Abaikan Ancaman, Persebaya Mantap Ikut LPI

Menurut Saleh, PSSI bukan organisasi pribadi sehingga bisa main ancam dan pecat.
Ancaman dari PSSI yang akan mencoret klub dari keanggotaan jika ikut Liga Primer Indonesia (LPI) sama sekali tak membuat gentar Persebaya. Ketua umum Saleh Ismail Mukadar kembali menegaskan, Persebaya sama sekali tak terpengaruh dengan ancaman tersebut.

"Apa yang harus ditakutkan? Sudah capek kita dijajah mereka. Apa mau terus-terusan dihisap? Ini saatnya menggunakan akal sehat. Hanya orang bodoh saja yang jatuh ke lubang yang sama. Kami ikut LPI bagian dari pencerahan itu. Lepas dari cengkeraman penjajah," tegasnya.

Akan halnya pencoretan dari keanggotaan PSSI, Saleh menilai hal tersebut sebagai bentuk kepanikan Nurdin Halid. Menurutnya, pencoretan tak bisa semudah itu. Apalagi hanya karena ikut LPI,  model kompetisi yang justru disarankan olah AFC dan FIFA.

"Dia ketakutan. LPI ini kan ibarat lonceng kejatuhan baginya. Yang bisa dilakukan hanyalah menebar ancaman tanpa memberi solusi," sergahnya.

Diingatkan Saleh, hanya kongres PSSI yang bisa memutuskan dicoret atau tidaknya sebuah klub. Itupun suara yang didapat harus 2/3 anggota.

"Memangnya PSSI ini organisasi pribadi apa hingga bisa main pecat. Kalaupun kami didzolimi dalam soal ini, kami akan kejar sampai kemanapun. Ke AFC, FIFA maupun arbitrase internasional," tandasnya.

Menurut Saleh, PSSI harusnya membuka diri atas masukan maupun inisiatif dari berbagai pihak demi kemajuan sepakbola nasional. Bukannya menutup diri seperti. Padahal, jelas sekali sikap ini sama sekali tak mampu mengangkat prestasi sepakbola nasional. Yang ada justru malah terjun payung.

"Sebagai ketua umum, Nurdin apa tidak malu melihat prestasi Timnas U-16 kemarin. Tempati urutan buncit, kalah dari Timor Leste. Ini harusnya jadi perenungan, bukannya main ancam. Atau ini memang sudah jadi hukum alam, tanda tanda kejatuhan?" pungkasnya. (gk-31)

>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Superliga Indonesia.