Ridwan Tawainella, Satu Lagi Calon Bintang Asal Tulehu

Ridwan langsung mencuri perhatian saat memperkuat PSM di laga perdana PJS.

GOALLIPUTAN   MUHAMMAD SHOLIHIN     DARI   MAKASSAR   

Para pencinta sepakbola nasional mungkin masih ingat pesepakbola tenar macam Chairil Anwar, Imran Nahumarury, Rahel Tuasalamony, hingga era Alfin Tuasalamony, Ramdani Lestaluhu, Abduh Lestaluhu, serta Rizky Pellu. Ya, mereka adalah para pemain yang lahir dari sebuah desa di Provinsi Maluku yang bernama Tulehu.

Tulehu memang dikenal sebagai desa yang banyak melahirkan pesepakbola andal nasional. Bahkan, desa yang berjarak sekitar 24 kilometer dari pusat kota Ambon itu sudah dinobatkan sebagai "Kampung Sepakbola" oleh PSSI pada 18 Februari 2015.  

Seakan tak ada habisnya, kini ada lagi satu bakat muda muncul di pentas sepakbola nasional dari Tulehu. Adalah Ridwan Tawainella yang berhasil mencuri perhatian saat membela PSM Makassar di ajang Piala Jenderal Sudirman (PJS).

Perjalanan penuh liku harus dilalui Ridwan sebelum akhirnya mendapatkan kepercayaan pelatih PSM, Liestiadi, untuk masuk ke skuat Juku Eja. Kisahnya masuk PSM diawali dengan mengikuti seleksi dengan salah satu rekannya asal Tulehu di klub yang sudah berusia satu abad ini, Oktober lalu. 

Permainan apiknya langsung memikat hati para pelatih PSM. Maka itu, pemain yang biasa beroperasi di lini tengah ini dimasukkan dalam skuat PSM untuk turnamen Habibie Cup. Pada ajang itu, Ridwan selalu mendapatkan kepercayaan untuk mengisi skuat inti tim, dan memiliki peran penting hingga mengantarkan PSM ke babak semi-final.

Bahkan, pada babak semi-final saat melawan Sidrap United yang diperkuat sederet pemain berkelas seperti Ponaryo Astaman, Firman Utina, serta Makan Konate, mampu dibuatnya kerepotan. Seusai Habibie Cup, akhirnya manajemen PSM memasukkannya sebagai salah satu pemain muda PSM untuk PJS.  

Bisa dibilang, regulasi yang mengharuskan setiap klub memainkan pemain U-21 sebagai starter di setiap pertandingan membawa berkah tersendiri bagi Ridwan. Pemain kelahiran, 15 Mei 1995, ini pun diturunkan sebagai salah satu pemain muda PSM di awal pertandingan saat menghadapi Mitra Kukar, Sabtu (14/11) lalu.   

Data Diri Singkat
Nama lengkap: Ridwan Tawainella
Kelahiran: Tulehu, 15 Mei 1995
Orangtua: Husein Tawainella (ayah) & almarhumah Safa Tehupelasuri (ibu)
Posisi: Gelandang bertahan

Hebatnya, pada laga itu, Ridwan yang diduetkan dengan Syamsul Chaeruddin di lini tengah dipercaya bermain selama 90 menit. Sebagai pemain muda, Ridwan sudah bisa menunjukkan kematangan dalam bermain. Dengan tenang, lugas, dan enerjik putra dari pasangan Husein Tawainella dan Safa Tehupelasuri (almarhumah) ini mampu mengawal lini tengah PSM dengan baik.

Bukan hanya itu, pada babak adu penalti Liestiadi juga tanpa ragu menunjuk pemain berusia 20 tahun itu menjadi salah satu eksekutor. Padahal, masih ada beberapa pemain senior lainnya di PSM yang bisa ditunjuk sebagai algojo. Dan dengan tenang Ridwan mengeksekusi penalti tersebut menjadi gol.

Tak ayal, penampilan apiknya itu langsung menuai pujian. Salah satunya dari direktur klub PSM, Sumirlan. "Dia (Ridwan) sungguh luar biasa saat bermain melawan Mitra Kukar, pemain ini tenang dalam mengawal lini tengah," ucap Sumirlan.

"Pemain ini adalah aset PSM, mampu tampil dengan luar biasa, kami senang melihat perkembangannya. Apalagi dia baru bersama tim," tambahnya.

Ridwan pun merasa bersyukur bisa menampilkan permainan terbaiknya di laga itu. Apalagi, ini untuk pertama kalinya Ridwan bergabung dengan klub Indonesia Super League (ISL) sekelas PSM, dan bermain di level turnamen nasional. "Saya baru tahu tim ini, selama ini saya hanya mendengarkan nama PSM. Tapi sekarang saya sudah bergabung," kata Ridwan.

"Saya sangat senang bisa bermain 90 menit. Ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa bagi saya. Semoga saya ke depan mampu memberikan yang terbaik bagi tim ini," pungkasnya.(gk-69)