Berita Live Scores
Real Madrid

Zinedine Zidane & Real Madrid Buang Potensi Superstar Dalam Diri Dani Ceballos

17.46 WIB 20/06/19
Dani Ceballos Zinedine Zidane Real Madrid
Ceballos menunjukkan performa gemilang bersama timnas Spanyol U-21, tetapi Zidane ingin menjualnya musim panas ini.

OLEH   MARK DOYLE   PENYUSUN  M. RHEZA PRADITA

Hanya ada satu orang yang tidak tertarik dengan kedatangan Dani Ceballos ke Real Madrid pada musim panas 2017. Sayangnya bagi Ceballos, orang itu adalah pelatih barunya Zinedine Zidane.

Didatangkan hanya dengan biaya transfer €16,5 juta, Ceballos seharusnya menjadi salah satu pemain terbaik ini. Sebaliknya, dia adalah salah satu pemain yang secara mengejutkan tampil paling mengecewakan.

Dia telah besinar sepanjang Euro U-21 2017 dengan keterampilan dan kontrol bola luar biasa, dan mengakhiri turnamen dengan penghargaan pemain terbaik, meskipun Spanyol dikalahkan oleh Jerman di final.

Barcelona berusaha keras untuk mendatangkannya, terlepas dari kenyataan bahwa Ceballos sebelumnya membuat sejumlah komentar anti-Catalan yang kejam di twitter, tetapi Madrid memenangkan pertempuran untuk mendapatkan jasanya.

Florentino Perez yang gembira menyatakan di perkenalan sang pemain, “Dani akan menjadi pilar klub untuk masa depan.

“Melalui kerendahan hati, kerja keras, dan bakatnya, dia baru-baru ini dinobatkan sebagai pemain terbaik kejuaraan Euro U-21.

“Sekarang tantangan sesungguhnya dimulai, dan Anda harus berhasil di klub ini untuk diri Anda, keluarga Anda, dan untuk para penggemar kami di seluruh dunia, yang sudah sepenuhnya yakin dengan bakat Anda. Para penggemar akan mendukung.”

Namun, Ceballos tidak pernah mendapat dukungan penuh dari orang yang paling berpengaruh di Bernabeu, Zidane, yang menganggap pemain yang saat itu berusia 20 tahun sebagai tambahan yang tidak perlu untuk lini tengah yang sudah lengkap.

Sikap Zidane sangat mengejutkan. Asumsinya adalah bahwa dia akan meliaht sesuatu yang menjanjikan dalam diri Ceballos. Tentu saja, dengan sentuhan pertama yang manis dan kecerdikannya, pemain asal Andalusia seharusnya bisa berkembang di bawah Zidane.

Sebaliknya, dia gagal, hanya membuat 12 penampilan di La Liga, hanya empat di antaranya yang sebagai starter. Itu seperti yang sudah dikatakan langsung Ceballos, “Sebuah musim yang hilang,”.

Dengan demikian, kepergian Zidane di musim panas lalu merupakan impian indah bagi Ceballos. Sedangkan kembalinya pelatih asal Prancis Maret lalu merupakan mimpi buruk.

Setelah akhirnya kembali mendapat waktu bermain reguler di bawah Julen Lopetegui dan Santiago Solari, dia kembali dipinggirkan oleh mantan peraih Ballon d’Or itu. Ceballos hanya bermain tiga kali di La Liga sejak Zidane kembali, dan dia juga tidak terkejut.

Ceballos sadar sedari awal bahwa dia memiliki sedikit harapan untuk memenangkan hati Zizou setelah hanya bermain satu menit dalam laga melawan Borussia Dortmund di Liga Champions pada September 2017, hanya tiga hari setelah mencetak kedua gol kemenangan 2-1 ata Deportivo Alaves di liga.

“Ketika minggu-minggu berlalu, dan Anda tidak merasa penting, itu lebih sulit,” ujarnya kepada Radio MARCA September lalu.

“Dalam semusim ada saat-saat di mana [Toni] Kroos dan [Luka] Modric cedera, dan dia [Zidane] akan mengubah sistem untuk memainkan pemain lain [bukan saya].”

Kroos dan Modric masih belum pergi ke mana-mana, tentu saja, dan menurut sumber dari klub, Ceballos akan dijual musim panas ini.

Dia bersikeras bahwa dia tidak memiliki masalah dengan Zidane, mengklaim sang pelatih, “selalu sangat jujur dengan saya,”, dan sejak lama menyatakan bahwa dia bertekad untuk berhasil di Madrid.

Namun, pada usia 22 tahun, pemain dengan kemampuan sepertinya harus bermain secara reguler dan dia tidak akan mendapatkannya di bawah pelatih yang pernah membuatnya marah karena memasukkannya selama 20 detik terakhir pertandingan di Leganes.

Ceballos layak, dan sangat layak untuk mendapat yang lebih baik. Itu semakin diperjelas hanya dalam sembilan menit jalannya pertandingan Spanyol U-21 melawan Italia di Bologna pada Minggu (16/6) malam.

Setelah menerima umpan dari Fabian Ruiz di sisi kiri pertahanan Azzurri, Ceballos memindahkan bola ke kaki kanannya, mengelabui Nicolo Barella dalam prosesnya, dan mengirim tendangan melengkung yang berputar ke pojok kanan atas.

Itu adalah puncak penampilan yang sangat mengesankan dari Ceballos, yang dua kali membuat para penonton dan wartawan berdecak kagum lewat aksi dribel yang luar biasa selama pertandingan.

Ceballos mungkin tidak berhasil membawa Spanyol menang, Italia yang diinspirasi oleh Federico Chiesa berhasil membalikkan skor menjadi 3-1, tetapi secara teknik, dia tampak satu level di atas para pemain lain di atas lapangan.

Tidak mengherankan bahwa tim-tim seperti Tottenham Hotspur mengincar mantan pemain Real Betis itu. Zidane mungkin merasa bahwa Ceballos terlalu banyak menguasai bola, tetapi seperti yang sudah kembali dia tunjukkan di Euro U-21, dia adalah salah satu pemain muda terbaik di dunia.

Penampilannya melawan Italia hanya akan meningkatkan minat terhadap dirinya. Itu akan membantunya mendapatkan kepindahan yang layak, dan sangat dia inginkan.

“Saya mulai [musim] dengan baik di bawah Lopetegui,” ujarnya baru-baru ini kepada Onda Cero Radio. “tetapi begitu dia dipecat, sayangnya saya menjadi nomor dua.

“Tujuan saya adalah bermain, ke mana pun saya pergi, dan membuktikan bahwa saya dapat bersaing di tim manapun di Eropa. Saya berharap bisa berhasil karena tidak ada yang akan mengalahkan saya.

“Begitu Euro U-21 selesai, saya akan memutuskan masa depan.”

Dia tidak akan kekurangan tawaran, apalagi jika bisa kembali tampil gemilang sepnjang Euro U-21. Ceballos adalah salah satu talenta terbaik dalam turnamen yang dipenuhi para potensi superstar. Zidane kemungkinan akan jadi satu-satunya orang yang setuju dengan kepergiannya dari Madrid.