Malangnya Antonio Conte, Minim Penghormatan Dari Juventus

Pelatih Italia itu harus mendapat penghormatan lebih setelah apa yang disumbangkannya buat Juventus mulai dari pemain hingga pelatih.


GOALOLEH   MOHAMMAD YANUAR     Ikuti di twitter

"Tak ada yang namanya penghargaan di sepakbola, pencapaian apa pun akan dilupakan begitu saja."

Pernyataan itu keluar dari Sinisa Mihajlovic, yang mendapat kritik keras dari fans meski sukses membawa tim medioker Sampdoria berpeluang bermain di Liga Champions beberapa waktu lalu.

Tapi pernyataan itu kini pantas menjadi gambaran hati Antonio Conte. Bagaimana tidak, kontribusinya sebagai pemain mau pun pelatih bisa dikatakan tak lagi dipandang oleh Juventus.

Adalah insiden cedera yang dialami Claudio Marchisio yang menjadi masalahnya. Karena cedera yang dialami gelandang Juventus tersebut, tim kota Turin tersebut tidak terima dengan apa yang terjadi pada pemain mereka.

Seperti diketahui, Marchisio mengalami cedera saat menjalani sesi latihan bersama timnas Italia, tim yang kini ditangani Conte. Hasil tes awal menunjukkan Marchisio mengalami cedera yang cukup serius dan bisa absen hingga delapan bulan ke depan.

Kabar itu langsung menuai reaksi keras dari kubu Juventus. John Elkann, petinggi utama Juventus yang juga sekaligus presiden dari Fiat Group langsung mengejek Conte.

"Conte sebelumnya jadi pelatih di Turin, tapi di timnas, dia sekadar 'pemetik buah'. Keduanya merupakan pekerjaan yang berbeda. Mungkin dia ingin lebih diingat sebagai 'pemetik buah' melihat banyaknya pemain yang mengalami cedera," sindir Elkann.

Marchisio memang bukan pemain Juventus pertama yang mengalami cedera di skuat Italia sejak Conte menangani timnas. Sebelumnya sudah ada Giorgio Chiellini, Andrea Pirlo dan Angelo Ogbonna. Kerasnya teknik latihan yang diterapkan Conte disinyalir kuat menjadi alasan utama banyak pemain yang cedera.

Tak terima mendapat sindiran tersebut, Conte pun membalas.

"Tim saya tidak bekerja keras, tapi mereka bekerja dengan baik. Saya tersinggung pada mereka yang berusaha menggunakan masa lalu saya untuk melawan saya. Saya membayangkan mengapa Elkann tak mengatakan apa pun saat saya masih di Juventus," ujarnya.

Conte kemudian meninggalkan sesi wawancara dengan RAI setelah ditanya apakah Juventus akan paling merugi dengan cedera yang dialami Marchisio ketimbang Italia. Tapi, atmosfer semakin memanas kemudian.

Presiden Federasi Sepakbola Italia Carlo Tavecchio pekan lalu menyatakan bahwa Conte telah menerima ancaman pembunuhan dari fans Juventus.

"Saya melihatnya gemetaran hari ini. Setelah kontroversi kemarin, dia mendapat ancaman pembunuhan melalui internet. Saya kenal Conte cukup lama dan dia tidak tenang. Semua yang sudah dikatakan dan dia merasa merasa menjadi korban atas kesalahan yang tidak dibuatnya," cerita Tavecchio kepada Radio Rai.

Situasi ini bisa dikatakan sangat serius. Kabarnya, karena hal ini, Conte mempertimbangkan untuk meletakkan jabatannya sebagai pelatih timnas Italia.

Penggawa Italia yang merumput untuk Juventus, seperti Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli dan Gianluigi Buffon sejatinya sudah memberikan dukungannya kepada Conte, tapi itu tidak serta merta menurunkan tensi perseteruan di bawah selimut antara petinggi dan fans garis keras Juventus dengan mantan gelandang Italia itu.

Pantaskah hal itu terjadi? Layakkah Conte mendapat perlakuan yang begitu buruk dari klub yang pernah dibawanya meraih delapan gelar scudetto saat menjadi pemain mau pun pelatih?

Faktanya, Conte sudah memberikan banyak hal kepada Juventus. Ditunjuk pada 2011, Conte mengubah Juventus dari tim yang hanya bisa bersaing di papan tengah menjadi tim paling dominan di Italia. Tiga gelar scudetto adalah buktinya, plus kemampuannya memunculkan potensi terbaik dari pemainnya. Arturo Vidal dan Paul Pogba adalah pemain yang merasakan tangan dingin Conte secara langsung dan mendapat keuntungan dari itu semua.

Saat menjadi pemain selama 13 tahun, Conte telah memberikan 15 gelar juara, termasuk di antaranya Liga Champions dan Piala UEFA.

Dengan sumbangsih yang diberikannya itu, seharusnya Conte mendapat sambutan bak pahlawan ketika kembali ke Juventus Stadium. Ultras Juventus tidak memberikan keistimewaan itu, pun demikian dengan petinggi klub. Mereka sepertinya masih memendam kekecewaan karena Conte meninggalkan klub delapan bulan lalu untuk kemudian mengambil tugas negara menangani timnas Italia.

Conte mungkin bukan menjadi sosok yang paling disukai di Juventus, tapi seharusnya semua mengingat tanpanya, Juventus mungkin masih berjuang memerebutkan tempat di Liga Europa, bukannya Liga Champions, bersama dengan pemain seperti Leandro Rinaudo, Armand Traore dan Jorge Martinez, atau bahkan pemain kurang ternama dan berbakat lainnya. Akan lebih bijak bila Juventus lebih mengingat apa yang sudah diberikan Conte ke tim.

Get Adobe Flash player



 
Serie A Italia >> Halaman Khusus Sepakbola Italia
>> Berita Sepakbola Italia Lainnya
>> Semua Klub Serie A & Panduan 2014/15
>> Klasemen Serie A Italia
>> Jadwal & Hasil Serie A Italia
>> Daftar Transfer Serie A Italia
>> Rapor Pemain Serie A Italia