PSMS Pertanyakan Kebijakan Nurdin

Belum mendapatkan pengampunan hukuman, manajemen PSMS Medan mempertanyakan kebijakan ketua umum PSSI yang dinilai pilih kasih.
Oleh Yuslan Kisra

Manajer PSMS Medan Sihar Sitorus mempertanyakan kebijakan ketua umum PSSI Nurdin Halid, dalam memberikan pengampunan kepada para pelanggar disiplin. Itu karena hak prerogatif yang dijadikan "senjata" untuk membebaskan para pelanggar itu, terkesan pilih kasih.

"Terbukti, anggota kami Sarluhut (Napitupulu) yang juga diberikan sanksi dan hukuman, sama sekali tidak diberikan pengampunan. Padahal, sampai sejauh ini dia tidak terbukti melakukan pelanggaran," sesal Sihar.

"Sementara Christian (Gonzales) dan Budi (Sudarsono) yang jelas-jelas melakukan pelanggaran, justru mendapatkan pengampunan itu," tambahnya.

Masih kata Sihar, mestinya dalam memberikan pengampunan hukuman itu ketua umum tidak boleh pilih kasih. Terlebih jika yang bersangkutan  tidak terbukti melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan.

"Ini bisa menjadi preseden buruk terhadap persepakbolaan kita. Terutama kepada kepengurusan PSSI. Bagaimana pun, keputusan pembebasan itu harus adil kepada semua pelaku sepakbola nasional. Jadi, mestinya Sarluhut juga harus bebas," pungkasnya.

Seperti diketahui, Sarluhut diberikan sanksi dan hukuman oleh komisi disiplin (Komdis) PSSI berupa larangan mengikuti kegiatan sepakbola nasional selama setahun dan denda sejumlah uang, yang kemudian diperingan komisi banding (Komding) menjadi hukuman enam bulan dan denda sebesar Rp25 juta.

Itu karena manajer legal dan hukum PSMS itu dituding melakukan pelanggaran disiplin dengan menghina institusi PSSI melalui pernyataannya di media massa. Satu pelanggaran yang sampai saat ini belum bisa diterima oleh Sarluhut maupun kubu PSMS.