PSMS Didaftarkan CEO Bintang Medan

Dityo Pramono mengakui dirinya yang mendaftarkan PSMS ke IPL.
Meski pelaksana teknis PSMS Idris mengklaim PSMS tidak pernah mendaftarkan diri ke Indonesia Premier League (IPL). Namun, nama klub kebanggaan orang Medan itu terlihat jelas di daftar 18 klub IPL. Mengapa itu bisa terjadi? Ternyata hal itu terkuak dari komentar Dityo Pramono, CEO Bintang Medan Metropolitan.

Dia membantah soal PSMS yang disebut tidak mendaftarkan diri. "Siapa yang bilang? Yang mendaftarkan atas nama PSMS itu saya dari PT Bintang Medan yang legalitasnya itu diakui di PSSI," ujarnya saat dihubungi, Rabu (26/10).

Dia mengungkapkan, PSMS memang bisa saja membatalkan registrasi tersebut, jika proses MoU kedua klub tidak ditersukan. Tapi, setelah MoU kesepakatan, lanjutnya, PSMS sudah menandatangani kesepakatan lanjutan, yang ditandatangani walikota Medan Rahudman Harahap dan Widjajanto, yang mewakili konsorsium. "Kesepakatannya sudah ada dan ditandatangani Pak Wali dan Widjajanto sebagai tindak lanjut dari MoU. Lantas, itu apa kalau bukan kelanjutan MoU?," tegasnya.

Sementara itu, kecaman naiknya PSMS ke kompetisi level 1 datang dari Parlin Siagian, mantan pemain PSMS. Menurutnya, seharusnya jika ingin ke level tertinggi, PSMS harus berjuang sendiri tanpa "dibantu". "Bukan dikasihani seperti ini. Saya sebagai mantan pemain PSMS malu saat PSMS Medan dinaikkan ke level tertinggi," ungkapnya.

Dia juga menilai tindakan pengurus selama ini sudah membohongi publik, karena ekspektasi yang terlalu tinggi. "Malu dinaikkan ke liga tertinggi. Jatah kita bukan di situ. Buat apa kalau dikasihan, berjuanglah di level yang semestinya kita berada," pungkasnya. (gk-38)

>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Sepakbola Indonesia