Liga Primer Inggris 2009/10: Everton

PROFIL
Posisi Akhir Musim 2008/09: Ke-5
Market Value: €185.300.000
Tahun Pertama Masuk Divisi Teratas: 1888/89
Jumlah Musim Di Divisi Teratas: 107
Catatan Prestasi: Sembilan kali juara Divisi Satu (lama) (1890/91, 1914/15, 1927/28, 1931/32, 1938/39, 1962/63, 1969/70, 1984/85, 1986/87), Juara Divisi Dua (lama) (1930/31), Lima kali juara Piala FA (1905/06, 1932/33, 1965/66, 1983/84, 1994/95), Sembilan kali juara Charity Shiled (1928, 1932, 1963, 1970, 1984, 1985, 1986 (bersama), 1987, 1995), Juara Piala Winners (1984/85).
Nama Stadion: Goodison Park (40.157 penonton)

Sejarah Singkat Klub:
Everton menjadi klub yang paling lama bermain di divisi teratas kompetisi sepakbola Inggris. Musim ini menjadi musim ke-107 bagi Everton dan klub asal Merseyside ini sudah tampil sejak Liga Primer dipentaskan pada 1992 lalu. Everton berdiri sejak 1878 dan ikut mendirikan The Football Lague sepuluh tahun kemudian. Tak butuh waktu lama untuk mencicipi kesuksesan pertama. Pada 1891, Everton sukses merengkuh gelar liga pertama. Setelah lima gelar liga dan dua trofi Piala FA kemudian, Everton mandek dan baru bangkit pada 1960an. Dua gelar liga dan satu trofi Piala FA menjadi buah kesuksesan periode tersebut.

Pada pertengahan 1980an, Everton kembali menikmati periode keemasan. Bersama manajer Howard Kendall, Toffees meraih dua gelar liga dan satu trofi Piala FA lagi. Gelar domestik dilengkapi dengan trofi Piala Winners 1984/85, satu-satunya gelar Eropa yang pernah direngkuh Everton hingga saat ini. Sayangnya, kejayaan domestik tersebut tidak bisa ditularkan ke Eropa karena insiden Heysel. Tragedi mengerikan itu membuat klub-klub Inggris diasingkan dari kompetisi Eropa selama lima tahun. Everton pun gagal memperoleh peluang mengulangi sukses tim-tim Inggris di kejuaraan antarklub Eropa selama periode 1980-an.

Ketika larangan tersebut dicabut UEFA dan Inggris memasuki era Liga Primer, prestasi Everton mulai menurun. Terkecuali menjuarai Piala FA 1994/95, status Everton lebih lekat sebagai tim semenjana. Setidaknya kehadiran manajer Joe Royle saat itu sempat membuat klub disegani dan Everton sukses menduduki peringkat keenam Liga Primer musim 1995/96. Penampilan Everton kembali menurun, hingga akhirnya David Moyes datang. Manajer asal Skotlandia ini menyelamatkan Everton dari ancaman degradasi musim 2001/02. Lambat laun, tangan dingin Moyes mengangkat kembali penampilan tim. Selama empat tahun terakhir, Everton stabil di zona Eropa klasemen. Stabilitas tersebut membuat Everton disegani tim-tim lain, apalagi sepanjang Moyes masih berada di bangku cadangan tim.

Tiga Pemain Bintang:
Phil Jagielka
Jagielka mulai mempesona publik Inggris ketika masih memperkuat Sheffield United. Musim panas 2005, beberapa klub tertarik mendapatkannya. Namun, manajer Neil Warnock enggan melepas salah satu lulusan terbaik akademi pembinaan United ini. Dua tahun berselang, Jagielka akhinya mendarat ke Everton. Penampilannya kian menanjak dan mulai dipercaya memperkuat timnas Inggris. Peran Jagielka tak pernah terpisahkan di lini belakang Everton. Hingga 24 Januari 2009, Jagielka tak kehilangan satu menit pun di Liga Primer. Hanya cedera yang mencegah partisipasinya hingga akhir musim. Saat pulih dari cedera ligamen yang menderanya, Jagielka seperti sudah dapat jaminan untuk kembali diandalkan Everton musim ini.

Marouane Fellaini
Everton terbilang sukses besar saat merekrut Fellaini dari Standard Liege tahun lalu. Tak hanya memenangi persaingan dengan banyak klub besar Eropa untuk mendapatkan tanda tangan Fellaini, tapi determinasi gelandang muda asal Belgia ini memberi warna berarti di lini tengah tim. Fellaini bermain 30 kali di liga bersama Everton dan mencetak delapan gol. Penampilannya yang tak kenal lelah membuat pemain berusia 21 tahun ini dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Everton musim lalu. Masa depan dan kegemilangan karir masih menanti Fellaini di masa depan.

Tim Howard
Salah satu kunci kesuksesan Everton melangkah ke final Piala FA musim lalu. Berkat kepiawaian Howard di bawah mistar, Everton sukses mengalahkan Manchester United melalui adu penalti pada semi-final. Howard sudah kenyang pengalaman di Liga Primer sejak bermain untuk United, 2003 lalu. Ketika penampilannya mulai tidak konsisten dan kehilangan kepercayaan Sir Alex Ferguson, Howard hijrah ke Everton. Keputusan yang tepat karena Howard seperti dilahirkan kembali. Penampilan hebatnya di bawah mistar menjadikan Howard salah satu kiper terbaik musim lalu dengan rekor paling banyak melalui partai tanpa kebobolan di liga, yakni sebanyak 17 kali sekaligus mematahkan rekor klub yang dipegang Neville Southall (15 kali).

Prakiraan Susunan Pemain:
(4-4-2) Tim Howard; Leighton Baines, Joseph Yobo, Phil Jagielka, Joleon Lescott; Philip Neville, Mikel Arteta, Steven Pienaar, Marouane Fellaini; Jo, Aiyegbeni Yakubu.

Pemain Cadangan:
Carlo Nash (k), Tony Hibbert (b), Seamus Coleman (b), Jack Rodwell (m), Leon Osman (m), Dan Gosling (m), Tim Cahill (m), James Vaughan (s), Louis Saha (s), Victor Anichebe (s).

Nama Pelatih:
David Moyes

Kegiatan Transfer: (hingga 13 Agustus 2009)
Masuk: Shkodran Mustafi (dari Hamburg SV U-17), Anton Peterlin (Ventura County Fusion), James Wallace (Everton U-18), Cody Arnoux (Carolina Dynamo).
Keluar: Nuno Valente (-), Lars Jacobsen (Blackburn Rovers), Andy van der Meyde (-), John Irving (-), John Paul Kissock (-), John Ruddy (Motherwell).

Jadwal Tim: Klik di sini

Prediksi Musim 2009/10:
Masih menjadi pengganggu berarti bagi tim Empat Besar, tapi sulit menggoyahkannya karena tak banyak pembenahan berarti yang dilakukan David Moyes. Everton bahkan mungkin tergeser dari posisi enam besar klasemen.