PROFIL - Irsyad Maulana: Menetas Di Sumatera Barat, Mentas Di Arema Cronus

Sejak kecil Irsyad Maulana telah menunjukkan potensinya sebagai pesepakbola yang bagus.

GOALOLEH   RIZAL MARAJO     DARI   PADANG  

Nama Irsyad Maulana, tiba-tiba mencuat di jagat sepakbola Indonesia. Gelandang muda Arema Cronus ini sedang bersinar dan mulai disebut-sebut sebagai pemain masa depan Indonesia. Label sebagai salah satu talenta terbaik yang dimiliki sepakbola Indonesia saat ini layak disematkan padanya.  

Tapi barangkali tak banyak yang tahu kalau pemain berbakat ini ditemukan di satu kota kecil Sumatra Barat, tepatnya di Payakumbuh. Bahkan Perjalanan karier yang dilalui Irsyad cukup menarik sebelum bersinar di Arema saat ini.  

Bakat anak muda kelahiran 27 September 1993 ini mulai tercium ketika di bergabung dengan Sekolah Sepakbola (SSB) Singa Harau Payakumbuh di usianya yang masih sangat belia.

"Dia selalu diantar ayahnya, pakai motor pergi latihan ke Payakumbuh, sementara dia tinggal di Batusangkar yang jaraknya sekitar 30 km," kisah Edi Payara, pembina SSB Singa Harau.  

Menurut Edi, saat itu bakat besar Irsyad memang sudah terlihat. Dia tampak menonjol dibanding teman-teman seusianya. Orangtuanya yang berlatar belakang militer sangat serius dalam mendorong karier sang anak. Mereka punya keyakinan besar Irsyad akan menjadi pemain sepakbola yang bagus.

Berkat bakat dan permainan yang cukup istimewa, setamat SMP Irsyad bergabung dengan PPLP (Pusat Pendidikan Latihan Pelajar) Sumatera Barat selama tiga tahun sambil mengenyam pendidikan SMA.

"Anaknya selalu serius berlatih dan santun kepada semua orang," lanjut Edi dalam perbincangan dengan Goal Indonesia, Kamis (30/1) siang.

"Secara teknik dia sangat berbakat, dan attitude-nya pun bagus. Saya kira dua hal itu mengantarkannya menjadi pemain yang spesial. Walau saat ini dia sudah mulai menikmati sukses di Arema, tapi dia tetap berkomunikasi dengan kami dan sikapnya tak berubah."

Selama di PPLP Sumbar, "mutiara" bernama Irsyad semakin memperlihatkan kilaunya. Ini tak luput dari perhatian Semen Padang FC yang lantas menarik pemain berbakat ini ke tim yunior mereka untuk periode 2009-2011. Irsyad pun sempat berkiprah di Piala Suratin bersama Semen Padang Yunior.

Dalam kesempatan terpisah, manajer Semen Padang yunior saat itu, Yulisran B Putra, menuturkan kelebihan yang dimiliki Irsyad adalah kedewasaan dalam bermain bola. Serius berlatih, punya kontrol emosi yang baik, dan punya tekad yang kuat untuk maju. Tak heran jika Irsyad menembus tim PON Sumatera Barat di Riau 2012.  

"Saya kira dia satu dari sedikit pemain muda yang komplet. Teknik dan skill menjanjikan, visi permainan yang bagus, dan memadukannya semua dengan kecerdasan bermain yang diatas rata-rata. Tak terlalu heran saya, kalau kini Irsyad kini mulai jadi perhatian di level nasional," ujar Yulisran.

Pertanyaannya, kenapa Semen Padang seperti menyia-nyiakan bakat seorang Irsyad? Yulisran berkilah, pihaknya kalah cepat dibanding Rahmad Darmawan yang langsung membawa Irsyad ke Pelita Jaya usai tampil di PON Riau 2012.  

"Manajemen Semen Padang sudah mencium prospek Irsyad sejak dia tampil bersama kami di Piala Suratin. Namun karena waktu itu di kompetisi IPL [Indonesia Premier League] tidak ada kompetisi U-21, banyak pemain muda potensial yang lepas. Sementara, untuk masuk ke tim senior dia masih agak sulit bersaing," beber Yulisran.

Namun begitu, Yulisran yakin, suatu saat Irsyad akan pulang ke Semen Padang. "Saya dengar langsung dari mulutnya, salah satu cita-cita terbesarnya adalah bermain di tim utama Semen Padang. Tapi untuk saat ini, biarlah dia berkelana mencari pengalaman diluar. Suatu saat si anak hilang ini akan pulang ke Semen Padang," tutup Yulisran.

Musim ini, Semen Padang sempat berupaya untuk menarik Irsyad untuk menghadapi Indonesia Super League (ISL) 2014. Program memperbanyak pemain putra daerah dan pemain muda potensial yang diusung "Kabau Sirah" menempatkan nama Irsyad masuk daftar paling atas. Sayangnya, Arema enggan melepas karena sudah merasakan potensi besar yang dimiliki Irsyad. (gk-33)


IRSYAD MAULANA


Nama lengkap:
Irsyad Maulana

Tempat, tanggal lahir: Payakumbuh, 27 September 1993

Posisi: Gelandang / Sayap

Karier pemain:
- 2009-2011          Semen Padang Yunior
- 2011-2013          Pelita Jaya U-21
- 2012                   Tim PON Sumatera Barat
- 2013-sekarang     Arema Cronus




Penampilan di Inter Island Cup 2014:

5 kali main
351 menit
4 kali pemain inti
2 gol
2 kartu kuning


Sepakbola Indonesia - Garuda Di Dadaku >> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Berita Sepakbola Indonesia Lainnya
>> Semua Klub ISL & Panduan 2013
>> Semua Berita Indonesia Super League
>> Klasemen Indonesia Super League
>> Jadwal & Hasil Indonesia Super League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Divisi Utama
>> Semua Berita Indonesian Premier League
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Indonesian Premier League