TANYA-JAWAB Tentang Koefisien UEFA

Anda bingung tentang koefisien UEFA dan penasaran tentang cara menghitung koefisien UEFA? GOAL.com Indonesia menjelaskannya dalam bentuk tanya-jawab.
Apa itu koefisien UEFA?

Sebuah statistik yang dipergunakan untuk ranking tim di level antarklub maupun antarnegara.

Siapa yang menghitung koefisien ini?

Tugas menghitung koefisien adalah UEFA sendiri, sebagai otoritas yang resmi untuk sepakbola Eropa. Koefisien ini terbagi tiga jenis:
  1. Koefisien untuk tim nasional di Eropa.
  2. Koefisien untuk liga-liga Eropa.
  3. Koefisien untuk klub-klub sepakbola di Eropa.
Apa saja kegunaan koefisien ini?

Untuk koefisien timnas, UEFA bisa menentukan timnas mana yang masuk ke pot tim-tim unggulan untuk undian babak kualifikasi hingga putaran final Euro. Dengan menerapkan koefisien UEFA dalam sebuah drawing, tim-tim besar akan saling menghindar di babak kualifikasi. Namun untuk Piala Dunia, koefisien UEFA tidak lagi berlaku, melainkan ranking FIFA.

Sedangkan untuk liga dan klub, koefisien UEFA akan bermanfaat untuk menentukan jumlah tim yang bisa diikutkan ke Liga Champions dan Liga Europa, dan juga untuk tujuan drawing sebagaimana halnya koefisien timnas.

Bagaimana cara menghitung koefisien timnas?

Sebelum Euro 2008, koefisien ini hanya ditentukan melalui hasil yang diraup timnas. Caranya dengan membagikan total perolehan poin yang diraih (tiga poin untuk kemenangan, satu untuk hasil seri) dengan jumlah pertandingan yang dimainkan dalam dua babak kualifikasi dari Piala Dunia atau Piala Eropa. Hasil dari babak play-off tidak dianggap. Untuk beberapa tim, hanya satu babak kualifikasi yang dianggap, apabila mereka tuan rumah dalam satu dari dua turnamen terakhir.

Metode seperti ini diubah usai Euro 2008, di mana sebuah tim memperoleh poin dari setiap pertandingan dalam lima kualifikasi turnamen terakhir atau putaran final Piala Dunia atau Piala Eropa.
  1. 10.000 poin diberikan untuk setiap pertandingan yang dimainkan.
  2. Diberikan tambahan 30.000 poin untuk setiap kemenangan, 20.000 poin untuk kemenangan melalui adu penalti, dan 10.000 poin untuk hasil seri atau kalah adu penalti.
  3. Tambahan poin yang berkisar dari 6.000 hingga 38.000 diberikan untuk babak play-off atau putaran final.
  4. Setiap gol yang dicetak, 501 poin diberikan, dan 500 poin berkurang untuk setiap gol kemasukan.
  5. Jumlah poin dari semua hasil di atas dibagikan dengan jumlah pertandingan yang dimainkan timnas bersangkutan.
  6. Rumusnya sedikit berbeda untuk negara tuan rumah yang tidak mengikuti babak kualifikasi.
  7. Turnamen yang lebih baru bobotnya dua kali lebih tinggi dengan turnamen yang paling lama.
Dengan demikian, pada akhir tahun 2009, Spanyol berada dalam ranking teratas dengan 39.964 poin setelah menjuarai Euro 2008. Jerman sebagai runner-up di urutan kedua dengan 38.294 poin, kemudian Belanda (37.821), Italia (35.838) dan Inggris (34.819) melengkapi daftar lima besar. Selanjutnya ada Kroasia, Portugal, Prancis, Rusia dan Yunani di peringkat 6-10 secara berurutan.

Lalu bagaimana penghitungan koefisien liga?

Koefisien ini digunakan untuk tujuan ranking liga-liga Eropa, sekaligus menentukan jumlah klub yang berpartisipasi di Liga Champions dan Liga Europa. Ranking di tahun 2010 menentukan jumlah peserta Liga Champions dan Liga Europa di musim 2011/12, bukan untuk musim 2010/11.

Koefisien liga menghitung hasil-hasil yang diraih klub dalam liga bersangkutan di Liga Champions dan Liga Europa dari lima musim terakhir.

Jumlah poin yang diberikan pada setiap musim (dua poin untuk setiap kemenangan dan satu untuk setiap hasil seri) dibagikan dengan jumlah tim yang berpartisipasi dari negara bersangkutan pada musim itu. Perolehan poin dari lima musim terakhir dijumlahkan untuk mendapatkan koefisien liga.

Untuk babak-babak awal di Liga Champions dan Liga Europa, jumlah poin yang diperoleh klub-klub dari liga bersangkutan dibagi dua, dan diberikan poin bonus untuk:
  • Lolos ke babak grup Liga Champions = 4 poin tambahan
  • Lolos ke babak 16 besar Liga Champions = 5 poin tambahan
  • Lolos ke babak perempat-final, semi-final dan final Liga Champions dan Liga Europa = masing-masing 1 poin tambahan
Poin bonus di atas ditambahkan ke total poin yang diraih dalam satu musim.

Kemudian untuk menghitung koefisien klub?

Koefisien klub ditentukan melalui hasil-hasil yang diraih klub di Liga Champions dan Liga Europa selama lima musim terakhir. Koefisien ini mencakup 33 persen koefisien liga ditambah jumlah poin yang diraih klub selama lima musim terakhir.

