Aremania Desak PSSI Tidak Akui M Nur

Fans Singo Edan ini akan tetap menggelar aksi unjuk rasa hingga tuntutan mereka terpenuhi.
Kelompok suporter Arema Indonesia Aremania menggelar aksi unjuk rasa di depan sekretariat PSSI di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Senin (26/9), menuntut induk organisasi sepakbola nasional itu menganulir keputusan pengakuan terhadap M Nur sebagai pengeloa klub.

Sedikitnya 200 Aremania dengan menggunakan empat bus mendatangi PSSI dengan membawa tiga tuntutan. Selain meminta agar PSSI mengakui kepengurusan Rendra Kresna, Eddy Rumpoko, dan Iwan Kurniawan, Aremania juga mendesak PSSI menganulir keputusannya yang mengakui M Nur sebagai pengelola.

Selain itu, Aremania juga menolak penggunaan Stadion Gajayana sebagai kandang Singo Edan di musim 2011/12. Aremania lebih suka bila tim kesayangannya bermain di Stadion Kanjuruhan yang memiliki tribun lebih besar.

“Dengan adanya dualisme kepengurusan, Arema terpecah belah. Latar belakang kepengurusan Arema di bawah pimpinan M Nur tidak jelas. Aremania menganggap kubu ini telah memecah belah klub,” ujar perwakilan Aremania Ponidi Tembel.

“Karena itu, kami meminta PSSI agar menganuli keputusan mengakui kubu M Nur. Kami akan terus berunjuk rasa jika PSSI tetap dengan keputusannya. Kami akan berhenti setelah PSSI memenuhi tuntutan kami.”

Sepuluh perwakilan Aremania kemudian melakukan pertemuan dengan wakil sekjen PSSI Tondo Widodo. Tondo hanya mengatakan akan menyampaikan aspirasi suporter kepada petinggi PSSI.

Hingga berita ini diturunkan, seorang petugas kepolisian meenyebutkan, ratusan Aremania masih tetap bertahan di kawasan Senayan. Ratusan fans itu berkumpul di sekitar parkir timur.

>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Semua Berita Superliga Indonesia
>> Jadwal - Hasil - Klasemen ISL