EKSKLUSIF - Alessio Tacchinardi: Carlo Ancelotti Seperti Ayah Kedua Di Juventus

Alessio Tacchinardi menilai Carlo Ancelotti adalah salah satu pelatih terbaik di era sepakbola modern.

GOALOLEH  ROMEO AGRESTI  PENYUSUN  TEGAR PARAMARTHA     Ikuti di twitter

Carlo Ancelotti mungkin menegaskan bahwa tidak ada cinta antara dirinya dan Juventus, tetapi Alessio Tacchinardi mengatakan bahwa pelatih Real Madrid itu seperti ayah kedua saat berada di Turin.

Ancelotti menghabiskan dua setengah tahun menukangi Bianconeri pada 1999 hingga 2001 tetapi ia didepak setelah dua kali secara beruntun gagal menjuarai Serie A Italia pada laga terakhir liga.

Pemecatan tersebut tampaknya membuat Ancelotti sangat kesal dan itu tertulis dengan jelas pada otobiografinya: "Juventus adalah tim yang tidka pernah saya cintai dan tidak akan pernah saya cintai. Saya hanya melihat mereka sebagai musuh.

Tetapi saat pelatih berusia 55 tahun itu bersiap membawa skuat Los Blancos ke Juventus Stadium untuk leg pertama semi-final Liga Champions, Tacchinardi menilai Ancelotti meninggalkan warisan yang signifikan di Juventus.

"Bagi saya, Carlo Ancelotti adalah pelatih luar biasa, sosok hebat dan ayah kedua," ujar Tacchinardi kepada Goal.

“Saya tidak berpikir Anda dapat mengatakan dia gagal di Juventus. Faktanya, saya sepenuhnya tidak sepakat dengan definisi itu. Saya masih ingat betapa baik dia menangani tim, taktik pertandingannya yang luar biasa dan bagaimana dia memperlakukan Alessandro Del Piero usai cedera lutut parah.

"Banyak kritikus menginginkan dia mencadangkan Alex, tetapi Carlo terus memilih dia dan membantu pemulihannya dengan sangat baik.

Yang paling diingat pada masa Ancelotti di Turin adalah kekalahan dari Perugia pada hari terakhir musim 1999/2000 yang pada akhirnya Lazio berhasil mengunci gelar Scudetto.

Tacchinardi | Menghabiskan 13 tahun di Juve dan meyakini bahwa Ancelotti adalah pelatih terbaik di sepakbola modern

Tetapi Tacchinardi menilai bahwa hal tersebut adalah bukti bahwa mantan pelatih Parma dan AC Milan itu tidak didukung dewi fortuna.

"Dua tahun [bersama Juve], dia tidak dinaungi keberuntungan, itu yang pasti," imbuh sosok berusia 39 tahun tersebut. "Ada badai di Perugia, dan kemudian ada performa individu gemilang dari Hidetoshi Nakata untuk AS Roma di Stadio delle Alpi (yang membuat Juve gagal merengkuh Scudetto pada 2001/02).

Mantan gelandang yang mengoleksi 13 caps bersama tim nasional Italia tersebut menilai Ancelotti adalah salah satu pelatih terbaik di era sepakbola modern.

"Saya pikir dia adalah pelatih terbaik di Eropa. Dia menjalani karir yang istimewa dalam hal kualitas teknik dan taktik, tetapi juga pada kualitas kemanusiaannya. Sangat sedikit orang yang memiliki kecerdasan dan pemahaman seperti dia. 

"Dia mengatur skuat dengan baik, memahami para pemainnya dan mendorong mereka tanpa menciptakan perpecahan di ruang ganti.

"Dia adalah salah satu dari pelatih yang mengetahui persis bagaimana memadukan karakteristik untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan sukses."

Get Adobe Flash player



 
Liga Champions >> Halaman Khusus Liga Champions

>> Semua Berita Liga Champions

>> Jadwal - Hasil - Klasemen Liga Champions