Mengenang Skuad Timnas Indonesia Yang Dibantai 10-0 Bahrain, Di Mana Sekarang?

Terakhir diperbarui
Albert Christian

  1. Syamsidar - PS Badung
    Goal / Abi Yazid

    Syamsidar

    Karier Syamsidar mulai menanjak ketika menjadi penjaga gawang utama timnas Indonesia U-21. Ia menjadi pemain terbaik dan mempersembahkan gelar juara untuk skuad Merah Putih pada ajang sepakbola junior ASEAN Piala Hassanal Bolkiah pada tahun 2002.

    Sejumlah klub besar Tanah Air, pernah dibelanya, seperti Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSM Makassar. Meski sekarang sudah pensiun, Syamsidar masih sering bermain sepakbola dalam turnamen antarkampung alas tarkam.

  2. Rendi Irwan Saputra - Persebaya
    Abi Yazid / Goal

    Rendi Irwan

    Pesepakbola kelahiran Sidoarjo tersebut kini membela Persebaya Surabaya. Ia dikenal dengan kemampuan yang lincah dan kerap memanjakan rekan setimnya untuk mencetak gol lewat umpan yang jitu.

    Meski usianya sudah menginjak 34 tahun, Rendi tetap bisa diandalkan. Perannya di lini tengah Persebaya, sulit tergantikan karena kemampuannya masih mantap.

  3. Taufiq - Bali United
    Aurelius Balakosa

    Muhammad Taufiq

    Mengawali karier profesional dengan membela  Persebaya Surabaya, Taufiq berpindah-pindah klub. Ia pernah berseragam PSIM Yogyakarta, Persib Bandung, dan sekarang Bali United.

    Taufiq, menjadi satu di antara pemain Indonesia yang merasakan gelar juara kompetisi sepakbola kasta teratas nasional di dua klub berbeda. Ia membantu Persib merengkuh gelar Liga Super Indonesia pada 2014, dan bersama Bali United pada Liga 1 2019.

  4. Irfan Bachdim Timnas Indonesia
    Alvino Hanafi

    Irfan Bachdim

    Kemampuan Bachdim, dalam mengolah si kulit bundar tak perlu diragukan lagi. Pesepakbola berusia 32 tahun tersebut merupakan jebolan klub Belanda FC Utrecht.

    Persema Malang, menjadi klub Indonesia pertama yang dibelanya setelah meninggalkan Belanda. Bachdim pernah memperkuat klub Thailand, dan Jepang, sebelum akhirnya di kontrak Bali United pada 2017.

    Bachdim membantu Bali United dalam merengkuh gelar Liga 1 2019. Namun, setelah itu ia memutuskan bergabung dengan PSS Sleman dan bertahan hingga sekarang.

  5. Aditya Putra Dewa - TIRA Persikabo
    Media TIRA Persikabo

    Aditya Putra Dewa

    Aditya merupakan pesepakbola yang tak pernah lama bertahan di satu klub. Sejumlah kesebelasan yang pernah dibelanya antara lain PSM Makassar, Persepam Madura, Borneo FC, Martapura FC, Sulut United, dan TIRA Persikabo.

    Pemain berusia 31 tahun tersebut kini memperkuat PSIM Yogyakarta. Aditya berlabuh di klub Liga 2 itu pada akhir Maret 2021, setelah kontraknya habis di TIRA Persikabo.

  6. Gunawan Dwi Cahyo - Bali United
    Abi Yazid / Goal

    Gunawan Dwi Cahyo

    Puncak karier Gunawan bisa dibilang ketika membela Persija Jakarta. Bersama Macan Kemayoran, bek berusia 32 tahun tersebut meraih trofi Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018.

    Namun, dua gelar tersebut tak membuat Gunawan tetap bertahan di Persija. Ia memutuskan gabung Bali United pada 2019, dan berhasil merengkuh juara Liga 1 2019.

  7. Hengki Ardiles - Semen Padang
    Goal / Abi Yazid

    Hengki Ardiles

    Kesetiaan Hengki untuk Semen Padang, tidak perlu diragukan lagi. Meski, ia sempat pindah ke Persikabo Bogor pada 2007, sebelum akhirnya kembali memperkuat Kabau Sirah di musim berikutnya.

    Sejumlah klub Indonesia sempat mendekati Hengky untuk pindah. Namun, ia tetap bertahan di Semen Padang, hingga akhirnya gantung sepatu pada 2019.

  8. Diego Michiels - Gilang Widya Pramana
    Arema

    Diego Michiels

    Borneo FC menjadi klub yang paling lama dibela Diego. Pemain naturalisasi tersebut memperkuat kesebelasan asal Samarinda itu sejak 2015, sebelum pindah ke Arema FC pada tahun ini.

