Udinese Calcio v Juventus FC - Serie AGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Keinan Davis menuduh seorang pemain Cagliari melontarkan hinaan 'rasis yang pengecut', sementara rekan setimnya di Udinese mengatakan lawan tersebut 'tak boleh lagi menginjak lapangan'

  • Davis mengecam hinaan rasial yang 'pengecut'

    Insiden tersebut terjadi pada menit-menit akhir pertandingan antara Cagliari dan Udinese, sebuah laga yang pada dasarnya tidak memiliki dampak signifikan terhadap klasemen liga. Davis dilaporkan kehilangan ketenangannya dan meminta wasit untuk turun tangan setelah mendengar apa yang ia gambarkan sebagai ucapan yang tak dapat ditoleransi, yang berasal dari seorang lawan, bukan dari tribun penonton. Meskipun awalnya ia diberi kartu kuning atas protesnya, sanksi tersebut dilaporkan dicabut setelah wasit memahami inti dari keluhannya.

    Melalui media sosial untuk menyuarakan kemarahannya, Davis tidak segan-segan menyebut nama orang yang ia yakini telah menargetkannya. “Si pengecut rasis ini hari ini memanggilku monyet selama pertandingan. Saya harap Serie A mengambil tindakan terkait hal ini, tapi kita lihat saja nanti,” kata sang penyerang. Pihak klub Udinese kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan “solidaritas dan dukungan penuh” mereka kepada sang pemain setelah kejadian “memalukan” tersebut.

  • Iklan
  • Pisa SC v Cagliari Calcio - Serie AGetty Images Sport

    Dossena membantah tuduhan tersebut

    Dossena segera menanggapi tuduhan tersebut dengan pernyataan publiknya sendiri, yang dengan tegas membantah bahwa ia pernah menggunakan kata-kata kasar semacam itu. Bek tersebut mengungkapkan rasa sakit hati yang mendalam atas tuduhan tersebut, dengan menyatakan bahwa hal itu bertentangan dengan nilai-nilai inti dan didikan yang ia terima. Ia menegaskan bahwa sepanjang kariernya, ia tidak pernah bersikap seperti itu terhadap rekan kerjanya.

    “Dituduh melakukan rasisme membuat saya sedih dan terluka. Ini adalah tuduhan yang sangat serius, tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk menyapa orang lain, seorang rekan kerja, dengan hinaan semacam itu,” kata Dossena. “Ini adalah pertama kalinya saya berada dalam situasi seperti ini di mana saya harus membela diri dari tuduhan yang memalukan. Perilaku semacam itu sangat jauh dari budaya dan pendidikan saya.”

  • Zaniolo menuntut sanksi larangan bertanding seumur hidup

    Dampak dari pertandingan tersebut tidak berhenti pada kedua tokoh utama. Nicolo Zaniolo dari Udinese juga ikut terlibat, dengan mengunggah pesan pedas di Instagram yang ditujukan kepada pemain Cagliari tersebut. Zaniolo sangat marah atas perlakuan yang diduga diterima rekan setimnya dan menyatakan bahwa tidak seharusnya ada tempat di dunia sepak bola profesional bagi siapa pun yang terbukti melakukan tindakan semacam itu.

    “Rekan (jika bisa disebut demikian) yang hari ini berani menghina anak-anak saya dan menghina rekan setim saya semata-mata karena warna kulitnya, seharusnya malu pada dirinya sendiri dan tidak boleh lagi menginjakkan kaki di lapangan sepak bola,” tulis Zaniolo. Komentarnya semakin memperkeruh suasana sehingga otoritas sepak bola Italia kemungkinan besar akan terpaksa menyelidikinya melalui sistem peradilan olahraga.

  • Udinese Calcio v Pisa SC - Serie AGetty Images Sport

    Udinese bertekad untuk melindungi pemainnya

    Udinese telah menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan masalah ini berlalu begitu saja, dan berjanji akan terus mendukung Davis seiring perkembangan situasi. Klub tersebut kembali mengutuk "tindakan yang sangat disayangkan" yang mereka yakini merusak integritas sepak bola Italia. Mereka mendesak agar kasus ini "segera diselesaikan" guna memastikan keadilan ditegakkan jika tuduhan tersebut terbukti benar.

    Pelatih Cagliari, Fabio Pisacane, mengonfirmasi bahwa ia telah berbicara dengan Dossena segera setelah insiden tersebut. Pisacane mencatat bahwa ia menanyakan langsung kepada pemain tersebut apakah ia telah mengucapkan kata-kata rasis, dan mendapat penolakan yang tegas. Meskipun klub asal Sardinia tersebut mempertahankan ketidakbersalahan pemainnya, tekanan semakin meningkat pada Serie A untuk memberikan kejelasan mengenai insiden yang menaungi pertandingan akhir pekan tersebut.