Menpora Sebut Persebaya 1927 Yang Pantas Berkompetisi

Menpora menyampaikan pembelaan terhadap Persebaya 1927, dan berencana mengikutkan klub itu di sebuah turnamen.

GOALOLEH   DONNY AFRONI

Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan, Persebaya 1927 menjadi korban diskriminasi PSSI, dan seharusnya tampil di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

Pernyataan Imam itu dilontarkan saat menghadiri final Liga Santri Nusantara (LSN) 2015 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (6/12) malam WIB. Imam turut memperkuat Indonesia All-Star saat dikalahkan Persebaya 1927 5-1 di laga ekshibisi.

“Saya sengaja mempertemukan Persebaya 1927 di ajang ini, karena saya tahu euforia bonek pencinta klub asli Surabaya seperti apa. Ajang ini juga menjadi pintu pembuka mereka kembali turun mengikuti turnamen berikutnya,” tegas Imam dikutip laman Berita Jatim.

“Siapa pun yang pegang federasi ke depannya harus bisa lebih sportif, fair play, jujur, dan lebih bisa memilah dan mempertandingkan klub yang sepantasnya bertanding. Saya tahu sejarah Persebaya. Ini buah dari diskriminasi.”

Sebelum Indonesia Super League (ISL) 2015 bergulir, Menpora melalui badan olahraga profesional Indonesia (BOPI) sempat mempertanyakan aspek legal Persebaya Surabaya dan Arema Cronus, karena adanya dualisme masing-masing klub. BOPI sempat menyatakan tidak akan mengeluarkan rekomendasi bergulirnya ISL 2015 jika aspek legal itu tak dipenuhi.

Sementara itu, pondok pesantren Nurul Islam Jember tampil sebagai juara LSN 2015 usai mengalahkan Al Asyariah Tangerang melalui adu penalti.