“Intensitas” adalah kata kunci untuk menggambarkan dua hari pertama kembalinya tim di bawah asuhan Ruben Amorim. Milan harus tampil intens di lapangan, namun terlebih dahulu harus menunjukkan intensitas di bursa transfer karena tim ini membutuhkan tambahan pemain untuk mendekati visi yang digagas oleh pelatih asal Portugal tersebut dan pemilik klub Gerry Cardinale. Setelah melakukan dua rekrutan senilai total 100 juta euro dengan Goncalo Ramos dan Mario Gila, penting juga untuk mengelola pelepasan pemain dengan baik. Yang paling penting adalah kasus Rafael Leao, di mana sudah ada langkah-langkah awal untuk merencanakan pelepasan yang sama menyakitkannya dengan tak terelakkan.
Getty Images/CalciomercatoDiterjemahkan oleh
Milan, Leao akan membuatmu kaya: dengan penjualan pemain andalan asal Portugal itu, diperkirakan akan ada keuntungan modal sebesar 50 juta euro
PENILAIAN SENILAI 60 JUTA EURO
Lingkaran dalam Rafael Leao bagaikan tim sepak bola lima orang yang terdiri dari para pengacara, ayahnya Antonio, para perantara, serta Jorge Mendes yang ditugaskan oleh Gerry Cardinale untuk membawa tawaran bagi pemain bernomor punggung 10 Rossonero tersebut. Dari Via Aldo Rossi, mereka bersikap tenang dan sabar; transfer Leao tidak boleh dipengaruhi oleh terburu-buru, melainkan harus menjadi hasil dari strategi yang sangat jelas. Angka-angka akan menjadi faktor kunci dan mengikat, karena Milan menginginkan 60 juta euro untuk melepas pemain yang pernah menjadi simbol gelar Scudetto ke-19 dalam sejarah klub di Reggio Emilia.
KEUNTUNGAN KAPITAL YANG BESAR
Angka minimum untuk melepas Leao adalah 11,212 mln, yaitu nilai sisa dalam neraca, namun Milan tidak berminat untuk menjual dengan harga murah.Pemain asal Portugal itu harus menghasilkan keuntungan yang besar, dan targetnya adalah mencapai angka 50 juta euro. Memang sulit, tetapi bukan tidak mungkin, terutama jika sebagian tawaran datang dari liga yang kaya seperti liga Arab.
MERINDUKAN TOTTENHAM
Prioritasnya tidak berubah, baik bagi Milan maupun bagi Leao yang tetap bersikeras menunggu tawaran dari Inggris: Rafa bermimpi bermain di Liga Premier dan telah mulai bertukar pesan dengan temannya, Tonali, mengenai Tottenham. Pihak Leao telah menawarkannya kepada Spurs asuhan Roberto De Zerbi, namun satu-satunya tawaran konkret datang dari Arab Saudi. Saat ini Leao belum terbuka terhadap opsi tersebut, namun sikapnya mungkin akan melunak dalam beberapa minggu ke depan jika tidak ada tawaran yang masuk dari salah satu dari tiga liga teratas Eropa.
SUKA CERITA INI?
Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

