Ada lebih dari satu cara untuk mengukir nama Anda dalam buku-buku sejarah Piala Dunia. Tentu saja, membawa tim nasional Anda meraih kejayaan adalah cara yang paling jelas, tetapi ada jalur lain yang sangat diperebutkan untuk mencapai status legendaris, yaitu jalur yang menghargai kejeniusan individu murni dalam permainan tim.
Meskipun trofi Piala Dunia adalah obsesi utama sebuah tim, Sepatu Emas adalah bukti insting mematikan seorang penyerang di panggung global, bahkan jika timnya gagal meraih gelar juara.
Ini adalah mahkota individu yang mengubah penyerang biasa menjadi tokoh legendaris, menempatkan mereka dalam jajaran eksklusif bersama nama-nama seperti Ronaldo, Eusebio, Gerd Muller, Gary Lineker, dan Miroslav Klose.
Tahun ini, di berbagai stadion di Amerika Utara, generasi baru pencetak gol elit berusaha menulis bab mereka sendiri dalam sejarah yang penuh prestasi tersebut.
Pemenang Sepatu Emas 2022, Kylian Mbappé, memasuki turnamen ini dengan target mempertahankan gelarnya dan membawa Prancis ke final ketiga berturut-turut. Les Bleus mungkin tersingkir di babak semifinal, namun bintang Real Madrid ini masih memiliki peluang untuk kembali membawa pulang penghargaan FIFA tersebut menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Inggris.
Di sini, GOAL memantau para bintang pencetak gol terbanyak di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat saat perebutan Sepatu Emas memasuki tahap akhir.

























