FOKUS Piala Dunia 2010: Sekilas Tentang Lagu Kebangsaan Afrika Selatan

Lagu kebangsaan Afrika Selatan merupakan perpaduan dari lima bahasa dari 11 bahasa resmi negara tersebut.
Kurang dari enam bulan, Piala Dunia 2010 akan digelar di Afrika Selatan. Para pelancong dari segala penjuru dunia dipastikan akan membanjiri negara pelangi itu untuk menikmati pengalaman baru sekaligus menikmati atmosfer turnamen sepakbola terbesar sejagat.

Sepanjang Piala Dunia, lagu kebangsaan Afrika Selatan akan menjadi salah satu hal yang akan diingat oleh para pendukung sepakbola yang hadir langsung ataupun yang menyaksikan dari kejauhan melalui layar televisi.

Tidak ada salahnya jika Goal.com mencoba untuk berbagi pengetahun terkait lirik dan sejarah salah satu lagu kebangsaan terunik di dunia tersebut.

Sejak tahun 1997, lagu kebangsaan Afrika Selatan merupakan perpaduan dari lirik baru berbahasa Inggris, hymne 'Nkosi Sikelel iAfrika' atau 'Tuhan memberkati Afrika dan bekas lagu kebangsaan terdahulu 'Die Stem van Suid-Afrika (Suara Afrika Selatan).

Lagu kebangsaan Afrika Selatan adalah satu-satunya lagu kebangsaan neo-modal di dunia. Menariknya, lirik lagu ini memadukan lima bahasa resmi terpopuler dari 11 bahasa resmi Afrika Selatan yaitu Xhosa (stanza pertama, dua baris pertama), Zulu (stanza pertama, dua baris terakhir), Sesotho (stanza kedua), Afrikaans (stanza ketiga) dan Inggris (stanza terakhir).

Ya, memang benar: 11 bahasa resmi. Afrika Selatan memiliki keanekaragaman dan Anda akan menemukan perpaduan budaya di sana salah satunya tertuang dalam lagu kebangsaan mereka dengan baik.

Nkosi Sikelel' iAfrika disusun pada tahun 1897 oleh Enoch Sontonga, seorang guru Methodist. Sejatinya dinyanyikan sebagai hymne di gereja, namun kemudian bertransformasi menjadi salah satu simbol perlawanan terhadap pemerintahan apartheid. Sedangkan Die Stem van Suid - Afrika adalah sebuah puisi yang ditulis oleh C.J. Langenhoven pada tahun 1918, kemudian dijadikan lagu oleh Reverend Marthinus Lourens de Villiers di tahun 1921.

Die Stem menjadi lagu kebangsaan bersama God Save the Queen dari tahun 1926 hingga 1957 dan kemudian menjadi lagu kebangsaan tunggal hingga tahun 1995.

Pemerintah Afrika Selatan pada tahun 1995 di bawah kepemimpinan Nelson Maneela kemudian memutuskan untuk mengadopsi kedua lagu menjadi lagu kebangsaan mulai hingga akhirnya digabungkan pada tahun 1997. Lagu ini sangat familiar di dunia rugby dan turnamen Piala Konfederasi dimana lagu tersebut dikumandangkan penuh kebanggaan sebelum pertandingan berlangsung.

Lagu kebangsaan ini sangat berarti bagi Afrika Selatan karena menjadi simbol pergerakan dari masa lalu yang kelam saat apartheid membelah bangsa hingga saat ini dan masa yang akan datang di mana semua warga negara Afrika Selatan akan bersatu di bawah naungan bendera yang sama tanpa perbedaan.

Arti lagu kebangsaan Afrika Selatan dalam bahasa Indonesia:

Nkosi sikelel' iAfrika   ---   Tuhan rahmati Afrika
Maluphakanyisw' uphondo lwayo,   ---  Tinggikan martabatnya,
Yizwa imithandazo yethu,   ---   Dengarlah doa kami,
Nkosi sikelela, thina lusapho lwayo.   ---   Dan rahmati kami, maklukMu.

Morena boloka setjhaba sa heso,   ---   Tuhan, selamatkan negara kami,
O fedise dintwa la matshwenyeho,   ---   Hentikan segala peperangan dan perselisihan,
O se boloke, O se boloke setjhaba sa heso,   ---   Selamatkanlah Afrika Selatan,    Setjhaba sa South Afrika – South Afrika.   ---   Afrika Selatan.

Uit die blou van onse hemel,   ---   Dari awan biru,
Uit die diepte van ons see,   ---   Dari pusat lautan yang dalam,
Oor ons ewige gebergtes,   ---   Dari gunung-gunung yang tiada akhirnya,
Waar die kranse antwoord gee,   ---   Dan gema dari batu-batu karang,

Sounds the call to come together, --- Terdengarlah sahutan untuk datang bersama,
And united we shall stand, --- Dan berdiri secara satu,
Let us live and strive for freedom, --- Marilah hidup dan berjuang untuk kebebasan,
In South Africa our land. --- Di Afrika Selatan, tanah air kita.