PROFIL: Hengky Ardiles, Terlambat Mencicipi Timnas

Bek kanan Semen Padang FC ini baru mendapat 'undangan" berkostum merah putih, ketika usianya sudah hampir 32 tahun.
Jika dilihat dari usianya, Hengky Ardiles boleh dibilang sangat terlambat mendapat kesempatan untuk memulai debutnya di timnas senior Indonesia. Bagaimana tidak, bek kanan Semen Padang FC ini baru mendapat 'undangan" berkostum merah putih, ketika usianya sudah hampir 32 tahun.

Namun begitu, pesepakbola kelahiran Padang Panjang 20 Mei 1981 ini tidak merasa berkecil hati. Bahkan dia mengaku sangat bangga, di usianya yang sudah tergolong lanjut untuk ukuran pesepakbola, dia masih dipercaya dan tenaganya masih dibutuhkan timnas.

Saat ini, pemain berpostur 175 cm ini tengah bergabung di Pelatnas timnas senior di Batu Malang, untuk dipersiapkan menghadapi Bahrain, dalam laga terakhir Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2014, 29 Februari mendatang di Bahrain.

Memang belum dipastikan apakah Hengky akan masuk tim inti dan turun bermain melawan Bahrain, karena pelatih Aji Santoso baru akan mengumumkan skuadnya usai laga ujiba melawan Persebaya Surabaya, Jumat (24/2) mendatang. Namun, Hengky tetap memendam asa tinggi, dia akan segera mencicipi debutnya di timnas.    

"Sebagai pemain, berkesempatan membela timnas adalah satu kebanggaan. Saya belum tahu apakah nanti dimainkan atau tidak. Tapi buat saya, dipanggil bergabung untuk membela timnas senior tentu menjadi sesuatu yang istimewa bagi karir saya sebagai pemain. Apalagi disaat usia tak muda lagi,"kata lelaki yang juga menyandang jabatan deputy kapten tim Semen Padang.

Nama Hengky dalam dua musim terakhir, memang cukup menarik perhatian di blantika sepakbola Indonesia. Posisinya sebagai bek kanan Semen Padang di kompetisi Superliga musim lalu, dan di LPI musim ini tak pernah tergantikan. Banyak penagamat sepakbola nasional menyebutnya sebagai salah satu bek kanan terbaik di negeri ini.  

Permainan yang taktis, memiliki tekel bagus, disiplin menjaga lawan, dan rajin membantu serangan, adalah nilai lebih pemain yang selalu tampil tenang ini. Namanya mulai menarik perhatian ketika mencetak gol tunggal penentu kemenangan Semen Padang atas Persija Jakarta di Superliga musim lalu di Stadion H. Agus Salim Padang.

Ditambah permainan yang konsisten sepanjang musim, nama Hengky makin sering disebut-sebut layak masuk timnas. Setidaknya dia layak diberi kesempatan bersaing dengan para bek kanan langganan timnas seperti Zulkifli Syukur, Supardi, ataupun Muhammad Ridwan. Tapi kenyataannya Hengky tak pernah dilirik pelatih Timnas, baik semasa Alfred Riedl maupun Wim Rijsbergen. Baru di era Aji Santoso saat ini, dia dapat panggilan.

 

Hengky sendiri adalah produk asli Semen Padang, dimulai saat dirinya masuk pemain binaan di Pratama Semen Padang tahun 2000. Pemain seangkatannya yang cukup dikenal di sepakbola nasional diantaranya Oktavianus, Rifki Firdaus, Yusra Antoni, Suyatno, Imran Hadi, ataupun Febi Martika Chandra.

Setelah membawa tim PON Sumbar ke semifinal PON 2004 di Palembang, karir Hengky pun dimulai di timnas senior Semen Padang. Sempat hengkang semusim ke Persikabo Bogor musim 2007-2008, Hengky kembali ke pangkuan "Kabau Sirah" musim berikutnya, dan bertahan hingga sekarang.

Kakak kandung pemain Persebaya 1927, Rivelino Ardiles ini sekarang tercatat sebagai salah satu pemain paling senior di Semen Padang. Karena faktor itu, ditambah status putra daerah, Hengky dipercaya menjadi kapten kedua tim SP setelah Ellie Aiboy.

Dihubungi GOAL.com Indonesia Rabu (22/2), Hengky yang saat ini berada di Batu Malang bersama timnas senior mengaku, jika terpilih masuk tim inti timnas dan dipercaya pelatih untuk turun bermain, dia siap bermain habis-habisan untuk tim "Merah-Putih"

"Ini kali pertama saya masuk timnas senior. Mudah-mudahan pelatih memepercayai saya, sehingga bisa memberikan yang terbaik bagi Merah Putih, dan bisa membanggakan klub saya Semen Padang," tutur pemuda yang terkenal santun di dalam dan luar lapangan ini.

Bagi publik sepakbola Sumbar, dipanggilnya Hengky ke timnas senior juga merupakan sebuah kebangggan tersendiri. Masalahnya, sudah sangat lama putra daerah ini memendam mimpi untuk membela timnas senior. Ibaratnya, timnas senior adalah tembok tebal yang sulit ditembus oleh pesepakbola asal Sumbar, bahkan kondisi ini sudah berbilang puluhan tahun. Padahal banyak pemain-pemain  berbakat yang sesungguhnya cukup layak masuk timnas lahir di daerah ini. Tapi apapun itu, kini Hengky bisa menembus tembok tebal tersebut.(gk-33)