Tottenham Hotspur v Brighton & Hove Albion - Premier LeagueGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

"Dia marah!" - Ismael Kone buka-bukaan soal perselisihannya dengan Roberto De Zerbi setelah manajer Tottenham itu dituduh bersikap 'seperti orang brengsek' kepada pemain timnas Kanada tersebut

  • Kone mengenang insiden di lapangan latihan dengan De Zerbi

    Jesse Marsch baru-baru ini kembali memicu perbincangan seputar hubungan antara Kone dan De Zerbi, dengan mengklaim bahwa pelatih asal Italia itu memperlakukan gelandang tersebut dengan kasar selama mereka bekerja sama di Prancis. Pelatih tim nasional Kanada saat ini itu menuduh De Zerbi bersikap “sungguh menyebalkan” terhadap gelandang muda tersebut, yang bergabung dengan klub Prancis itu dari Watford pada 2024 dan pindah ke Sassuolo setelah dua tahun. Dia tampil dalam tujuh pertandingan di bawah asuhan De Zerbi sebelum dicadangkan, dan ketegangan tersebut dilaporkan memuncak dalam sebuah pertengkaran di lapangan latihan. Selama insiden tersebut, De Zerbi dilaporkan mengatakan kepada Kone untuk mencari klub baru karena dia tidak akan pernah bermain untuknya lagi.

  • Iklan
  • FBL-FRA-LIGUE1-MARSEILLEAFP

    Kone menjelaskan perbedaan dalam cara memandang sepak bola

    Kone telah menanggapi situasi tersebut secara terbuka. Meskipun mengakui adanya ketidaksepakatan, gelandang tersebut menegaskan bahwa konflik tersebut lebih disebabkan oleh perbedaan filosofi sepak bola daripada permusuhan pribadi. Ia menggambarkan ketidaksepakatan tersebut sebagai benturan gagasan antara dua orang yang sangat mencintai sepak bola.

    "Kami adalah dua orang yang mencintai sepak bola, tetapi dengan dua visi yang berbeda," jelas Kone kepada Gazzetta. "Dia benar-benar memiliki gairah yang luar biasa. Saat itu, saya sedang mengalami beberapa kesulitan dan mungkin tidak bisa langsung memberikan apa yang dia inginkan. Saya menikmati waktu saya di Marseille; itu adalah pengalaman yang luar biasa.

    "Saya ingat keterampilan rekan-rekan setim saya dan kehangatan para penggemar. Saya tidak akan pernah cukup berterima kasih atas apa yang saya alami di sana, meskipun tidak berjalan sesuai keinginan saya. Saya tidak akan pernah mengatakan hal buruk tentang Roberto: mungkin dia bisa lebih sabar terhadap saya dan saya bisa menghindari respons. Hal-hal terjadi. Itu adalah perdebatan seperti banyak yang lain: dia ingin satu atau dua sentuhan di tengah lapangan, tetapi saya membutuhkan kebebasan. Saya ingin mencari peluang. Dia tahu itu, tapi hari itu dia marah."

  • Rekaman dokumenter itu membawa perselisihan tersebut ke sorotan publik

    Insiden tersebut kemudian menjadi publik ketika Marseille menyertakan cuplikan perdebatan tersebut dalam sebuah film dokumenter ulasan musim yang merayakan kembalinya mereka ke Liga Champions.

    Berbicara tentang dokumenter tersebut, ia berkata: "Keputusan Marseille. Saya tidak tahu mereka akan memasukkannya ke dalam dokumenter yang merayakan musim spesial itu dengan kembalinya ke Liga Champions. Insiden ini tidak mengubah saya. Saya tahu dari mana saya berasal, tapi saya menyesal jika hal itu berdampak pada orang-orang di sekitar saya. Dan ada sesuatu yang tidak diketahui oleh siapa pun."

    Terlepas dari publisitas seputar perselisihan tersebut, Kone mengungkapkan bahwa ia telah berdamai dengan De Zerbi selama kunjungan baru-baru ini ke Inggris.

    "Beberapa minggu lalu, saya pergi ke London bersama dua rekan setim," tambahnya. "Saya bertemu Roberto, dan dia memeluk saya erat. Kami membicarakan banyak hal, seolah-olah tidak ada yang terjadi. Terkadang media sosial dan media membuat segalanya menjadi terlalu besar."

  • Genoa CFC v US Sassuolo Calcio - Serie AGetty Images Sport

    Penampilan di Sassuolo menarik minat klub lain untuk merekrutnya

    Karier Kone telah berkembang pesat sejak ia meninggalkan Marseille. Kini bermain untuk Sassuolo, gelandang tersebut telah mencetak enam gol di Serie A musim ini dan menarik minat dari Roma, AC Milan, dan Inter. Pemain berusia 23 tahun itu tetap fokus pada klubnya saat ini dan persiapan menjelang Piala Dunia mendatang.