Tuntut Gaji, Pemain PSIM Yogyakarta Ancam Mogok Bertanding

Pemain PSIM mendatangi kantor wali kota Yogyakarta menuntut pembayaran gaji yang sudah tertunggak selama dua bulan.


GOALOLEH   DONNY AFRONI

Penggawa PSIM Yogyakarta mengancam tidak akan melakoni dua pertandingan sisa Grup 5 Divisi Utama Liga Indonesia 2014 bila manajemen klub belum membayar tunggakan gaji mereka selama dua bulan.

PSIM akan menjamu PSS Sleman, Selasa (19/8), dan Persinga Ngawi selang empat hari kemudian. Namun laga itu terancam tak bisa terlaksana bila pemain melakukan aksi mogok akibat tersendatnya pembayaran gaji. PSIM masih berpeluang lolos ke 16 Besar jika mampu mengalahkan kedua tim tersebut.

Para pemain hari ini mendatangi kantor wali kota Yogyakarta yang juga ketua PSIM Haryadi Suyuti menuntut pembayaran tunggakan gaji. Pelatih Seto Nurdiantoro pun ikut mendampingi pemain.

Gelandang Topas Pamungkas mengatakan, selain gaji, para pemain berharap agar manajemen dapat memenuhi uang sepatu dan kebutuhan tim di mess. Menurutnya, selama ini pemain PSIM sudah bersabar menunggu pembayaran gaji.

“Sebagian besar pemain menggantungkan hidupnya di sepakbola. Pemain berharap tetap bisa bertanding, karena ingin membawa tim ke 16 Besar. Tapi kami menagih apa yang seharusnya menjadi hak kami,” ujar Topas.

“Pemain berusaha berkomitmen melakukan pertandingan. Tapi entah untuk dua pertandingan kandang terakhir.”

Menanggapi tuntutan pemain, Haryadi meminta mereka agar tetap melakoni pertandingan melawan PSS dan Persinga. Haryadi menjanjikan tuntutan itu akan menemui titik terang, Selasa (19/8) pagi WIB.



Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2014
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama

>