Persiba Bantul Jamu Putra Samarinda Di Yogyakarta

Panpel Persiba mengajukan izin kepada kepolisian Yogyakarta untuk menjamu Pusam dan Mitra Kukar tanpa penonton.
Kegagalan mendapatkan izin dari kepolisian membuat Persiba Bantul terpaksa harus menjamu Putra Samarinda di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Kamis (13/3), dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014.

Ulah anarkis suporter yang membuat Persiba harus menjamu tamunya di luar kandang mereka di Stadion Sultan Agung. Ini tidak terlepas dari keributan dua suporter Persiba, Paserbumi dan Curva Nord Famiglia (CNF).

Kepolres Bantul AKBP Surawan mengungkapkan, pihaknya tak bisa memberi izin laga Persiba di Stadion Sultan Agung karena kedua kelompok suporternya masih belum berdamai. Padahal mereka diharapkan bisa bersatu. Ini menjadi syarat turunnya izin.

"Kami juga sudah melakukan mediasi agar suporter bisa berdamai. Tapi mereka sepertinya tak ingin didamaikan," kata kapolres.  

"Sebenarnya kalau suporter mau berdamai, bisa saja rekomendasi izin diterbitkan. Tapi kami tidak ingin mengambil resiko, termasuk apabila laga digelar tanpa penonton. Bisa jadi tetap ada suporter yang datang meski tidak memasuki stadion. Kami pun mengantisipasi kerawanan itu," tambahnya.

Ketua Panpel Kandiawan NA mengatakan, pihaknya sudah mengurus perizinan. Stadion ini diajukan untuk dua laga kandang yakni lawan Putra Samarinda dan Mitra Kukar tiga hari berikutnya.

“Semua laga digelar tanpa penonton. Stadion di AAU dipilih untuk menghindari bentrok suporter sekaligus kekalahan akibat walk over [WO]," terangnya.

Akibat kegagalan tersebut, Persiba dipastikan mengalami kerugian cukup besar. Menurut sekretaris Persiba, Wikan Wirdo Kisworo, dari setiap laga kandang, Persiba memperoleh pemasukan bersih rata-rata Rp38 juta.

"Untuk operasional satu pertandingan berkisar Rp50 jutaan. Kami jelas rugi besar dengan batal digelarnya laga di Bantul. Kami kehilangan pendapatan dari sektor penjualan tiket yang besarannya bisa mencapai Rp38 juta bersih," kata Wikan.

Tidak mendapatkannya izin laga kandang merupakan buntut bentrok Paserbumi dan CNF usai Persiba dikalahkan Persiram Raja Ampat 1-0 pada 8 Februari lalu. Akibat peristiwa itu, salah satu pengurus Paserbumi Jupita, mengalami cedera, dan kemudian meninggal dunia setelah dirawat lima hari di RS Panti Rapih. (gk-51)

Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League