    Kepergian Diego, dari Borneo FC mengagetkan. Mengingat, ia merupakan kapten dan satu di antara pemain andalan lini belakang Pesut Etam.

  9. Ferdinand Sinaga - Lalenok vs PSM Makassar
    Abi Yazid

    Ferdinand Sinaga

    Emosinya yang kerap meledak, tak menghalangi klub untuk memburu tanda tangan Ferdinand. Ia turut membantu Persib Bandung ketika juara dan menyabet gelar pemain terbaik di Liga Super Indonesia 2014.

    Ferdinand kini berstatus pemain Persis Solo. Ia datang ke Laskar Sambernyawa, usai kontraknya di Persib yang berakhir pada tahun ini tidak diperpanjang.

  10. Slamet Nurcahyo - Madura United
    Abi Yazid / Goal

    Slamet Nurcahyo

    Di usia yang sudah menginjak 38 tahun, Slamet belum menunjukkan tanda-tanda gantung sepatu. Ia masih menunjukkan kualitas yang oke dan selalu penuh semangat saat bermain.

    Sejak memperkuat Madura United pada 2016, Slamet langsung mendapat kepercayaan di lini tengah. Sejauh ini, ia sudah mengemas 120 penampilan dan mencetak 20 gol untuk Laskar Sape Kerrab.

  11. Abdul Rahman Sulaeman - PSM Makassar
    Abi Yazid / Goal

    Abdul Rahman

    Posturnya yang tinggi dan tegap, menjadi kelebihan yang dipunya Abdul. Pilar PSM Makassar tersebut juga pandai dalam membaca pergerakan lawan.

    Abdul sudah siap kembali membela PSM usai sembuh dari cedera yang menimpanya. Ia menepi dari lapangan hijau lebih dari satu tahun akibat cedera serius pada September 2019.

  12. Sigit Meiko Susanto

    Nama Sigit Meiko Susanto, mungkin terasa asing karena jarang mendapat sorotan dari publik. Padahal, ia pernah membela timnas Indonesia di level kelompok umur hingga senior.

    Saat ini, Sigit memperkuat PS Hizbul Wathan (PSHW). Ia berseragam klub Liga 2 tersebut sejak 2019, selepas dicoret dari Persatu Tuban.

  13. Ricky Akbar Ohorella - Arema FC
    Abi Yazid / Goal

    Ricky Ohorella

    Sejak tahun lalu, Ricky memutuskan gabung ke Semen Padang. Pesepakbola berusia 30 tahun tersebut memutuskan kembali ke Kabau Sirah, usai berpetualang di Borneo FC dan Arema FC.

    Ricky punya kenangan manis bersama Semen Padang. Ia pernah membantu kesebelasan tersebut merengkuh gelar juara Indonesia Primer League (IPL) pada 2012.

  14. Samsul Arif - Persita
    Persita Media

    Samsul Arif

    Samsul merupakan satu di antara penyerang jempolan di Tanah Air. Terbukti, ia pernah menyandang gelar pencetak gol terbanyak di Piala Indonesia 2008/09 dan Piala Bhayangkara 2016.

    Sekarang Samsul memperkuat Persebaya. Pemain berusia 36 tahun tersebut gabung dengan Bajul Ijo, usai kontraknya di Persita Tangerang tidak diperpanjang.

  15. Andi Muhammad Guntur

    Debut Andi di timnas Indonesia terjadi saat dibantai Bahrain 10-0 pada Kualifikasi Piala Dunia 2014, 29 Februari 2012. Ia masuk menggantikan Syamsidar, yang kenda kartu merah di menit ketiga.

    Di pertandingan tersebut Andi, memang kebobolan 10 kali. Namun, ia mampu menyelamatkan dua eksekusi penalti yang dilakukan pemain Bahrain.

  16. Abdul Abanda Rahman - PSIS
    PSIS

    Abdul Abanda Rahman

    Sejumlah klub pernah dibelanya seperti PSM Makassar, Persis Solo, dan Persik Kediri. Ia kini membela Bhayangkara FC, usai kontraknya didepak PSIS Semarang.

    Sebelum ke Bhayangkara FC, Abdul sempat dipinjamkan PSIS ke klub Timor Leste Lalenok United. Namun, ia batal ganung karena ketidakjelasan kompetisi di negara tersebut.

  17. Wahyu Wiji Astanto

    Nama Wahyu, dikenal publik setelah penampil gemilang ditunjukkan di Persiba Bantul. Ia turut membatu klub tersebut merengkuh gelar Divisi Utama 2010/11, sekaligus tiket promosi ke Liga Super Indonesia.

    Wahyu sempat menjadi kapten di beberapa pertandingan timnas Indonesia pada 2012 dan 2013. Ia kini sudah gantung sepatu dan fokus ke di dunia bisnis yang dibangunnya sejak 2015.