Liga Prima Indonesia Terancam Tanpa Siaran Langsung

Manajemen antv telah berkali-kali mengirim surat kepada PSSI, namun tidak ada respon.
Liga Prima Indonesia (IPL) yang rencananya akan mulai digulirkan pada 15 Oktober nanti terancam tanpa siaran langsung dari stasiun televisi, karena hingga saat ini masih menjadi sengketa.

Wakil direktur sport antv Reva Deddy Utama mengatakan, pihaknya masih memiliki wewenang dengan siaran langsung itu, karena menyisakan ikatan kontrak selama enam tahun. Kontrak antv dengan PSSI mengenai hak siar berlangsung selama sepuluh tahun dengan total nilai sebesar Rp100 miliar.

“Kami tetap bersiap melakukan siaran langsung tanggal 15 Oktober di Jalak Harupat. Karena kami tetap merasa sebagai partner PSSI dan memegang hak siar. Kami tetap ingin menjadi partner PSSI.”

Antv merasa kaget ketika mendengar kabar adanya penandatangan memorandum of understanding (MoU) antara PSSI dan Grup MNC hari ini mengenai tayangan langsung pertandingan IPL.

“Dengan situasi ini, kami pasti mempersiapkan langkah tertentu, karena masalah ini ada dampak hukumnya. Kami akan mengajukan gugatan hukum, dan melaporkan ini ke KPI [Komisi penyiaran Indonesia].”

“Kami anggap hak siar sebagai barang, dan sedang dalam sengketa. Karena itu, tidak boleh digunakan siapapun. Artinya ada kemungkinan tidak ada siaran langsung.”

Reva juga membantah tudingan PSSI yang menyatakan stasiun televisi lokal itu tidak pernah memberikan respon atas penawaran tentang hak siar IPL.

“Pada tanggal 12 September kami kirim surat kepada PSSI untuk meminta audiensi seputar posisi kami sebagai tv partner dan media rights, tapi tidak direspon,” ungkap Reva.

“Permintaan itu kami ajukan kembali sepuluh hari kemudian, tetap tidak ada jawaban. Pada tanggal 4 Oktober, wakil ketua umum PSSI [Farid Rahman] bilang ada tawaran dari grup lain. Antv berani Rp115 miliar, jika televisi lain berani Rp100 miliar.”

“Masalahnya, mereka tidak ada niat untuk berbicara. Kami tidak pernah diundang. Selama ini PSSI tak pernah terbuka siapa saja yang diajak biding. Ini tidak benar.”

Selain itu, antv juga menyoroti ketidakprofesionalan dalam mengelola kompetisi musim 2011/12. Menurut Reva, antv pernah meminta jadwal pertandingan agar bisa mengajukan penawaran seperti yang diminta Farid. Namun, jadwal yang ada justru tidak lengkap.

“Kami minta jadwal pertandingan untuk membuat perhitungan mengenai siaran langsung dan tunda. Tapi jadwal yang ada tidak lengkap. Ini membuat kami tidak mungkin mengajukan penawaran. Kami kirim surat lagi hari Senin (10/10), tidak ada respon. Sekarang mereka yang bilang kami tak memberikan respon,” tutur Reva.

>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Superliga Indonesia
>> Jadwal - Hasil - Klasemen ISL