Rendra Kresna Isyaratkan Akhiri Konflik Internal Arema

Rendra Kresna yang juga Bupati Malang ini, berharap konflik internal di Arema Indonesia bisa segera diakhiri.

Pembina Yayasan Arema Indonesia, Rendra Kresna mengisyaratkan konflik internal klub berjuluk SIngo Edan ini akan segera berakhir. Isyarat tersebut diungkapkan saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan Pengurus PWI Malang Raya, Jawa Timur di Hotel Tidar Malang, Minggu (23/10).

''Konflik internal di Arema tidak perlu dibesar-besarkan. Siapa pun yang menjadi pengurus Arema terserah,  tidak perlu dipermasalahkan. Yang penting Arema bisa berprestasi dan lebih baik lagi,'' papar Rendra Kresna.

Makanya, Rendra Kresna yang juga Bupati Malang ini, berharap konflik internal di Arema Indonesia bisa segera diakhiri. Dia mengajak semua kalangan agar tidak mempersoalkan siapa yang mengelola dan mengurus tim kebanggan Arek Malang itu.

Yang penting, kata pria berdarah Madura ini, tim Singo Edan itu tetap eksis di kanca persepakbolaan tanah air Indonesia.  Prestasi Arema lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, konflik internal Arema   muncul sebelum Konggres PSSI yang menghasilkan kepengurusan Djohar Arifin Husein digelar. Kala itu  krisis finansial di Arema mengalami puncaknya. Sehingga, muncul dua kubu kepengurusan, yaitu pengurus Arema versi  Ketua Harian Yayasan Arema Indonesia HM Nur dan Arema Indoneia versi Ketua Pembina Yayasan Arema Indonesia, Rendra Kresna.

Konflik tersebut sampai saat ini belum juga berakhir dengan tegas dan pasti, meski PSSI sudah mencoba memediasi dua kubu yang berkonflik. Bahkan, Andy Darussalam Tabussala juga mencoba mempertemukan dua kubu  untuk mengakhiri konflik. Namun, upaya itu tidak langsung membuahkan hasil.

Karena itu, ajakan Rendra agar tidak mempersoalkan kepengurusan Arema Indonesia saat ini menjadi sinyal positif berakhirnya konflik internal Arema. Sebab, menurut Rendra siapa pun yang mengurus dan mengelola Arema tidak perlu diributkan. (gk-41)