Dedi Hartono, Pilar Mini SP

Dari segi postur, bek sayap kanan Semen Padang ini boleh disebut tergolong mini. Namun, tubuh kecil itu tak menjadi halangan bagi Dedi Hartono untuk memberi kontribusi besar bagi timnya. Sukses Semen Padang sebagai pemuncak grup I divisi utama sejauh ini, tak terlepas dari kerja keras pemain muda ini.

Bukti terbaru diberikan anak muda kelahiran, 12 Januari 1987 saat SP melibas Persires Rengat 4-0, Jumat (26/3) di Stadion H Agus Salim. Dalam laga ini, adik kandung May Rahman, mantan pemain PSIS Semarang dan Semen Padang itu,  layak menyandang predikat man of the match.

Selain rajin menusuk dari garis pinggir lapangan, melewati satu atau dua pemain lawan dengan mudahnya, Dedi kerap melepas umpan-umpan crossing yang membuat pertahanan lawan kocar-kacir. Bahkan dalam lagi ini, Dedi menyumbang satu asist untuk Edward Wilson Junior, dan mencetak satu gol.

Gol Dedi juga bukan gol sembarangan, karena dari tengah lapangan dia berjibaku melewati tiga pemain Persires, menusuk ke kotak penalti lawan sebelum mengakhiri dengan tembakan yang merobek gawang Persires.

"Dedi bermain dengan hati dan otaknya, kelebihan itu membuat kekurangan dari segi postur tertutupi," ujar Suhatman Iman, mantan pelatih SP yang menyaksikan laga lawan Persires.

Hal itu juga tak dibantah asisten pelatih Nil Maizar yang menyebut Dedi adalah pemain yang cerdas. Skill bagus yang dipadu dengan sangat kreatif di lapangan, membuat pemain muda yang sudah tiga musim membela SP ini  terlihat menonjol. Itu pula sebabnya, satu posisi di starting XI SP nyaris tak pernah lepas dari genggamannya.

Walau disebut punya peran besar dalam tim, ternyata pemain bertinggi badan 163 cm ini tak besar kepala. Dia melihat sepakbola adalah permainan tim.

"Saya sama dengan pemain lain, hasil yang dicapai SP sejauh ini bukan karena saya, tapi karena kami bisa bermain sebagai tim," kata pemakai nomor 12 di SP ini.

Ditanya soal masa depannya, apakah akan tetap memperkuat SP atau mencari tantangan baru di klub-klub lain, terutama di ajang Superliga Indonesia, Dedi mengaku saat ini belum memikirkan hal itu.

Dia mengaku fokusnya saat ini hanya untuk Semen Padang. Dia bertekad, akan mati-matian membantu SP lolos ke Superliga Indonesia musim depan. (*gcik).

>>> Halaman Khusus Sepakbola Nasional.