Bagaimana Proses Voting Presiden FIFA?

Goal menjelaskan proses pemungutan suara untuk menentukan pengganti Sepp Blatter sebagai presiden FIFA.

GOALOLEH   TEGAR PARAMARTHA     Ikuti di twitter
Federasi sepakbola setiap negara telah akan berkumpul pada Kongres Luar Biasa di Zurich, Swiss, hari ini (26/2) untuk memilih presiden baru federasi sepakbola dunia, FIFA.

Calon yang diunggulkan Sheikh Salman bin Ebrahim al-Khalifa dan Gianni Infantino, kemudian juga  Prince Ali bin al-Hussein, Jerome Champagne dan Tokyo Sexwale adalah nama-nama kandidat yang akan menggantikan rezim Sepp Blatter.

SHEIKH SALMAN BIN EBRAHIM AL-KHALIFA

Setiap federasi memiliki hak satu suara, untuk dimasukkan ke dalam kotak suara, dan kandidat harus meraih dua pertiga dari keseluruhan suara untuk bisa dinyatakan sebagai pemenang.

Diperkirakan ada 207 suara yang diperebutkan, dengan Kuwait dan Indonesia saat dilarang ikut serta karena pelanggaran aturan FIFA terkait intervensi pemerintah kepada federasi sepakbola negara yang bersangkutan.

GIANNI INFANTINO

Pada tengah pekan kemarin, Komite Eksekutif FIFA merekomendasikan Kongres Luar Biasa harus memutuskan untuk membahas masalah kedua negara itu pada Kongres Biasa, Mei mendatang di Meksiko.

Pada ajang yang memperebutkan 207 suara dari berbagai negara, 138 suara adalah angka ajaib bagi kandidat untuk menargetkan kemenangan putaran pertama.

PRINCE ALI BIN AL-HUSSEIN


Jika dua pertiga suara tidak terwujud dalam putaran pertama, putaran kedua akan dimulai dengan kandidat yang meraih suara terbanyak akan menjadi pemenang.

Jika terbukti masih sulit menentukan pemenang, kandidat dengan voting terendah akan dikeluarkan sebelum putaran ketiga, dan proses itu terus diulang hingga satu sosok memiliki mayoritas suara.