Demi LPI, Persibo Abaikan Surat PT LI

Walaupun mendapatkan teguran dari PT Liga Indonesia (LI) sekaligus permohonan konfirmasi, Persibo enggan menanggapi.
Sampai sekarang ini Persibo Bojonegoro semakin mantap untuk mengikuti Liga Primer Indonesia (LPI) yang tinggal menghitung hari. Bahkan, surat dari PT LI tentang permohonan konfirmasi keikutsertaan beberapa hari yang lalu diabaikan begitu saja dan terkesan tidak digubris, sebab manajemen Laskar Angling Dharma tengah mempersiapkan tim yang akan segera memulai pertandingan perdana.

Hal itu disampaikan manajer Persibo, Taufiq Risnendar. Dijelaskan, jika manajemen tidak akan memberikan jawaban apa-apa kepada PT LI.

"Saat mengirim surat ke PT LI beberapa waktu lalu manajemen sudah mantap untuk berkompetisi di level yang lebih baik," kata Taufiq.

Dikatakan, surat yang dikirim oleh pihaknya akhir Desember sebenarnya sudah menjadi jawaban dan tidak perlu dipertanyakan lagi. Yakni, Persibo tidak bisa lagi melanjutkan kompetisi di Superliga 2010/11.

"Sebab, kami sudah tidak mempunyai dana lagi untuk bisa berkiprak di kompetisi tersebut," terangnya.

Dengan tidak ada balasan tersebut sebenarnya secara otomatis Persibo mengundurkan diri. Itu sesuai dengan batasan pengiriman jawab yang seharusnya dikirim kemarin.

"Bagaimana lagi, kita sejak awal sudah mengatakan dengan jelas tidak bisa melanjutkan di Superliga," sambungnya.

Sementara itu mengenai gaji pemain yang sebagian masih terkatung-katung, Taufiq menegaskan, gaji yang belum terbayar adalah untuk mereka yang enggan bergabung dengan LPI. Seperti Samsul Arif, Cucu Hidayat, Rudi Widodo, Victor Da Silva, Dwi Kuswanto dan Syaifuddin. Sebab, gaji mereka bukan tanggungan LPI.

"Karena, mereka yang ikut LPI gajinya langsung dibayar. Sedangkan mereka yang tidak bergabung masih menunggu dana dari sisa APBD yang belum jelas," lanjutnya. (gk-25)