Berita Live Scores

PROFIL Top Rising Star No. 4: Theo Walcott

Oleh Theo Mathias

Nama Lengkap
: Theo James Walcott
Tanggal Lahir: 16 Maret 1989
Tempat Lahir: Stanmore, London, Inggris
Tinggi Badan: 175 cm
Posisi: Striker / Sayap Kanan

Berbagai pujian mengalir untuk Walcott dalam usianya yang masih dini. Bahkan, pada pandangan pertama, bos Arsenal Arsene Wenger berpikir, "Kualitas pertama yang berkesan adalah pengaturan waktunya dalam berlari; kapan harus pergi dan kapan tidak. Terkadang anda punya pemain yang sangat cepat tapi anda tak melihat itu dalam pertandingan karena mereka tidak berlari pada saat yang tepat, mereka tidak menggunakan aset mereka."

Ketika itu, pada musim 2004/05, Walcott bersinar untuk tim yunior Southampton, terutama dalam final Piala FA Yunior lawan Ipswich Town yang disaksikan sendiri oleh Wenger itu. Tawaran sponsor dari perusahaan olahraga Nike pun diterimanya saat ia baru berusia 14 tahun!

Sebelum tampil untuk Southampton, Walcott mengawali karirnya untuk AFC Newbury, klub lokal tempat ia dibesarkan, dan mencetak lebih dari 100 gol dalam musim pertama dan satu-satunya bagi Newbury. Selanjutnya, Swindon Town menjadi pelabuhan terakhir Theo sebelum hijrah ke Southampton.

Karirnya di Southampton pun terus berkembang. Ia menjadi pemain termuda yang bermain untuk tim cadangan Southampton pada usia 15 tahun dan 175 hari, dan musim berikutnya, tim inti Southampton menurunkannya pada usia 16 tahun dan 143 hari untuk kembali memecahkan rekor pemain termuda.

Melesatnya prestasi Walcott pada musim itu membuatnya menjadi tiga besar finalis Atlet Muda Terbaik 2005 versi BBC Sports, dan kemudian majalah Match dalam edisi tahunannya untuk 2005 memperkenalkan bakat besarnya kepada khalayak yang lebih luas dan semakin menarik minat media Inggris yang melihatnya sebagai salah satu pemain muda Inggris paling menjanjikan untuk angkatannya.

Chelsea, Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur mengincarnya tetapi akhirnya kehandalan Arsene Wenger dalam bernegosiasi dibuktikan dengan keberhasilannya mengontrak Walcott pada Januari 2006 dengan biaya total mencapai £9,1 juta sekaligus menjadi pemain berusia 16 tahun termahal dalam sejarah sepakbola Inggris.

Debutnya di Liga Champions pada leg kedua babak kualifikasi ketiga Liga Champions musim 2006/07 lawan Dinamo Zagreb menjadikannya pemain termuda Arsenal yang tampil di kompetisi Eropa dengan mengalahkan rekor yang dipegang Cesc Fabregas sebelumnya.

BBC Sports pun akhirnya memberikan penghargaan sebagai Atlet Muda Terbaik 2006 berkat 'tahun fantastis dimana ia bergabung ke Arsenal dan masuk tim Piala Dunia 2006 bersama Inggris'.

Gol perdana Walcott bagi tim senior Arsenal baru tercipta pada final Piala Liga 2007 lawan Chelsea dan ia kembali menulis catatan sejarah sebagai pencetak gol termuda kedua dalam sejarah final Piala Liga. Tetapi, gol Walcott tak cukup untuk mencegah the Blues meraih kemenangan 2-1 melalui dua gol Didier Drogba.

Musim berikutnya, Walcott menunjukkan tajinya dengan sejumlah giringan bola yang mengagumkan, selain kemampuannya untuk menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Sven-Goran Eriksson memuji Walcott, "Larinya itu luar biasa, dengan membawa bola dari kotak penaltinya ke sudut yang lain. Kecepatan yang ia miliki, saya rasa tak ada yang lebih baik. Ia seperti Maradona."

Seiring dengan berkembangnya perbandingan dengan legenda Arsenal Thierry Henry, pelatih Arsenal Arsene Wenger pun menghadiahkan nomor punggung 14 yang sebelumnya dipakai Henry kepada Walcott. Dan Walcott pun mulai mendapat kepercayaan dengan lebih sering tampil untuk tim inti sebagai sayap kanan atau penyerang.

Cedera bahu dan lutut merusak karirnya musim ini, tetapi ia kembali dengan mengagumkan bulan ini, termasuk saat mencetak gol pertama dalam kemenangan 3-0 atas Villarreal pada leg kedua perempat-final Liga Champions.

Karir internasionalnya juga tak kalah cemerlang. Pada 30 Mei 2006, Walcott menjadi pemain Inggris termuda dalam pertandingan resmi tim senior dengan usia 17 tahun dan 75 hari ketika Hungaria dijamu di Old Trafford.

Kemudian, pelatih Inggris ketika itu, Sven-Goran Eriksson dihadapkan pada krisis cedera lini depannya untuk menghadapi Piala Dunia 2006, dan mantan pelatih Lazio itu memutuskan untuk memilih Walcott daripada sejumlah nama besar lain seperti Darren Bent, Andy Johnson, Dean Ashton, dan Jermain Defoe.

Anehnya, Eriksson tak memainkan Walcott sama sekali di Jerman 2006, dan ia berkilah itu demi masa depan dan pengalaman Walcott.

Walcott menjadi pencetak gol termuda untuk tim U-21 Inggris pada 15 Agustus 2006, dan sekitar dua tahun kemudian, Walcott membuka tabungan golnya bagi the Three Lions dengan langsung mencetak hat-trick sekaligus memastikan status pencetak hat-trick termuda bagi Inggris.

Di luar lapangan, kehidupan Walcott cukup menarik. Ayahnya berasal dari Jamaika dan ibunya Inggris, dan pada 2007, keluarganya tampil dalam film Harry Potter and the Order of the Phoenix. Theo pun sebenarnya dijadwalkan untuk tampil, tetapi komitmennya untuk Arsenal membuatnya harus mundur.

Ironisnya, Walcott dan ayahnya adalah fans berat Liverpool hingga kini. Dan Walcott mengaku berteriak sangat keras ketika Liverpool menjuarai Liga Champions musim 2004/05, bahkan ia mengaku teriakannya itu membangunkan tetangganya.

Dalam masalah percintaan, Theo menjalin hubungan jangka panjang dengan Melanie Slade, dan keduanya bertemu di sebuah pusat perbelanjaan bernama WestQuay di Southampton pada 2006.

Top 25 Rising Stars 2009 Versi GOAL.com Indonesia
<< No. 5: Danny Welbeck No. 3: Alexandre Pato >>