PROFIL: Ross Barkley, Satu Lagi Talenta Asal Merseyside

Liga Primer Inggris 2013/14 sudah dimulai, satu lagi talenta muda muncul ke permukaan lewat aksi spektakulernya di pekan perdana.

GOALOLEH    AHMAD REZA HIKMATYAR     Ikuti di twitter
17 Agustus 2013 jadi tanda dimulainya pertempuran di Liga Primer Inggris 2013/14. Hari itu juga jadi hari yang spesial bagi seorang bocah 19 tahun bernama Ross Barkley. Namanya mencuat ke permukaan berkat penampilan gemilang disertai gol spektakuler yang ia cetak kala The Toffees memetik hasil imbang 2-2 dari Norwich City.

Pertandingan berlangsung sulit karena Everton harus bermain di Carrow Road, markas The Canaries. Terbukti, tim asuhan Roberto Martinez harus tertinggal lebih dahulu melalui gol Steven Whittaker pada menit ke 51. Kebuntuan menghinggapi para punggawa The Blues selama sepuluh menit pasca terjadinya gol. Mereka begitu kesulitan menembus pertahanan sang tuan rumah.

Beruntung, pada menit ke 61 Everton berhasil menyamakan kedudukan lewat pemain yang tidak pernah diduga sebelumnya. Dialah Barkley, pemain muda jebolan akademi mereka sendiri. Ia melakukannya dengan cara yang spesial. Tendangan gledek dari jarak 20 yard yang ia lepaskan, menembus gawang kawalan John Ruddy.

Gol tersebut membuat The Poeple's Club tersentak. Berselang empat menit, Seamus Koleman langsung membawa mereka berbalik unggul 2-1. Skor imbang 2-2 pada akhirnya memang tak terhindakan, namun tidak ada yang membantah bahwa bintang baru bernama Ross Barkley telah lahir. 

PSG
ROSS BARKLEY
GELANDANG | INGGRIS

INFORMASI PERSONAL
Nama Lengkap Ross Barkley
Tanggal Lahir 5 Desember 1993 (19 tahun)
Tempat Lahir Liverpool, Inggris
Posisi Gelandang
No. Punggung 20
STATISTIK KARIER - Laga/Gol
2010 - Everton 14 (1)
2013 Leeds United 4 (0)
2012 Sheffield Wednesday 13 (4)
2011- Inggris U-21 5 (1)

Lahir dan besar di salah satu kota sepak bola, Liverpool, bakat besarnya sudah mulai terlihat sejak masih berusia 11 tahun. Alih-alih memilih Liverpool yang pada 2005 merajai Eropa, ia lebih tertarik untuk merintis karier sepak bolanya di klub favoritnya Everton.

Akademi klub penghuni Goodison Park tersebut memang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di Inggris Raya. Pemain hebat macam Phil Jagielka, Jack Rodwell hingga Wayne Rooney dihasilkan. Barkley jelas ingin mengkuti jejak seniornya tersebut, terutama pada nama yang disebut terakhir.

Petualangannya di level junior bersama Everton berlangsung mulus. Berkatnya, ia selalu jadi andalan Timnas Inggris junior di segala jenjang umur. Cedera patah kaki yang sempat membuatnya frustasi pada 2010, berhasil ia lalui dengan mental yang tepat.

Masa depan cerah menantinya, David Moyes yang kala itu masih menjabat sebagai manajer The Toffees langsung kepincut untuk merekrutnya masuk ke tim utama. 20 Agustus 2011 jadi hari bersejarah baginya, ia melakukan debut sebagai pesepakbola profesional saat usianya masih 17 tahun. Meski tak berlangsung manis, ia tampil sebagai pemain pengganti kala Everton tumbang 1-0 oleh QPR di kandang sendiri pada pekan perdana Liga Primer Inggris 2011/12.

Optimisme membumbung tinggi untuk terus berada di tim reguler, ia ingin jadi bagian penting dari skuat Everton. Namun Moyes paham, pemain dengan potensi besar seperti Barkley butuh kematangan. Hal itu hanya didapat ketika ia mendapat kesempatan untuk rutin bermain di level tinggi. Barkley jelas belum bisa mendapatkannya di Goodison Park.


                           Ross Barkley | Saat dipinjamkan ke Sheffield Wednesday

Pada musim berikutnya, manajer yang kini memimpin Manchester United itu mengirimnya untuk menempa pengalaman di Sheffield Wednesday dan Leeds United. Hasilnya mengesankan, pada klub yang disebut pertama ia tampil sebanyak 13 kali dan mencetak empat gol, penampilan yang sama sekali tidak mengecewakan bagi remaja yang belum genap 20 tahun.

Sukses dipinjamkan, ia kembali ke Everton dengan hasrat yang lebih tinggi: menembus tim inti. Rintangan besar kembali menghadang. Moyes yang memiliki jasa besar membawanya ke tim reguler The School of Science pergi untuk menerima tanggung jawab besar di Old Trafford. Roberto Martinez yang jadi pengganti belum tahu apa-apa soal dirinya.

Kesempatan untuk kembali membuktikan kapasitasnya ada pada sesi pramusim lalu. Barkley tak ingin lagi dipinjamkan, latihan keras yang dibawa manajer anyar ia tempuh. Keunggulan fisik, olah bola yang bagus, penempatan posisi yang sempurna, keunggulannya di udara serta tendangan geledeknya, membuat mata Martinez tak bisa berpaling darinya. Penampilan gemilang di pramusim memantapkan hati sang manajer untuk mewujudkan impian pertama Barkley sebagai pemain inti di Everton.

Dalam formasi 4-4-1-1 kala menghadapi Norwich, Martinez memasangnya sebagai gelandang serang yang berfungsi menopang Nikica Jelavic, sang striker tunggal. Sedikit bersinggungan memang dengan posisi aslinya sebagai gelandang tengah. Namun, di posisi di posisi itulah Barkley mampu dengan liar mengeksplorasi naluri menyerangnya. Berulang kali ia membahayakan gawang lawan sampai akhirnya mencetak gol.

Tidak salah memang, jika Sir Alex Ferguson sempat naksir berat dengan bakat hebatnya setahun lalu. Kini Manchester United, Chelsea hingga Tottenham Hotspur yang telah lama mengincar jelas makin greget untuk memboyongnya.

Barkley memang baru menjadi buah bibir lewat sebuah penampilan hebatnya. Tapi percayalah, talenta sepak bola asal Merseyside tidak akan pernah mengecewakan para pecinta olah raga paling populer dunia.


Liga Primer Inggris >> Halaman Khusus Sepakbola Inggris
>> Berita Sepakbola Inggris Lainnya
>> Semua Klub EPL & Panduan 2013/14
>> Klasemen Liga Primer Inggris
>> Jadwal & Hasil Liga Primer Inggris
>> Daftar Transfer Liga Primer Inggris
>> Rapor Pemain Liga Primer Inggris