PSSI Sebut LPI Kompetisi Ecek-Ecek

Hanya akan diikuti tim gurem, PSSI sebut kompetisi Liga Primer Indonesia ecek-ecek.
Ketua umum PSSI Nurdin Halid melontarkan cibiran terhadap pelaksanaan kompetisi tandingan bertajuk ‘Liga Primer Indonesia’ yang hari ini dideklarasikan di Semarang, Jawa Tengah.

Menurutnya, karena tidak diakui PSSI sebagai otoritas sepakbola nasional yang resmi, bisa dipastikan kompetisi yang bakal diikuti 17 klub itu tidak bermutu, karena hanya menampilkan klub-klub yang tidak jelas.

Hal yang sama lanjut Nurdin dengan keberadaan pemain dan wasit asing yang akan tampil di kompetisi tandingan tersebut. Sebab, mereka yang akan mencari kerja di sepakbola nasional wajib mendapat rekomendasi dari PSSI, selaku organisasi yang sah dan diakui FIFA.

“Pemain maupun wasit asing dipastikan tidak bisa ikut LPI. Sebab mereka pasti akan dideportasi, terkait dengan izin kerjanya selama di Indonesia,” sebut Nurdin dalam keterangan persnya di Hotel The Sultan, Jakarta, Minggu (24/10) malam.

“Kenapa? Karena sesuai aturan, yang berhak memberikan rekomendasi izin kerja itu adalah federasi resmi, dan itu adalah PSSI bukan LPI. Karena itu, saya pastikan, tidak akan ada pemain maupun wasit asing di kompetisi ‘tarkam’ tersebut.”

Masih kata Nurdin, yang membuat dirinya sangat percaya LPI amatiran, terkait dengan kehadiran Arifin Panigoro, pengusaha kondang yang digadang-gadang sebagai promotor  kompetisi tandingan tersebut, tidak memiliki track record yang cukup di pentas sepakbola nasional.

“Tidak seperti Nurdin. Selama memimpin PSM Makassar, berapa banyak trophy juara yang bisa dipersembahkan. Termasuk juara Liga Indonesia. Hal yang sama saat Nurdin menjadi manajer timnas. Sederet piala mampu kita raih. Bandingkan dengan saudara Arifin (Panigoro). Apa prestasi beliau di sepakbola nasional? Sama sekali tidak ada,” cetus pria asal Makassar ini.

>>
Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Superliga Indonesia.
Berita Terkini Sepakbola Indonesia