REVIEW La Liga Spanyol: Gol "Tangan Tuhan" Menangkan Villarreal
Cédric Bakambu La Liga 2242017
Goal
Villarreal meraih kemenangan dramatis di El Madrigal atas Leganes, tetapi gol penentu nan telat dari Cedric Bakambu tampak dicetak menggunakan tangan,

OLEH   DEDE SUGITA     Ikuti di twitter

Villarreal bersusah-payah menundukkan tim papan bawah Leganes 2-1, Sabtu (22/4), untuk mengukuhkan tempat di zona Liga Europa, namun tiga poin El Submarino Amarillo diraih secara kontroversial lewat gol menggunakan tangan.

Pahlawan kemenangan tuan rumah, dan tokoh antagonis untuk Leganes, dalam laga lanjutan La Liga Spanyol di El Madrigal ini adalah Cedric Bakambu. Striker internasional Republik Demokratik Kongo ini memborong sepasang gol ke gawang Iago Herrerin, dengan yang kedua amat menyesakkan kubu tamu karena semestinya tidak disahkan.

KLASEMEN LA LIGA SPANYOL

Leganes mengira akan pulang membawa poin setelah Guerrero menyamakan angka 1-1 di menit ke-90, membalas gol pembuka Bakambu (68'). Namun, harapan Leganes buyar oleh keputusan keliru wasit. Memasuki menit kedua injury time, Bakambu terlihat jelas melakukan handball saat menyongsong umpan silang Jonathan dos Santos. Gol "Tangan Tuhan" tersebut akhirnya menjadi penentu.

Di La Rosaleda, tuan rumah Malaga mengatasi Valencia dua gol tanpa balas. Kedua gol skuat pimpinan Michel seluruhnya hadir di babak pertama. Pertama Jose Recio memecahkan kebuntuan di menit ke-36 sebelum Sandro Ramirez menaklukkan kiper Diego Alves tak lama kemudian untuk menggandakan keunggulan Malaga. Kedua tim masih sama-sama berkutat di papan tengah klasemen menyusul hasil ini.

Sementara itu, Sporting Gijon secara dramatis bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk meraih hasil sama kuat 2-2 di El Sadar, kandang Osasuna. Bunuh diri Jorge Mere di babak pertama disusul aksi Kenan Kodro selepas interval sempat membuat tuan rumah memimpin nyaman.

Tak dinyana, potensi kemenangan Osasuna pupus seketika akibat dua gol dalam jarak dua menit dari tim tamu. Roberto Canella memangkas defisit untuk Gijon di menit ke-79 sebelum pemain pengganti Carlos Castro memaksakan skor imbang sesaat kemudian.

Kendati masih berada di zona merah, paling tidak raihan satu poin ini cukup krusial untuk mempertahankan peluang Gijon menghindari degradasi. Sementara, Osasuna terus terjebak di dasar tabel dan hampir mustahil selamat.