WAWANCARA EKSKLUSIF Mario Gomez: Lupakan Masa Lalu, Persib Bandung Harus Dibangun Dari Belakang

Terakhir diperbarui
Komentar()
Sandy Mariatna
Pelatih asal Argentina ini mendiskusikan visinya untuk Persib, kenangan indah bersama JDT, hingga pengalamannya di Eropa.


OLEH  AHMAD REZA HIKMATYAR & SANDY MARIATNA

Roberto Carlos Mario Gomez, mendadak jadi sorotan utama sepakbola Indonesia tatkala salah satu klub terbaiknya, Persib Bandung, mengakuisisi juru taktik asal Argentina tersebut.

Selain karena namanya yang merupakan gabungan dari dua pesepakbola top dunia, riwayat kepelatihan Gomez yang mencolok jadi faktor utama. Memulai karierya pada 1997 silam, sosok berusia 60 tahun tersebut punya kiprah yang terbilang mentereng.

Gomez pernah melatih beberapa klub elite di Amerika Selatan, mulai dari Lanus, Gimnasia La Plata, hingga Deportivo Cuenca. Dia juga pernah awet menjadi asisten pelatih top Negeri Tango, Hector Cuper, kala mengasuh Real Mallorca, Valencia, dan Inter Milan.

Terakhir, Gomez berkesempatan menangani klub terbaik Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT), pada 2015 hingga 2017. Di bawah asuhan Gomez, klub milik Tunku Ismail Sutan {TMJ) itu mampu merajai sepakbola Negeri Jiran hingga jadi klub pertama ASEAN yang menjuarai Piala AFC.

Tak heran bila ekspektasi tinggi dibebankan pada Gomez dalam petualangan terbarunya bersama Persib. Maklum, musim lalu Maung Bandung terpuruk dengan terdampar di peringkat 13 klasemen akhir Liga 1 Indonesia 2017.

Pada pemusatan latihan Persib di Yogyakarta pada 22 hingga 29 Desember ini, Goal Indonesia cukup beruntung karena jadi media pertama yang sukses mengajak Gomez untuk melakukan wawancara eksklusif.

Dalam wawancaranya, pelatih penikmat kopi itu bercerita banyak mulai dari antusiasmenya melatih Persib, kenangan indahnya bersama JDT, pengalamannya mengenal Javier Zanetti, sampai gaya sepakbola yang diusungnya. Simak berikut ini!

Mario Gomez - Persib Bandung

Halo coach, seperti apa kesan pertama terhadap Indonesia, terutama sepakbolanya?

Saya menyukai negara ini. Saya pertama kali ke Indonesia saat berwisata ke Bali ketika saya masih bekerja di JDT. Indonesia adalah negara yang indah. Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengenal lebih jauh tentang negara ini, tentang sepakbola di negara ini.

Siap untuk mendapat tekanan di musim depan? Target apa yang Anda usung?

Yang terpenting adalah saya bekerja untuk tim. Saya ingin membawa tim ini berkembang secara bertahap.

Persib yang digadang-gadang menjadi kandidat juara di musim lalu, ternyata hanya finis di peringkat 13. Bagaimana tanggapan Anda?

Saya tidak bisa menanggapinya. Kenapa? Karena saya tidak ada di sini. Bagi saya, itu adalah masa lalu. Tekanan saat ini adalah mendatangkan pemain baru dan membangun tim yang kompetitif untuk musim depan. Tapi saat ini masih pramusim, kami butuh waktu untuk membangun tim yang bagus. Saat ini, fokus kami adalah Piala Presiden.

Beberapa waktu lalu, Carlton Cole sempat mengkritik Persib. Ada tanggapan?

Saya tidak bisa membicarakan masa lalu.

Target pemain di bursa transfer?

Setelah Michael Essien dan Ezechiel N'Douassel, ada Bojan Malisic, bek sentral dari Serbia. Saya pernah bekerja dengannya di South China, dua tahun yang lalu. Kami butuh satu pemain lagi, seorang pemain dari Asia. Tapi kami belum tahu siapa yang akan kami boyong. Posisi apa? Kami sedang memikirkannya. Kami belum membeli pemain ini karena kami harus bisa memastikan lebih dulu posisi mana yang kami butuhkan.

Quotes - Mario Gomez | Persib Bandung

Perekrutan Patrich Wanggai, Eka Ramdani, dan Airlangga Sucipto banyak dikritik. Mereka dianggap tidak mencerminkan ambisi besar Persib karena sudah lewat dari usia emas. Bagaimana tanggapa Anda?

Tergantung. Kami percaya mereka bagus untuk tim. Itu yang terpenting. Orang-orang mungkin tidak bahagia, tapi kondisi ini normal. Saya bilang mereka adalah pemain berpengalaman. Usia tua menurut saya tak jadi faktor krusial dalam sepakbola. Terpenting adalah pemain itu punya sikap, karakteristik, dan hasrat dalam bermain sepakbola.

