Lucky Acub Zaenal Bantah Arema Telah Diserahkan Ke Rendra Kresna

Lucky Acub Zaenal mengaku masih mengemban amanah untuk mengawasi kondisi Arema.
Pendiri Arema Indonesia Lucky Acub Zaenal membantah Arema Indonesia telah diserahkan kepada Rendra Kresna dan Iwan Kurniawan yang mewakili publik saat  Bentoel tidak lagi mengelola klub kebanggaan masyarakat kota Malang tersebut.

Melalui konferensi pers yang digelar di kediamannya, pria yang akrab disapa Sam Ikul tersebut mencoba meluruskan kronologis kepemilikan Arema saat ini kepada wartawan yang hadir di sana.

Sam Ikul menjelaskan, ketika Bentoel sudah tidak dapat mengelola Arema lagi, Darjoto Setyawan, yang masih menjabat sebagai pembina Yayasan Arema, saat itu menunjuk Muhammad Nur sebagai ketua Yayasan  Arema yang baru.

"Saat itu, masih ada Pak Darjoto sebagai pembina Yayasan Arema.  Dan kemudian M. Nur ditunjuk sebagai Ketua Yayasan Arema," terangnya.

Setelah itu, Darjoto memutuskan mundur sehingga terjadi kekosongan, dan kemudian Rendra Kresna, yang saat itu menjabat sebagai bendahara Yayasan Arema ikut mengundurkan diri dan ketua Yayasan tetap dijabat oleh M Nur. Oleh karena itu, Sam Ikul meminta kepada Rendra agar membuat surat pernyataan resmi bila dirinya benar-benar tidak mengundurkan diri sebagai Bendahara Yayasan. Karena ia bingung dengan jabatan Rendra di Arema saat ini, apakah dia bertindak sebagai Ketua Yayasan atau Bendahara Yayasan atau Presiden Kehormatan Arema.

"Hal ini agar masalah Arema tak berlarut-larut. Tidak hanya ramai di media. Saya minta secara resmi, bukan hanya lisan. Tujuannya, agar tak membuat bingung masyarakat. Yang saya tahu, Rendra sudah mengundurkan diri dari Bendahara," ujarnya.

Sementara itu, terkait kepemilikan saham yang dimilikinya. Ia mengaku tidak pernah meminta bagian saham dari PT Arema Indonesia. Sam Ikul mengungkapkan bahwa dirinya diberi begitu saja, sehingga dia tidak mungkin menolak pemberian yang dianggapnya sebagai amanah tersebut.

"Kalau ada yang mengatakan saya minta saham, saya tak pernah minta. Saya dikasih saham senilai 7 persen dari saham yang ada. Saya tak bisa tolak. Mengapa saya diberi saham, jangan tanya saya. Tapi tanya pada yang memberi," ujarnya.

Selain itu, dia membantah bahwa dia adalah bagian dari kubu M Nur. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah pemegang saham yang sah sehingga harus mengawasi pergerakan Yayasan agar tidak melenceng.

"Saya adalah pemilik saham yang sah. Saya sebagai pendiri Yayasan, wajib untuk mengawasi kondisi Arema," katanya



Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!