Leroy Sane, Bintang Baru Schalke 04

Leroy Sane kian diandalkan sebagai penggawa utama Schalke 04 sehingga pemain 19 tahun ini dilirik oleh Liverpool dan Arsenal.

GOALOLEH   MARK DOYLE & OLIVER MAYWURM     PENYUSUN   AGUNG HARSYA    

Sejauh yang dapat diingat Leroy Sane, dia selalu ingin menjadi pesepakbola. "Saya tak pernah bercita-cita menjadi astronot," kenangnya kepada Suddeutsche Zeitung awal tahun ini. "Ketika saya berusia 16 atau 17 tahun, saya tidak suka pergi ke pesta. Saya hanya punya satu hobi - bola sepak." Hasilnya, Sane menjadi apa yang dia inginkan. Terbukti dengan penampilan debut di Liga Champions.

Maret tahun ini di Santiago Bernabeu, Schalke 04 harus memenangkan laga sulit atas tuan rumah Real Madrid. Pertandingan baru berjalan 29 menit ketika Eric Maxim Choup-Moting mengalami cedera. Pelatih Roberto Di Matteo beralih ke Sane dan bilang si pemain akan dimasukkan. Pelatih asal Italia itu tidak meragukan kemampuan sang gelandang serang untuk mengatasi tekanan pertandingan. Begitu pula halnya dengan Sane.

Di lapangan yang penuh sesak dengan para bintang, Sane bersinar. Pada menit ke-57, saat Schalke tertinggal 3-2 dan secara agregat 5-2, Sane menerima operan dari Christian Fuchs di sisi kanan kotak penalti Madrid. Dia memindahkan bole ke kaki kiri - kaki terkuatnya - lalu melepas tembakan melengkung ke pojok atas gawang. Iker Casillas hanya bisa terpana.



Schalke tersingkir akibat kalah agregat 5-4, tetapi seorang bintang masa depan lahir malam itu di Bernabeu. Pada sebuah malam di pentas tertinggi sepakbola, dia bermain dengan penuh ketenangan seakan menyembunyikan usia mudanya. Dia tak pernah lagi berhenti dan kemudian terpilih menjadi pendatang baru terbaik Bundesliga musim 2014/15 meski hanya tampil 13 kali. Musim ini, Sane menjadi pilihan utama Schalke dengan usia baru menginjak 19 tahun.

PANDANGAN DARI LIVERPOOL
Oleh Melissa Reddy
Liverpool tidak boleh tidak memantau Sane karena sang pemain salah satu bintang muda yang paling bersinar. Kepercayaan diri dan kemampuan olah bolanya adalah kekuatan yang tak mungkin diabaikan pemantau bakat. Pemain 19 tahun ini pengubah pertandingan. Dia cocok dengan kebutuhan Liga Primer Inggris serta Jurgen Klopp yang mengusung "sepakbola energik". Saat pramusim direktur olahraga Schalke Horst Heldt bilang klub Inggris siap membayar mahal untuk Sane, tapi proses transfer tak berlanjut. Dengan daya tarik yang kian meninggi, Liverpool harus bersaing ketat mendapatkan tanda tangan Sane, salah satunya dari Arsenal yang mulai mengikutinya awal musim ini.
Jumat (6/11) kemarin, Sane dipanggil memperkuat skuat Jerman untuk laga uji coba menghadapi Prancis dan Belanda. Pemanggilan itu kian menegaskan performa bagusnya sepanjang musim 2015/16. Dalam sembilan pertandingan, Sane menyumbangkan lima gol dan tiga assist.

"Sane, yang bisa dimainkan di tengah maupun di sayap, sangat cepat. Kemampuan tekniknya sangat baik dan saat bergerak dengan kecepatan maksimal dia punya sentuhan bola yang mumpuni," puji pelatih timnas Jerman, Joachim Low.

"Dia punya banyak trik. Kreatif dalam situasi satu lawan satu dan pandai mencari ruang kosong."

Sane sudah punya kesadaran profesionalisme sejak dini. Dia punya darah olahraga dari kedua orangtuanya. Ibunya Regina Weber-Sane, peraih medali perunggu senam ritmik di Olimpiade 1984 Los Angeles. Ayahnya, Souleymane Sane, adalah mantan striker timnas Senegal yang pernah tampil di Piala Afrika 1992 dan 1994.

Wajar saja jika putra mereka tahu apa yang dibutuhkan untuk meraih sukses di pentas tertinggi. Sane juga tahu dirinya tidak boleh terbuai dengan kesempatan memperkuat Jerman di Euro 2016.

"Ayah saya memastikan supaya saya tetap rendah hati," bilang Sane kepada Bild. Bahkan setelah penampilan mengesankan di Liga Champions yang memukau publik Bernabeu, sang ayah berkomendar pendek. "Bagi saya, dia belum meraih apa-apa," tukasnya menepis euforia.

Sikap hati-hati Souleymane bisa dimaklumi. Sane dikenal punya fisik yang lemah dan juga gampang kehilangan konsentrasi. Dia juga kerap terlalu banyak memainkan bola. Bukan hal yang janggal bagi seorang pesepakbola muda.

Namun, fisik dan mentalnya berkembang pesat sepanjang tahun ini. Direktur olahraga Schalke Horst Heldt pernah berkata, "Leroy belum matang, tapi dia memiliki gaya permainan yang dapat memberikan perbedaan."

Sejumlah klub Liga Primer Inggris, seperti Arsenal dan Liverpool, mulai memantau perkembangannya. Meski demikian, Sane tidak memikirkan peluang pindah.

"Saya baru saja melakukan langkah pertama di sepakbola profesional," ungkapnya kepada laman resmi Bundesliga. "Masih banyak langkah yang harus ditempuh."

Langkah tersebut adalah menundukkan dunia.