.

Jafri menyatakan, walau PSIS kini berada satu tangga di atas zona degradasi, raihan poin perlu dikejar, karena selisih angka tidak berjauhan dengan tim yang berada di zona merah, yakni PS TIRA, Perseru, dan PSMS.

“Dari statistik, Persela tidak pernah kalah di Lamongan. Tapi kami punya keinginan bisa meraih poin di sini. Kami harus kerja keras, fokus, karena PSIS sendiri berada di posisi yang tidak kami inginkan,” urai Jafri.

“PSIS di manapun bertanding memang butuh poin. Mudah-mudahan pemain bisa tampil maksimal, sebab masyarakat di Semarang tentu tak ingin PSIS ini terdegradasi. Jadi kami akan kerja keras di 11 sisa pertandingan agar mampu bertahan, dan terhindar dari degradasi.” (gk-43)

Berikut prakiraan susunan pemain kedua tim:

Persela: M Ridwan; Birrul Walidain, Wallace Costa, Arif Satria, Eki Taufik; Ahmad Subagja Baasith, Ahmet Atayev, Fahmi Al Ayyubi, Guntur Triaji; Dendy Sulistyawan, Loris Arnaud.

PSIS: Jandia Eka Putra; Fauzan Fajri, Gilang Ginarsa, Petar Planic, Safrudin Tahar; Bayu Nugroho, Hafit Ibrahim, Ibrahim Conteh, Muhamad Yunus; Bruno Silva, Hari Nur Yulianto.

 

View this post on Instagram

PSSI melalui Komisi Disiplin (Komdis) telah mengumumkan secara resmi sanksi apa yang diberikan terkait insiden berdarah yang menewaskan satu suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, 23 September lalu. Dari deretan sanksi yang ada, hukuman terberat memang didapatkan Persib Bandung selaku tuan rumah. . Salah satunya, mereka hanya boleh bermain di luar pulau Jawa pada sisa kompetisi musim ini dan setengah musim pada 2019, plus tanpa penonton. Sanksi tersebut menuai pro dan kontra. . Sayangnya, oknum yang tidak bisa menerima sanksi tersebut, mulai melakukan tindakan di luar kewajaran. Kabar terbaru, para pengurus PSSI malah mendapatkan teror yang berlebihan. . Teror itu bukan hanya lewat media sosial, tapi juga langsung ke telepon genggam pribadi pengurus PSSI. "Ya, pengurus PSSI menerima ribuan teror lewat alat komunikasi pribadi. Dari sekadar olok-olok, hingga ancaman pembunuhan atas hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin tersebut. Tentu kami sangat menyayangkan teror itu dilakukan lewat nomor telepon pribadi hingga mengganggu proses kerja mengurusi sepakbola nasional," kata Gatot Widakdo, head of Media Relation and Digital Promotion PSSI ketika dikonfirmasi. . Dengan menerima ribuan teror, lanjut Gatot, alat komunikasi menjadi terganggu. Padahal, pengurus masih harus terus menjalin komunikasi dengan stakeholder sepakbola di Tanah Air, begitu juga dengan pihak-pihak kolega federasi di luar negeri. . Sejumlah pengurus PSSI juga berharap seluruh pihak bisa menahan diri untuk melihat perjalanan sepakbola nasional yang lebih tenang dan damai guna membangun jalan menuju prestasi tim nasional. . "Kami juga heran, bagaimana mungkin nomor telepon pribadi pengurus bisa disebarluaskan hanya untuk mengirimkan teror-teror yang berbau kebencian dan ancaman pembunuhan. Sebaiknya hal ini dihentikan dan mari kita berpikir positif. Kami pun belum berencana melaporkannya ke pihak Kepolisian, meski ini bisa kami perkarakan," tambah Gatot.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Neraka Di Depan Mata Manchester United & Jose Mourinho
2. Fans Real Madrid Mulai Rindukan Cristiano Ronaldo
3. Marko Simic Alami Kecelakaan Lalu Lintas
4. Man United & Barcelona Jadi Destinasi Favorit Beppe Marotta
5. Daftar Rekrutan Penting Marotta Untuk Juventus
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer - Liga 1

performa

Persela
PSIS Semarang PSIS Semarang
Komentar ()