Berita Live Scores
Serie A

Walter Zenga Bela Keputusan Gianluigi Donnarumma

07.04 WIB 17/06/17
Donnarumma Milan Serie A
Dari sekian kekecewaan atas keputusan Donnarumma untuk tidak memperpanjang kontrak, legenda Inter Zenga justru memahami hal tersebut.

OLEH   DEWI AGRENIAWATI

Legenda Inter Walter Zenga memahami keputusan Gianluigi Donnarumma yang menolak tawaran perpanjang kontrak di AC Milan

Setelah menjadi buah bibir menyusul penampilan impresif di tim Vincenzo Montella, sosok Donnarumma berbalik menjadi “musuh” sejumlah tifosi menyusul keputusannya untuk tidak menambah masa bakti yang berakhir musim panas tahun depan. 

Hujatan atas keputusan pemain 18 tahun tersebut pun mengalir deras, namun Zenga justru membela keputusan Donnarumma. Pengalaman Zenga meninggalkan Inter setelah 20 tahun di Giuseppe Meazza membuatnya merasa memahami tekad Donnarumma mencari petualangan baru. 

“Ada banyak kesamaan di antara kami,” kata Zenga kepada Panorama

“Kami berdua jebolan tim akademi, kami sama-sama memulai saat masih sangat muda. Ia bahkan lebih muda dari saya, tapi menjadi starter di Inter di usia 23 bukan hal sepele. 

SIMAK JUGA: Donnarumma Harus Dicadangkan Setahun!

“Situasi saya meledak karena dalam tugas internasional diketahui sayalah salah satu pemain yang mendapat bayaran paling kecil, dan Napoli memberikan tawaran besar untuk saya. Saya mendapat tawaran empat kali lipat dari yang Inter tawarkam. Saya meminta klub membuat penyesuaian, tapi ada sedikit konflik dengan presiden. 

“Saya masih ingat keheningan ketika mereka mengumumkan nama saya melalui pengeras suara di Giuseppe Meazza. Biasanya saya disambut dan mendapat applause,” imbuhnya.

Hingga saat ini Donnarumma belum bicara langsung kepada publik soal alasannya tidak memperpanjang kontrak di San Siro, namun Zenga menegaskan kiper Italia tersebut tak perlu menjelaskan apa pun. 

“Apakah Donnarumma harus memberikan penjelasan? Mengapa? Ia seorang profesional dan telah membuat keputusan. 

“Memang benar sekarang ini tidak ada lagi simbol klub, seperti yang sering saya katakan, yapi saya ingin berdiskusi secara jujur tentang rasa memiliki. 

“Sebuah skandal jika seorang pemain meninggalkan klub di mana ia tumbuh. Tapi bukankah seharusnya rasa memiliki ini menjadi kebalikannya? 

“Bukankah seharusnya klub menunjukkan perhatian mereka terhadap — contohnya — Del Piero, Maldini, atau mengapa tidak, Zenga?”