Berita Live Scores
Liga 1

Justice Liga 1 - 'Superhero' Di Sepakbola Nasional

13.00 WIB 04/12/17
Cover 3 - Justice Liga 1 Indonesia
Goal merangkum sosok yang layak disebut 'superhero' dalam kompetisi tahun ini, mengambil inspirasi dari film Justice League.

Tegar Paramartha

  • Cover 1 - Justice Liga 1 Indonesia

    Justice Liga 1

    Liga 1 Indonesia telah usai dengan Bhayangkara FC keluar sebagai juara. Goal merangkum siapa saja yang layak disebut sebagai 'superhero' dalam kompetisi tahun ini, dengan mengambil inspirasi dari salah satu film populer Justice League. Simak dan beri komentar Anda!
  • Djoko Driyono - Kongres Pemilihan PSSI 2016

    Superman - Joko Driyono

    Memasukkan Joko Driyono  sebagai Superman bukan hal yang sulit. Pria kelahiran Ngawi itu memang bisa dibilang sudah menjadi sosok 'super' di kancah sepakbola nasional. Pengalaman dan tangan dinginnya dalam memutar roda kompetisi di seluruh penjuru negeri telah menjadi santapannya setiap tahun, sehingga sulit untuk menggulirkan kompetisi nasional tanpa melibatkan dirinya.

    Contoh terbaik adalah ketika terjadi dualisme kompetisi antara Liga Primer Indonesia dan Indonesia Super League pada 2011 lalu. Ketika itu, LPI yang dibiayai taipan Arifin Panigoro kalah pamor dengan ISL yang dikreasikan oleh Joko Driyono. Masalah Keruwetan jadwal bertanding yang sangat fatal tidak bisa dihindarkan LPI yang ketika itu berstatus breakaway-league. Belum lagi masalah non-teknis lainnya yang mewarnai kompetisi yang cuma berjalan setengah musim itu.

  • Ratu Tisha

    Wonder Woman - Ratu Tisha Destria

    Tidak ada lagi yang cocok untuk menjadi Wonder Woman Justice Liga 1 daripada Ratu Tisha. Wanita yang baru berusia 31 tahun ini sudah memiliki segudang pengalaman dalam mengurus sepakbola, mulai menjadi manajer PS ITB, menjadi co-founder penyedia statistik LabBola, lulusan program FIFA Master 2013, menjadi Direktur Kompetisi dan Regulasi Indonesia Soccer Championship (ISC) hingga menjadi Sekjen PSSI wanita pertama. Dengan banyaknya prestasi dan pengalaman yang ia miliki, sosok lulusan jurusan matematika ini akan menjadi aset yang sangat berharga bagi sepakbola nasional ke depannya.

  • Terens Puhiri - Pusamania Borneo FC

    The Flash - Terens Puhiri

    Terens Puhiri menyita perhatian sepakbola internasional ketika mencetak gol ke gawang Mitra Kukar pada ajang Liga 1 Indonesia 2017, Oktober silam. Saat itu, pemain Borneo FC tersebut melakukan serangan balik melalui aksi solo run dari daerah sendiri. Ia berlari sangat cepat untuk mengungguli bek lawan yang sebenarnya dalam posisi yang lebih baik, dan kemudian melewati kiper dengan gesit untuk menceploskan gol ketiga timnya.
  • Selebrasi Sylvano Comvalius - Bali United

    Aquaman - Sylvano Comvalius

    Comvalius menjadi bintang di Liga 1 Indonesia 2017 dengan mencetak 37 gol untuk memecah rekor gol satu musim Peri Sandria (34) yang sudah bertahan selama 22 tahun terakhir. Performa yang impresif di atas lapangan dan juga janggut yang lebat, membuatnya sangat cocok untuk menjadi Aquaman Justice Liga 1.
  • Widodo Cahyono Putro - Sriwijaya FC

    Cyborg - Widodo C Putro

    Widodo C Putro memiliki banyak pemain berkualitas dalam skuatnya seperti Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, Comvalius, Taufiq, Ricky Fajrin untuk mendukung taktiknya yang semakin matang dari tahun ke tahun. namun sayang, ia tetap tidak bisa menjadi yang terbaik karena seberapa pintar dan seberapa mutakhir teknologi milik Cyborg, tidak akan bisa mengungguli Batman.
  • Simon McMenemy - Bhayangkara FC

    Batman - Simon McMenemy

    McMenemy membuat keajaiban dengan mengantar Bhayangkara FC meraih gelar juara Liga 1. Padahal, di awal musim, tidak ada yang melihat mereka sebagai kompetitor juara, dengan empat kekalahan sudah mereka alami dalam delapan laga perdana. Namun, McMenemy tidak putus asa dan terus belajar dari kesalahan hingga menemukan komposisi terbaik yang bisa diterapkan dalam skuatnya. Kecerdikan dalam adaptasi di semua situasi meski tidak menguntungkan adalah senjata utama Batman , dan McMenemy memiliki hal tersebut tahun ini.
  • Ibnu Grahan - Bhayangkara FC

    Alfred Pennyworth - Ibnu Grahan

    Kesuksesan Batman tidak bisa lepas dari sosok Alfred, kepala pelayannya yang sangat setia dan memiliki banyak pengalaman. Di Bhayangkara FC, sosok itu bisa disematkan pada Ibnu Grahan yang menjabat asisten pelatih. Mantan legenda Persebaya Surabaya itulah yang sebenarnya sudah mempersiapkan dan juga  memoles skuat The Guardian sejak ISC lalu. sebagai pelatih kepala (untuk pertama kali setelah beberapa tahun berkarir sebagai asisten pelatih di beberapa klub). Di ISC, Bhayangkara menduduki posisi tujuh pada klasemen akhir.
  • Cover 2 - Justice Liga 1 Indonesia

    Justice Liga 1 Versi Goal Indonesia

    Inilah Justice Liga 1 versi Goal Indonesia, bagaimana menurut pembaca? Apakah Anda memiliki versi lain? Silahkan sampaikan melalui kolom komentar di bawah ini atau melalui kolom komentar di media sosial Goal Indonesia!