Klub meraih dua poin untuk setiap kemenangan dan satu poin untuk hasil seri. Partisipasi di babak grup mendapat empat poin. Kemudian untuk setiap babak gugur yang dicapai di Liga Champions, atau perempat-final dan seterusnya di Liga Europa, diberikan tambahan satu poin.

Untuk ranking tim, hasil di babak kualifikasi tidak dianggap, dan mengikuti sistem perolehan poin sebagai berikut:

  Liga Champions Liga Europa
 Babak 1 0.50
0.25
 Babak 2 1.00 0.50
 Babak 3  - 1.00
 Babak 4  - 1.50
 Babak Grup
 - 2.00

Keterangan:

Poin kualifikasi di atas tidak diakumulasikan. Babak ketiga dan keempat kualifikasi Liga Champions tidak ada perolehan poin karena tim yang kalah akan masuk babak berikutnya di Liga Europa. Klub yang lolos ke babak grup Liga Champions sudah diberikan poin bonus (lihat di atas). Dua poin di babak grup Liga Europa adalah sebuah minimum dan tidak akan ditambahkan ke jumlah poin yang diraih pada babak grup. Kesimpulannya, semua tim yang berpartisipasi setidaknya mendapat poin di babak kualifikasi atau poin bonus.

Ranking klub UEFA adalah jumlah lima koefisien dalam lima tahun terakhir. Daftar ranking ini digunakan untuk tujuan undian babak grup Liga Champions dan Liga Europa.

Seperti apakah rumus koefisien UEFA?

Perhatikan rumus ini untuk koefisien timnas:

ccoef = rounddown(cpoints/cteams, 3)
crank = sum(ccoef);

Rumus koefisien klub:
  • Sejak 2009:
tcoef = 0.20 * rounddown(cpoints/cteams, 3) + tpoints
trank = rounddown(sum(tcoef) , 3)

  • Dari 2004 hingga 2008:
tcoef = 0.5 * rounddown( 0.33 * (2*cpoints/cteams), 3) + tpoints
trank = rounddown(sum(tcoef) , 3)


Keterangan:

ccoef = koefisien negara per tahun
rounddown = pemotongan tiga desimal
tpoints = jumlah poin per tim
cpoints = jumlah tpoints per negara
cteams = jumlah tim per negara
crank = ranking negara sepanjang lima tahun terakhir
ccoef = koefisien negara per tahun
sum = jumlah sepanjang lima tahun terakhir
tmatches = jumlah pertandingan per tim
crank = ranking negara sepanjang lima tahun terakhir
tcoef = koefisien tim per tahun
trank = ranking tim sepanjang lima tahun terakhir

Masih bingung. Bagaimana contoh perhitungannya?

Sebagai contoh, kita ambil perhitungan untuk Inter Milan yang masih bersaing di Liga Champions 2009/10. Selain Inter, masih ada satu klub lainnya dari Italia (hingga 11 Maret 2010) yang bersaing di Eropa, yakni Juventus di Liga Europa 2009/10.
  • Poin Pertandingan Inter
    • Dari tujuh pertandingan, Inter Milan menang tiga kali, imbang tiga kali dan kalah sekali. Berdasarkan keterangan di atas, berarti poin pertandingan Inter: (3 x 2) + (3 x 1) = 9 poin pertandingan
  • Bonus Inter
    • Lolos ke babak grup = 4 poin
    • Lolos ke 16 besar = 5 poin
    • Total bonus = 9 poin
  • Total Inter (tpoints) = 9 + 9 = 18 poin

  • Poin Pertandingan Juventus
    • Dari delapan pertandingan, Juventus menang tiga kali, imbang tiga kali dan kalah dua kali. Berdasarkan keterangan di atas, berarti poin pertandingan Juve: (3 x 2) + (3 x 1) = 9 poin pertandingan
  • Bonus Juventus
    • Partisipasi di babak grup Liga Champions = 4 poin
    • Total bonus = 4 poin
  • Total Juventus (tpoints) = 9 + 4 = 13 poin

cpoints = jumlah tpoints per negara:
  1. Fiorentina = 22 (tersingkir dari Liga Champions)
  2. Inter Milan = 18 (sementara hingga 11 Maret 2010)
  3. AC Milan = 16 (tersingkir dari Liga Champions)
  4. Juventus = 13 (sementara hingga 11 Maret 2010)
  5. AS Roma = 12,5 (tersingkir dari Liga Europa)
  6. Genoa = 6,5 (tersingkir dari Liga Europa)
  7. Lazio = 5 (tersingkir dari Liga Europa)
Total poin negara (cpoints) = 93
cteams = jumlah tim per negara = 7

Koefisien Inter Milan

tcoef = 0.20 * rounddown(cpoints/cteams, 3) + tpoints
tcoef = 0.20 * (93/7) + 21
tcoef = 23,657 setelah pembulatan tiga desimal

Koefisien Juventus

tcoef = 0.20 * rounddown(cpoints/cteams, 3) + tpoints
tcoef = 0.20 * (93/7) + 13
tcoef = 15,657 setelah pembulatan tiga desimal

Kesimpulannya:
Apabila Inter dan Juventus bisa lolos ke babak berikutnya, berarti total poin negara (cpoints) ikut bertambah, sekaligus pula koefisien klub Italia yang sudah tersingkir.