RAPOR PEMAIN: Indonesia 1-2 Oman

Performa pemain timnas senior seperti kehabisan bensin ketika dikalahkan Oman.
Oleh Donny Afroni

Markus Horison – 6: Performa kiper Arema Malang ini cukup bagus. Penempatan posisi yang tepat membuat Oman tidak mampu mencetak gol lebih dari dua. Dua gol yang bersarang di gawangnya akibat kesalahan pemain belakang.

Christian Warobay – 6: Tampil sebagai debutan starter timnas senior tidak membuat pemain Sriwijaya FC ini gugup. Mampu membuat pemain Oman kesulitan menembus pertahanan dari sektor kanan.

Charis Yulianto – 5: Tidak tenang mengawal pertahanan Indonesia, dan sempat terpancing emosinya. Gol kedua Oman tak lepas dari kesalahan Charis yang terlambat menutup ruang gerak lawan.

Nova Arianto – 6: Jatuh bangun menahan gempuran pemain depan Oman, Nova cukup bagus di pertandingan ini. Nova terkesan bekerja sendirian, karena tidak mendapat dukungan dari rekannya.

Isnan Ali – 5: Menjadi salah satu titik kelemahan pertahanan Indonesia di sektor kiri. Cedera hamstring yang belum sepenuhnya pulih membuat penampilan Isnan di bawah standar.

Firman Utina – 5: Terlihat kebingungan dalam membongkar tembok Oman. Tusukan ke jantung pertahanan lawan yang sering diperlihatkan di laga sebelumnya, sama sekali tidak terlihat.

Ponaryo Astaman – 5: Mengalami kebingungan dalam mengorganisir permainan. Beberapa kali kehilangan bola, sehingga Oman dengan leluasa bermain di lini tengah.

Syamsul Bachri – 5: Frustrasi menghadapi tekanan pemain Oman, sehingga kerap melakukan pelanggaran yang merugikan timnas senior.

Boaz Solossa – 6: Mencetak satu-satunya gol ke gawang Oman melalui aksi individu cukup menawan. Sayangnya, Boaz tak mampu mengontrol emosi, sehingga mendapat kartu kuning.

Budi Sudarsono – 4: Performa terburuk yang diperlihatkan Budi selama bermain untuk timnas. Budi ditarik keluar pada pertengahan babak pertama, karena kurang memberikan kontribusi berarti.

Bambang Pamungkas – 5: Tak berkutik akibat mendapat pengawalan ketat dari pemain belakang Oman. Jarang mendapatkan bola, dan tak mampu lepas dari para pengawalan lawannya.

Pemain Pengganti

TA Mushafri – 5 : Sempat memberikan perubahan ketika masuk menggantikan Budi, namun tidak memberikan kontribusi berarti.

M Roby n/a: Menempati posisi yang bukan sebenarnya ketika masuk menggantikan Isnan.

Hariono n/a: Masuk menggantikan Syamsul, tapi tak memberi dampak berarti bagi timnas.

Secara keseluruhan, pemain Oman mampu memperagakan permainan sepakbola dengan memanfaatkan lebar lapangan. Serangan dari tim jazirah Arab ini dating bergelombang, sehingga merepotkan barisan pertahanan Indonesia.

Bait Doorbeen Fawzi, Hassan Al Housni, dan Ismail Sulaiman mampu membangun serangan Oman yang mengancam pertahanan Indonesia. Tak jarang umpan maupun tendangan keras dari luar kotak penalti.



GOAL.com Indonesia Twitter
Ikuti GOAL.com Indonesia di Twitter.