Lihatlah Gianluigi Buffon. Usianya hampir 40 tahun, tapi masih bermain di level tertinggi sepakbola bersama Juventus. Dia bahkan masih jadi kiper utama timnas Italia kemarin. Atau Paolo Maldini. Ketika saya di Inter, dia sudah berusia 35 tahun. Namun saat kami menghadapinya, dia sunggguh gila. Staminanya begitu kuat, larinya lebih kencang dari bomber 20 tahunan, dan lompatannya sangat tinggi.

Contoh lain adalah Javier Zanetti, yang saya kenal di Inter. Selain hebat di lapangan, dia juga luar biasa dalam menjalani kehidupan sebagai atlet. Pola makannya begitu teratur, tidurnya tak pernah larut, dan begitu rajin ke gym. Dia melakukan itu dengan kesadaran tinggi tanpa pernah ada yang menyuruhnya. Itulah hebatnya seorang pemain berpengalaman dan jika karakter mereka kuat, mereka akan bertahan lebih lama di sepakbola.

Apakah ada rencana untuk lebih memanfaatkan pemain muda Persib?

Tentu saja. Tapi yang penting adalah membuat mereka terus bekerja. Anda tidak bisa memainkan satu pemain muda secara terus-menerus. Anda memakai pemain muda untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Jika mereka sudah siap, mereka boleh bermain di tim utama. Tapi kalau belum siap, mereka harus menunggu. Intinya untuk pemain muda harus step by step secara perlahan.

Seperti apa harapan Anda untuk Michael Essien?

Anda tahu sendiri, dia adalah pemain dengan nama besar karena dia pernah berkarier di Chelsea, Milan. Tentu saja dia penting bagi kami. Tapi ingat, satu tim terdiri dari 11 pemain. Dia sangat bagus, tetapi kami juga memiliki pemain penting lainnya. Karena dia sudah punya pengalaman di luar negeri, dia tentu akan memberi sedikit perbedaan.

Michael Essien - Persib Bandung

Mengingat Anda punya banyak pengalaman dan pernah berjaya di AFC Cup, sudah punya target membawa Persib ke level Asia?

Pertama-tama, kami harus bermain sangat bagus di Liga 1. Setelah itu kami boleh membicarakan level Asia. Musim depan sangat penting, seperti yang Anda bilang, musim lalu kami hanya finis ke-13. Kami harus meningkatkan diri di musim depan.

Bisa sedikit dikisahkan pengalaman Anda di JDT?

Saya menjalani dua tahun yang luar biasa di sana. JDT adalah klub yang dikelola dengan sangat profesional. Saya memenangkan lima gelar di sana dan AFC Cup 2015 jadi kenangan terbaik, malam yang indah. Tunku Ismail Sultan (TMJ) punya ide yang luar biasa dalam mengelola klub.

JDT punya fasilitas luar biasa. Mulai dari stadion, lapangan indoor, gymnasium, aula, kolam renang, dan lainnya. Mereka yang terbaik di Malaysia. Buat saya JDT sudah seperti klub Eropa. Kenapa saya tak bertahan lebih lama di JDT?  Ya, itulah sepakbola. Kontrak saya habis dan saya butuh tantangan di tempat lain.

Setelah di JDT, Anda juga ditawari pekerjaan di timnas Malaysia lalu tiba-tiba batal. Mengapa?

Ada ketidaksesuaian. Lalu setelah 2-3 bulan ada tawaran dari Persib, saya memilih kemari.

Quotes - Mario Gomez | Persib Bandung

Sektor mana yang paling penting dalam taktik sepakbola Anda?

Pertahanan. Lini belakang adalah sektor paling penting. Dari situ Anda baru bisa membangun permainan. Sekalipun lini depan Anda bagus, Anda takkan bisa meraih hasil positif. Real Madrid, Barcelona, mereka dikenal karena permainan ofensifnya. Tapi mereka bisa seperti itu karena punya fondasi pertahanan kuat. Ketika lini pertahanan sudah bagus, Anda bisa melakukan apapun.

Sepakbola pragmatis atau sepakbola indah?

Win! (Menang!). Hanya itu. Apa pun gaya bermainnya mau hitam, putih, coklat, kuning, yang terpenting adalah menang. Lebih penting lagi, jangan kalah. Menang 1-0 itu oke. Menang ½-0 juga oke. 

 

Artikel Selanjutnya:
Ayah Kapten VfB Stuttgart Wafat Usai Laga Lawan Hertha Berlin
Artikel Selanjutnya:
Jadwal TV Siaran Langsung Sepakbola Hari Ini
Artikel Selanjutnya:
Cesc Fabregas: Terlalu Dini Bahas Masa Depan
Artikel Selanjutnya:
Michael Owen Bandingkan Youngster Arsenal Ini Dengan Cristiano Ronaldo
Artikel Selanjutnya:
Tantangan Juan Quintero Buktikan Status Wonderkid
Tutup